Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Review Lengkap Spesifikasi Samsung Galaxy S25 Ultra: Hoki Maksimal, Upgrade Minimal? Ini Penjelasannya

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 21 Februari 2025 | 04:16 WIB
Penampakan Smartphone Samsung S25 ULTRA
Penampakan Smartphone Samsung S25 ULTRA

RADAR KUDUS - Samsung Galaxy S25 Ultra resmi meluncur di Indonesia dengan posisi yang bisa dibilang "lagi hoki maksimal."

Kenapa? Karena rival abadinya, iPhone 16 Pro, masih kena blokir di Indonesia hingga pertengahan Februari 2025.

Kalau situasi ini terus berlanjut sampai Lebaran atau sampai Apple bangun pabrik di sini, bisa jadi Samsung Indonesia bakal gelar syukuran besar-besaran.

Momentum ini benar-benar menguntungkan buat Samsung. Meski Galaxy S25 Ultra hadir dengan upgrade yang cukup minimal dibanding pendahulunya, penjualannya tetap bisa ngegas.

Bahkan calon pengguna iPhone yang udah capek nunggu mungkin bakal mulai melirik flagship terbaru Samsung ini.

Meskipun ada flagship China seperti Vivo X200 Pro dengan harga dan spesifikasi yang brutal, mayoritas pengguna masih lebih nyaman dengan ekosistem Samsung yang sudah matang, software yang lebih stabil, serta reputasi yang konsisten di kelas flagship.

Mari kita bahas Samsung Galaxy S25 Ultra lebih dalam, dari desain, performa, hingga fitur-fiturnya yang menarik.

Desain: Lebih Tipis, Lebih Ringan, Tapi…

Samsung mengklaim bahwa S25 Ultra lebih ringan 24 gram (sekitar 10%) dan lebih tipis 0,4mm dibanding pendahulunya, S24 Ultra.

Angka ini memang terdengar kecil, tapi tetap berpengaruh terhadap handling perangkat. HP yang lebih enteng dan tipis tentu lebih nyaman digenggam, apalagi buat perangkat berukuran jumbo seperti ini.

Namun, ada perubahan desain yang cukup kontroversial. Sudut-sudut yang sebelumnya tajam sekarang dibulatkan, sementara frame yang sebelumnya melengkung kini dibuat flat.

Hasilnya, genggaman terasa lebih kaku dan sedikit kurang ergonomis dibanding generasi sebelumnya. Bagi yang merasa kurang nyaman dengan desain baru ini, casing bisa jadi solusi.

Di bagian kamera, Samsung menambahkan aksen ring hitam tebal di sekitar lensa. Secara fungsional, ini tidak memberikan dampak apa pun terhadap performa kamera, hanya sekadar sentuhan desain agar terlihat lebih berbeda.

Bahan yang digunakan tetap premium dengan Corning Gorilla Armor 2 di bagian depan dan belakang, serta frame berbahan titanium.

Samsung juga menambahkan lapisan anti-refleksi di layar, yang membuat pantulan cahaya lebih berkurang dan tampilan layar tetap jelas di bawah sinar matahari.

Layar: Tetap Juara untuk Outdoor

Samsung Galaxy S25 Ultra masih mengandalkan layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,9 inci dengan refresh rate adaptif 1-120Hz.

Dengan HBM (High Brightness Mode) mencapai 1400 nits dan lapisan anti-refleksi, layar ini jadi salah satu yang paling nyaman untuk penggunaan outdoor.

Selain itu, Samsung tetap mempertahankan pengalaman UI terbaik dengan One UI 7 yang lebih fresh, ikon lebih berani, dan fitur kustomisasi lock screen yang lebih fleksibel.

Now Bar juga menjadi tambahan menarik, memberikan akses cepat ke informasi penting seperti musik, timer, atau voice recorder.

S-Pen: Downgrade yang Menyebalkan

Satu fitur yang cukup mengecewakan di S25 Ultra adalah S-Pen. Biasanya, stylus bawaan ini menjadi fitur pembeda yang eksklusif di seri Ultra.

Namun, tahun ini Samsung justru menghilangkan koneksi Bluetooth pada S-Pen. Artinya, fungsi-fungsi seperti kontrol jarak jauh untuk kamera atau gestur udara tidak bisa lagi digunakan.

Keputusan ini memicu spekulasi bahwa Samsung mungkin akan menghapus S-Pen internal di masa depan dan menjualnya secara terpisah, mirip dengan yang mereka lakukan pada seri Fold. Semoga saja itu tidak terjadi.

Performa: Snapdragon 8 Gen 4 Elite, Adem dan Stabil

Di sektor dapur pacu, Samsung membekali seluruh lini S25 dengan Snapdragon 8 Gen 4 Elite yang dikustomisasi untuk Galaxy.

Performanya solid untuk gaming, dengan suhu maksimal hanya sekitar 40 derajat Celsius, jauh lebih baik dibanding S24 Ultra yang bisa mencapai 45 derajat.

Samsung juga memperbesar vapor chamber hingga 40% di model Ultra ini, sehingga disipasi panasnya lebih efisien.

Dengan RAM 12GB dan opsi penyimpanan hingga 1TB, performa HP ini memang tidak perlu diragukan.

Namun, dibanding flagship China yang sudah menawarkan varian RAM 16GB, Samsung terlihat sedikit tertinggal di bagian ini.

Baterai: Masih 5000mAh, Tertinggal dari Kompetitor?

Samsung masih mempertahankan kapasitas baterai 5000mAh, sementara beberapa flagship China seperti iQOO 13 dan Vivo X200 Pro sudah berani menghadirkan baterai 6000mAh ke atas dengan teknologi Silicon Carbon.

Daya tahan baterai S25 Ultra tetap impresif, hanya berkurang sekitar 14% dalam setengah jam bermain Genshin Impact di setting tertinggi.

Tapi jika dibandingkan dengan iQOO 13 yang hanya kehilangan 10% dalam skenario yang sama, jelas ada ruang untuk perbaikan.

Sayangnya, kecepatan charging masih mentok di 45W, yang terasa lambat dibanding kompetitor yang sudah mencapai 100W ke atas.

Kamera: Tetap Flagship, Tapi Lebih Natural

Samsung S25 Ultra tetap mempertahankan setup kamera flagship dengan sensor utama 200MP, ultrawide, dan periskop zoom.

Yang menarik, kali ini pemrosesan gambar terasa lebih natural, mirip dengan iPhone, berbeda dengan Samsung sebelumnya yang biasanya lebih agresif dalam meningkatkan saturasi warna.

Dibanding Vivo X200 Pro, yang lebih berani dalam mengolah warna dan meningkatkan kontras, kamera Samsung lebih adem dan lebih realistis. Jadi, pilihan tergantung selera pengguna.

Di sektor video, Galaxy S25 Ultra masih mampu merekam di resolusi 4K 60fps untuk kamera depan dan belakang. Tidak ada peningkatan besar, tapi ini tetap standar terbaik untuk saat ini.

Kesimpulan: Worth It atau Tidak?

Samsung Galaxy S25 Ultra bukanlah upgrade besar-besaran dibanding S24 Ultra. Bahkan, ada beberapa aspek yang mengalami downgrade, seperti fitur Bluetooth di S-Pen. Namun, HP ini tetap jadi salah satu flagship terbaik di tahun 2025 berkat:

Apakah HP ini recommended? 100% ya, terutama bagi yang ingin flagship dengan ekosistem software dan update jangka panjang yang terjamin.

Tapi, bagi yang sudah menggunakan S24 Ultra, upgrade ini tidak terlalu signifikan.

Untungnya, di tengah absennya iPhone 16 Pro di pasar Indonesia, Samsung bisa tetap melaju kencang. Kalau iPhone akhirnya kembali dijual? Ya, kita lihat nanti. Untuk saat ini, S25 Ultra menikmati momen "hoki maksimalnya."(*)

Editor : Mahendra Aditya
#harga Samsung Galaxy S25 Ultra #samsung galaxy s25 ultra #kamera Samsung Galaxy S25 Ultra #samsung #spesifikasi Samsung Galaxy S25 Ultra #iPhone 16 Pro