JEPARA — Persijap tampil spartan saat menjamu Java United pada pekan ke-7 Super League, Sabtu (24/10) malam, di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara.
Enam kali kekalahan beruntun, menjadi pacuan semangat bagi tuan rumah. Menolak menyerah.
Kesempatan datang lebih dini, pada menit ke-6 ketika Yaya Sogodogo mendapatkan peluang di dalam kotak penalti. Namun dalam ruang sempit itu, tembakannya itu masih melambung di atas mistar gawang.
Persijap bermain lebih banyak dalam mode bertahan, sembari sesekali menyerang.
Namun, kesalahan di benteng pada menit ke-27 berujung petaka.
Sendri Johansyah tak kuat menahan serangan yang bertubi-tubi dilayangkan.
Ciro Henrique Alves Ferreira e Silva berhasil membuat Java United memimpin 1-0.
Tuan rumah tak dapat mengimbangi hingga babak pertama selesai. Nyaris tanpa perlawanan dan serangan balik yang berarti.
Namun, babak kedua Persijap bangkit.
Pada menit ke 59 Persijap kembali menekan. Tembakan Yaya Sogodogo ditepis Margono, tapi disambut Juan Douglas dan bersarang ke gawang. Tuan rumah mengimbangi.
Gol ini menjadi gol kedua Douglas, setelah gol pertamanya di kandang Bali United pada Sabtu (10/10) lalu.
Hingga pekan ke-7 ini, Persijap baru mencatat tiga gol.
Gol pertama dicatat oleh Pirulo saat menjamu Persib Bandung, pada Minggu (20/9) sebelumnya.
Setelah berhasil mengimbangi, perlawanan yang diberikan Persijap meningkat. Kedua tim saling serang.
Peluang dan serangan kian menajam. Juan Cortes ingin inisiasi menyerang meningkat. Kalezic pun dimasukkan, mengganti Weyderson.
Persijap nyaris kembali kecolongan pada menit ke-74. Gustavo menerobos di lini belakang, Sendri tak dapat menghalau tembakannya. Namun, wasit menyatakan gerakannya offside. Gol pun dianulir. Skor tetap 1-1.
Ruang-ruang serang yang dibangun Java United dipatahkan oleh Persijap. Tensi bermain terus meningkat.
Sendri Johansyah melakukan berkali-kali aksi penyelamatan gemilang.
Pelatih Kepala Persijap Jepara Juan Cortes menyebut, laga ini bukanlah pertandingan mudah.
"Ini pertandingan yang sulit, Java United punya striker bagus, pemain bagus," ungkapnya, usai laga.
Ia mengakui, di babak pertama memang lebih dulu kecolongan gol.
"Tapi kami berubah di babak kedua. Pertandingan lebih baik di babak kedua, kami membuat gol," sebutnya.
Menurutnya itu menjadi hal yang bagus untuk tim.
"Tentu, kami ingin menang. Tapi itulah sepak bola. Kami akan membangun mental, step by step, serta kerja lebih keras," imbuhnya.
Menurutnya, satu poin merupakan bekal yang bagus untuk melangkah lebih percaya diri.
"Ini perjalanan sulit, enam laga sebelumnya kami kalah. Hari ini dapat poin satu, awal yang bagus untuk ke depan. Sehingga bisa melakukan persiapan lebih bagus," tegasnya.
Senada, kiper Persijap Sendri Johansyah juga menilai Java United tim yang tangguh.
"Pertandingan ini sangat melelahkan bagi saya pribadi, saya selalu berusaha fokus. Kami tahu Java United punya pemain sangat bagus," sambungnya.
Ia juga menyebut, akan terus melakukan improvisasi untuk menyambut laga-laga berikutnya. "Kami coba perbaiki permainan kami dengan latihan. Kami memang baru dapat poin satu, tapi ini bagus untuk menjadi lebih baik ke depannya," tandasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya