JEPARA — Persijap Jepara kembali menelan kekalahan saat menjamu Isenmulang. Lima kali berturut-turut. Tanpa skor.
Hasil ini memperpanjang tren negatif Laskar Kalinyamat. Kekalahan beruntun ini sekaligus membuat posisi mereka kian terpuruk di zona degradasi.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Persijap berusaha tampil menyerang sejak peluit dibunyikan, pada Jumat (16/10) pukul 19.00.
Namun tak banyak peluang berhasil diciptakan, bahkan tembakan ke gawang pun minim terjadi di babak perama.
Penyelesaian akhir yang tidak maksimal, membuat upaya tuan rumah tak kunjung berbuah gol.
Utamanya serangan yang dibangun oleh Juan Douglas, Pirulo dan Vasko Kalezic.
Peluang emas hadir pada menit ke-10. Namun, tembakan Pirulo Persijap hanya membentur mistar gawang.
Kegagalan memaksimalkan kesempatan tersebut harus dibayar mahal, ketika Isenmulang justru membuka keunggulan pada menit ke-21 melalui Modou Manneh.
Persijap berupaya merespons gol tersebut. Juan Douglas mencoba melepaskan tembakan pada menit ke-34, tetapi bola masih melambung tipis di atas gawang.
Hingga turun minum, Persijap belum mampu menyamakan kedudukan dan tertinggal 0-1.
Memasuki babak kedua, Persijap meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan.
Vasko Kalezic mendapatkan kesempatan pada menit ke-63 melalui tembakan keras, tetapi upayanya masih mampu dihalau pemain lawan.
Dua menit berselang, Yaya Sogodogo berkali-kali mengancam gawang Isenmulang, lewat tembakan keras dari luar kotak penalti.
Namun, peluang tersebut kembali gagal dikonversi menjadi gol.
Yaya kembali mendapatkan kesempatan pada menit ke-69. Kali ini, ia menyambut bola dengan tandukan keras. Namun, bola hanya menyentuh mistar gawang.
Rentetan peluang yang gagal berbuah gol membuat Persijap harus menerima kenyataan tertinggal hingga pertandingan berakhir.
Takluk di hadapan 1507 penonton di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara.
Caretaker Persijap Jepara Antonio Claudio mengakui timnya berusaha mencari gol lebih dahulu.
Namun, situasi di lapangan justru membuat Persijap kebobolan.
Menurutnya, para pemain telah menunjukkan reaksi positif, terutama pada babak kedua ketika Persijap lebih banyak melancarkan serangan.
Sayangnya, upaya tersebut tak mampu mengubah keadaan.
Evaluasi pun menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih, agar peluang-peluang yang tercipta dapat dimaksimalkan menjadi gol. Serta hasil pertandingan berikutnya bisa lebih baik.
"Kami akan mengevaluasi penuh untuk laga berikutnya (Dewa United, red)," ucapnya.
Antonio juga menilai meski pemain telah bekerja keras, namun kemenangan belum berpihak.
Senada, Sendri Johansyah menilai kekalahan tersebut menjadi bagian dari dinamika sepak bola.
Meski demikian, ia menyayangkan Persijap gagal mencetak gol lebih dahulu, padahal tim terus berusaha menekan hingga pertandingan berakhir.
Persijap, lanjutnya, tidak menyerah dan tetap berupaya mencari gol penyama kedudukan.
Namun, pertahanan Isenmulang yang solid membuat sejumlah peluang tuan rumah tidak membuahkan hasil.
Selain penyelesaian akhir, aspek komunikasi di lini pertahanan juga menjadi perhatian.
Sendri menilai koordinasi antarpemain masih perlu diperbaiki, agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan fatal.
Ke depan, intensitas latihan komunikasi dan koordinasi pertahanan perlu ditingkatkan.
Persijap membutuhkan pembenahan menyeluruh, untuk mengakhiri tren kekalahan sekaligus memperbaiki posisi di klasemen.
"Mungkin dari segi pertahanan, kami harus dilatih untuk komunikasi lebih intens. Tidak hanya saling mengandalkan," pungkasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya