RADAR KUDUS - Barcelona menunjukkan dominasi luar biasa saat menghadapi Galatasaray di Liga Champions. Statistik pertandingan memperlihatkan betapa besarnya kendali tim asuhan Hansi Flick atas jalannya laga, mulai dari penguasaan bola, jumlah tembakan, hingga peluang berbahaya yang berhasil diciptakan.
Barcelona mencatat 71 persen penguasaan bola, jauh meninggalkan Galatasaray yang hanya menguasai 29 persen. Perbedaan tersebut menggambarkan bagaimana Blaugrana lebih banyak mengendalikan permainan dan memaksa tuan rumah menghabiskan waktu untuk bertahan.
Keunggulan Barcelona juga terlihat dari jumlah percobaan ke gawang. Tim asal Catalunya itu melepaskan 22 tembakan, sedangkan Galatasaray hanya mampu membukukan lima tembakan. Artinya, Barcelona menghasilkan lebih dari empat kali lipat percobaan dibandingkan lawannya.
Dari total 22 tembakan tersebut, Barcelona mencatat 11 tembakan tepat sasaran. Sebaliknya, Galatasaray hanya menghasilkan tiga tembakan yang mengarah ke gawang. Angka ini memperlihatkan perbedaan nyata dalam kemampuan kedua tim membangun serangan dan menguji pertahanan lawan.
Baca Juga: Michael Carrick Protes Kartu Merah Leny Yoro usai MU Kalah 0-2 dari Atletico Madrid
xG Barcelona mencapai 2,83, Galatasaray hanya 0,43
Dominasi Barcelona semakin jelas melalui statistik expected goals (xG), yakni perkiraan kualitas peluang berdasarkan sejumlah faktor, termasuk posisi tembakan dan situasi serangan.
Barcelona membukukan xG sebesar 2,83, sedangkan Galatasaray hanya mencapai 0,43. Selisih yang cukup besar ini menunjukkan bahwa peluang-peluang yang diciptakan Barcelona secara keseluruhan memiliki potensi gol jauh lebih tinggi dibandingkan kesempatan milik Galatasaray.
Statistik peluang besar juga mempertegas perbedaan tersebut. Barcelona menciptakan sembilan peluang besar, sementara Galatasaray tidak mencatatkan satu pun. Dengan kata lain, tim tamu jauh lebih sering berada dalam situasi yang secara statistik berpotensi menghasilkan gol.
Perbandingan itu memperlihatkan Barcelona bukan sekadar unggul dalam menguasai bola. Tim besutan Hansi Flick juga mampu mengubah penguasaan tersebut menjadi tekanan ofensif dan kesempatan mencetak gol.
Baca Juga: Hasil Liga Champions 2026/2027: Atletico Madrid Hajar Manchester United 2-0, Leny Yoro Kartu Merah
Galatasaray kesulitan mengimbangi permainan Barcelona
Bagi Galatasaray, angka-angka tersebut menunjukkan betapa sulitnya mengimbangi intensitas permainan Barcelona. Penguasaan bola yang hanya 29 persen membuat tuan rumah memiliki lebih sedikit kesempatan untuk mengembangkan serangan secara berkelanjutan.
Sebaliknya, Barcelona dapat mengontrol tempo, mengalirkan bola, dan terus mencari celah di pertahanan lawan. Keunggulan dalam jumlah tembakan, tembakan tepat sasaran, xG, serta peluang besar menjadi gambaran kuat dari dominasi tersebut.
Meski demikian, statistik tidak selalu menggambarkan seluruh cerita pertandingan. Penguasaan bola yang tinggi tidak otomatis menjamin kemenangan, sedangkan xG merupakan perkiraan kualitas peluang, bukan jumlah gol yang pasti tercipta.
Namun, berdasarkan angka yang tersedia, Barcelona tampil jauh lebih dominan daripada Galatasaray. 71 persen penguasaan bola, 22 tembakan, xG 2,83, dan sembilan peluang besar menjadi bukti betapa agresifnya permainan Blaugrana di bawah arahan Hansi Flick.
Dominasi itu menunjukkan Barcelona memiliki kemampuan untuk mengendalikan pertandingan sekaligus menghasilkan ancaman nyata di area pertahanan lawan. Galatasaray, di sisi lain, harus bekerja jauh lebih keras untuk menandingi tekanan dan kualitas serangan tim tamu.
Editor : Mahendra Aditya