BALI – Pertandingan sengit di papan atas dan papan bawah Liga 1, menyajikan atmosfer hujan gol yang tragis bagi Laskar Kalinyamat.
Sempat memberikan perlawanan sengit di awal laga, Persijap Jepara akhirnya harus mengakui keunggulan kelas dari tuan rumah, Bali United, dengan skor telak 6-1.
Bintang kemenangan Serdadu Tridatu tidak lain ialah Jort van der Sande, yang tampil menggila lewat torehan hattrick.
Di awal babak pertama, Persijap Jepara memulai laga dengan organisasi pertahanan yang cukup rapi.
Melakukan marking dan memutus pergerakan lawan dengan cukup apik.
Laskar Kalinyamat berhasil mengunci pergerakan lini depan Bali United dan berulang kali mematahkan skema serangan skuad asuhan Johnny Jansen.
Penjaga gawang Persijap, Sendri Johansyah, juga dipaksa bekerja ekstra keras sejak peluit pertama dibunyikan.
Sendri melakukan berkali-kali penyelamatan krusial.
Namun, petaka bagi Persijap akhirnya runtuh pada menit ke-37.
Berawal dari skema bola mati melalui sepak pojok, umpan lambung terukur berhasil disambut dengan sundulan mematikan oleh Jort van der Sande.
Bola meluncur deras merobek jala Sendri Johansyah, mengubah papan skor menjadi 1-0 untuk Bali United.
Belum sempat bangkit dari keterkejutan, lini belakang Persijap kembali goyah empat menit berselang.
Tepat pada menit ke-41, Remco Balk berhasil menggandakan keunggulan tim tamu.
Memanfaatkan umpan panjang akurat dari Kadek Arel, Remco melepaskan tembakan keras yang begitu menghujam.
Sendri Johansyah sempat berupaya menghalau, namun derasnya bola membuat refleks sang kiper gagal menangkisnya. Bali United memimpin 2-0 hingga turun minum.
Jelang akhir babak pertama di masa injury time, Persijap sebetulnya sempat mendapat momentum untuk memperkecil ketertinggalan.
Tak tanggung-tanggung, ada empat peluang emas berturut-turut yang tercipta di depan gawang Bali United.
Tetapi, hal tersebut belum berbuah gol. Dua sepakan keras membentur mistar gawang, sementara dua peluang matang lainnya seperti oleh Vasci Kalezic berhasil ditepis secara heroik oleh kiper lawan dan bek.
Memasuki paruh kedua, alih-alih bangkit, Persijap justru kembali kebobolan.
Irfan Jaya melepaskan umpan lambung ke jantung pertahanan.
Pada menit ke-57 itulah, Jort van der Sande kembali menunjukkan kelasnya sebagai predator udara.
Sundulan tajamnya memaksa Sendri memungut bola untuk ketiga kalinya. Skor melebar menjadi 3-0.
Harapan sempat tumbuh pada menit ke-71.
Pemain pengganti, Juan Douglas, yang baru dimasukkan pada menit ke-46 oleh tim pelatih, sukses memecah kebuntuan Persijap.
Melalui aksi individu, Douglas melepaskan tendangan roket yang sangat keras dari luar kotak penalti, tanpa bisa dijangkau kiper Bali United. Skor berubah 3-1.
Namun, kegembiraan suporter tuan rumah hanya berumur sekejap.
Selang satu menit setelah gol Douglas, Bali United langsung membalas tunai.
Thijmen Goppel meniru skema gol Persijap dengan melepaskan tembakan keras jarak jauh dari luar kotak penalti, yang bersarang telak di pojok gawang. Bali United menjauh 4-1.
Mimpi buruk Persijap kian lengkap di menit ke-78. Kelengahan dan hilangnya fokus di lini belakang Laskar Kalinyamat harus dibayar mahal.
Jort van der Sande yang berdiri bebas tanpa kawalan ketat, berhasil memanfaatkan peluang emas untuk mencetak gol ketiganya malam itu.
Hattrick dari penyerang asing tersebut membawa Bali United unggul telak 5-1.
Pesta gol tim tamu akhirnya ditutup oleh Irfan Jaya pada masa tambahan waktu, tepatnya di menit ke-92+4.
Melalui skema serangan balik cepat, Irfan menceploskan gol keenam bagi Bali United malam itu.
Hasil ini menyamai rekor kemenangan besar kedua Bali United setelah musim lalu mereka juga sempat menang telak dengan skor serupa, 6-1, saat menjamu PSBS Biak.
Tensi pertandingan sempat memanas di penghujung laga.
Pemain bertahan Bali United, Thomas Lam, terlibat perseteruan sengit di lapangan dengan Juan Douglas.
Akibat insiden tersebut, wasit mengganjar Thomas Lam dengan kartu kuning kedua yang otomatis berujung kartu merah, memaksanya keluar lapangan lebih cepat. Pada saat yang sama Juan Douglas juga mendapatkan kartu kuning.
Tidak lama setelah insiden tersebut, peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan.
Bali United sukses mengunci kemenangan telak 6-1 di kandang sendiri.
Rentetan hasil minor dan kekalahan beruntun ini membuat Persijap Jepara kian terseok-seok dan terjerembab di zona degradasi. Tepatnya di peringkat ke-16 klasemen sementara, hanya berada di atas Malut United dan Adhyaksa.
Sebaliknya, tambahan tiga poin krusial ini mengantarkan Bali United meroket ke peringkat ke-3 klasemen sementara. Terus menempel ketat Persija Jakarta dan Dewa United yang berada di atas mereka.
Kekalahan empat kali berturut-turut ini menuntut skuad asuhan Mario Lemos berbenah. Supaya tidak lagi tertahan di garis bawah, di zona degradasi.(fik)
Editor : Ali Mustofa