PATI – Persipa Pati meraih kemenangan meyakinkan saat menghadapi Tim Porprov Kudus dalam laga uji coba di Stadion Gelora Soekarno, Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Kamis (8/10).
Laskar Saridin menang telak dengan skor 6-0. Meski demikian, hasil tersebut belum membuat pelatih Persipa, Salahudin, merasa puas dengan perkembangan timnya.
Salahudin menilai persiapan Persipa untuk menghadapi kompetisi Liga Nusantara 2026/2027 masih perlu ditingkatkan.
Hingga saat ini, progres tim baru mencapai sekitar 60 persen, sehingga masih ada sejumlah aspek permainan yang harus dibenahi sebelum kompetisi resmi dimulai.
“Yang kita lihat kolektivitas, jarak antarlini, pressure, dan fisik. Kita tidak melihat menang atau kalahnya,” ujar Salahudin, Jumat (9/10).
Dalam pertandingan melawan Tim Porprov Kudus, Persipa mampu mencetak empat gol pada babak pertama dan menambah dua gol setelah turun minum.
Pada babak kedua, pelatih menerapkan komposisi pemain yang berbeda untuk melihat perkembangan serta kemampuan tim dalam berbagai situasi permainan.
Menurut Salahudin, uji coba tersebut menjadi sarana untuk mengevaluasi kerja sama antarpemain, pengaturan jarak antarlini, tekanan terhadap lawan, hingga kesiapan fisik.
Karena itu, kemenangan dengan skor besar tidak menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan tim.
Dari sisi kebugaran, pemain yang tampil pada babak pertama dinilai sudah menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
Namun, Persipa masih perlu menguji kemampuan pemain mempertahankan performa selama 90 menit dengan intensitas permainan tinggi.
Konsistensi menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Tim dituntut mampu menjaga tempo, disiplin, dan kualitas permainan sejak awal hingga akhir pertandingan.
Selain mengevaluasi performa di lapangan, Persipa juga terus mematangkan komposisi skuad untuk menghadapi kompetisi mendatang.
Salahudin menyebut kerangka tim saat ini sudah terbentuk sekitar 75 persen.
Dari proses pembentukan skuad, sebanyak 20 hingga 21 pemain disebut telah mencapai kesepakatan.
Meski demikian, Persipa masih membutuhkan tambahan empat sampai lima pemain untuk mengisi sejumlah posisi yang dinilai belum ideal.
Penambahan pemain tersebut diharapkan dapat melengkapi kebutuhan tim sekaligus memperkuat persaingan di setiap posisi.
Dengan begitu, pelatih memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan susunan pemain dan strategi pertandingan.
Waktu persiapan Persipa terbilang semakin terbatas. Tim hanya memiliki sekitar tiga pekan sebelum Liga Nusantara musim 2026/2027 bergulir.
Dalam periode tersebut, porsi latihan fisik dan taktik akan ditingkatkan.
Persipa perlu memaksimalkan waktu yang tersisa untuk meningkatkan kebugaran pemain, mematangkan pola permainan, serta memperkuat koordinasi antarlini.
Tantangan Persipa juga tidak ringan karena persaingan di Grup B akan melibatkan sejumlah tim, yakni Putra Sang Fajar FC Blitar, Persika Karanganyar, Persibo Bojonegoro, Persiba Bantul, Persibangga Purbalingga, Persinga Ngawi, dan Gresik United.
Dengan persiapan yang terus berjalan, Persipa diharapkan mampu meningkatkan progres tim sebelum kompetisi dimulai.
Evaluasi dari setiap uji coba menjadi bekal penting bagi Laskar Saridin untuk memperbaiki kekurangan dan membangun performa yang lebih konsisten. (aua)
Editor : Ali Mustofa