KUDUS - Persiku Kudus membawa misi penting saat bertandang ke markas Sumsel United.
Konsistensi permainan menjadi salah satu fokus utama yang terus ditekankan tim pelatih setelah melihat hasil pertandingan sebelumnya.
Persiku datang ke Palembang setelah menelan kekalahan 1-2 dari PSGC Ciamis.
Karena itu, laga melawan Sumsel United di Stadion Gelora Jakabaring diharapkan bisa menjadi momentum bagi skuad Macan Muria untuk bangkit sekaligus memperbaiki posisi di klasemen.
Namun, upaya tersebut tidak akan mudah. Sumsel United sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi setelah berhasil mengalahkan Persiraja Banda Aceh dengan skor 2-1 pada 2 Oktober lalu.
Kemenangan itu menjadi modal penting bagi tuan rumah sebelum menghadapi Persiku.
Asisten Pelatih Persiku Bambang Pujo memahami bahwa pertandingan tandang kali ini bakal menghadirkan tantangan tersendiri.
Meski demikian, timnya tetap memasang target untuk membawa pulang poin dari Stadion Gelora Jakabaring.
Menurut Bambang, tambahan poin bukan hanya penting untuk posisi Persiku, tetapi juga dapat membantu mengembalikan kepercayaan diri para pemain setelah hasil kurang maksimal pada laga sebelumnya.
“Sumsel saat ini juga sedang mendapatkan kepercayaan diri. Ya, kami menargetkan poin di sana. Biar anak-anak kembali percaya diri kalau dapat poin,” tutur Bambang kepada Radar Kudus.
Persiku tidak sekadar mempersiapkan strategi untuk menghadapi Sumsel United. Tim pelatih juga melakukan evaluasi terhadap pertandingan ketika menghadapi PSGC Ciamis.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kemampuan tim menjaga konsistensi permainan hingga pertandingan berakhir.
Saat menghadapi PSGC, Persiku sebenarnya mampu menunjukkan permainan yang cukup menjanjikan, terutama melalui skema umpan-umpan pendek sejak awal laga.
Meski sempat kebobolan pada pertengahan babak pertama, Macan Muria mampu merespons dengan mempertahankan tekanan dan penguasaan permainan.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Mufid mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-74.
Sayangnya, setelah berhasil menyamakan skor, performa Persiku justru mengalami penurunan.
Konsistensi permainan mulai berkurang dan kondisi tersebut dimanfaatkan PSGC untuk kembali mencetak gol pada penghujung pertandingan.
Bambang mengatakan, persoalan tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi sebelum menghadapi Sumsel United.
Persiku dinilai sudah mampu mengontrol pertandingan dan menciptakan peluang, tetapi perlu menjaga intensitas serta konsentrasi sampai peluit akhir.
“Kalau dari aspek itu, tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan Coach Kahudi. Di permainan kami harus konsisten.
Di game terakhir lawan Ciamis, kami menguasai permainan dan bisa mencetak gol. Tapi menit 70 ke atas tidak konsisten lagi. Itu yang kami perbaiki,” ujarnya.
Pembenahan tersebut diharapkan membuat Persiku mampu mempertahankan dominasi permainan dalam waktu yang lebih panjang.
Tim pelatih tidak ingin performa positif yang sudah ditunjukkan pada sebagian besar pertandingan kembali terlepas hanya karena kehilangan konsistensi di menit-menit akhir.
Pertandingan di Gelora Jakabaring menjadi kesempatan bagi Persiku untuk membuktikan hasil evaluasi dan pembenahan yang telah dilakukan.
Menghadapi tuan rumah yang sedang memiliki kepercayaan diri tinggi, Macan Muria dituntut tampil disiplin sekaligus mampu menjaga permainan secara konsisten.
Target utama tentu membawa pulang poin dari Palembang. Namun, tambahan satu angka pun dapat menjadi hasil penting bagi Persiku untuk membangun kembali kepercayaan diri dan menjadi bekal menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya di sisa kompetisi. (dnl)
Editor : Ali Mustofa