Mario Lemos: Jeda Kompetisi Jadi Waktu Menyulam Chemistry

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 14:52 WIB
LATIHAN RUTIN: Para pemain Persijap Jepara tengah digembleng untuk laga selanjutnya, melawan Bali United pada Sabtu (10/10) mendatang. (MO PERSIJAP JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)
LATIHAN RUTIN: Pemain Persijap Jepara, Pirulo (kiri) dan seluruh skuad tengah digembleng untuk laga selanjutnya, melawan Bali United pada Sabtu (10/10) mendatang. (MO PERSIJAP JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)

JEPARA — Jeda kompetisi, telah dimanfaatkan Persijap Jepara untuk mematangkan persiapan tim.

Terutama untuk laga tandang di pekan ke-4, kontra Bali United pada Sabtu (10/10) mendatang.

Pelatih Kepala Persijap Jepara, Mário Licinio Guerreiro Lemos menilai, masa jeda menjadi momentum penting, untuk merekatkan chemistry dan menyatukan pemahaman antarpemain.

Sebab, usai tiga hasil minor sebelumnya, ada banyak pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan.

Menurutnya, kekompakan tim menjadi salah satu fokus utama selama masa persiapan. 

Para pemain terus diarahkan, agar semakin memahami pola permainan yang diinginkan tim. Sekaligus membangun koneksi di antara satu sama lain.

“Sangat penting untuk membangun chemistry di antara para pemain. Agar mereka dapat memahami bagaimana kami ingin bermain,” ungkapnya, Rabu (7/10).

Selain chemistry, Persijap juga menggunakan masa jeda untuk membenahi seluruh aspek permainan. 

Mulai dari organisasi pertahanan, pola serangan, maupun distribusi dan transisi ketika kehilangan serta mendapatkan penguasaan bola.

“Kami ingin meningkatkan semua aspek permainan kami, baik dalam bertahan, menyerang, maupun transisi. Setiap hari kami ingin menjadi lebih baik, secara individu maupun sebagai sebuah tim,” jelasnya.

Hasil pembenahan selama jeda permainan ini, akan langsung diuji saat melawan Bali United.

Kedua tim akan bertemu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (10/10) pukul 19.00 WIB.

Laga tandang ini, merupakan masa yang menentukan.

Setelah dua laga dibersamai oleh Juan Cortes, tapi tak berhasil memetik kemenangan.

Serta kembalinya Mario Lemos sebagai Pelatih Kepala yang digadang-gadang menjadi pemutus kemalangan tim.

Head Coach Persijap Jepara Mario Lemos.
Head Coach Persijap Jepara Mario Lemos.

Rentetan hasil negatif Persijap dimulai pada pekan pertama saat mereka takluk 0-2 dari Madura United di laga tandang. 

Tren buruk tersebut berlanjut pada laga kandang perdana di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), di mana tim kebanggaan warga Jepara ini menyerah dengan skor tipis 0-1 dari Borneo FC Samarinda akibat gol cepat di menit awal. 

Puncaknya terjadi pada pekan ketiga saat menjamu Persib Bandung, Persijap kembali menelan kekalahan 1-2. Meskipun sempat unggul lebih dulu lewat penalti Jose Antonio Ruiz Lopez alias Pirulo.

Kendati demikian laga terakhir yang diarsiteki oleh Mario Lemos telah menunjukkan perubahan mendasar. Persijap tidak hanya defense, tapi juga attacking.

Sekalipun masih terdapat kesalahan fatal di lini belakang akibat kurang tanggapnya respons antarpemain, yang membuat Persib Bandung menjadi unggul di menit-menit terakhir. 

Namun, persiapan ini telah disiapkan dengan matang. Mario Lemos menyebut jika masih ada banyak laga yang dapat digunakan untuk memetik poin.

Untuk itu, pihaknya tetap optimis. Sebagaimana musim sebelumnya, yang dapat keluar dari zona merah dan tetap bertahan di Liga I.

Apalagi kini, legiun asing dan pemain lokal telah disiapkan. Memberi kejutan yang tak terprediksi.(fik)

Editor : Ali Mustofa
Persijap putus kemalangan Pekan ke-4 BRI Super League Bali United vs Persijap Mario Lemos persijap jepara