RADAR KUDUS - Nama Kevin Diks kini menjadi salah satu sosok penting di lini belakang Timnas Indonesia. Bek kelahiran Belanda tersebut bukan hanya memiliki pengalaman bermain di kompetisi Eropa, tetapi juga sudah menjadi bagian penting dari skuad Garuda.
Menariknya, perjalanan Kevin Diks menuju Timnas Indonesia tidak terjadi secara instan. Ia lebih dulu meniti karier di sepak bola Belanda, merasakan atmosfer Serie A Italia, bermain di kompetisi Denmark, hingga akhirnya berlabuh ke Bundesliga Jerman.
Pada FIFA ASEAN Cup 2026, perannya semakin besar. Diks dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia dan ikut membawa skuad Garuda melaju ke final setelah melewati drama luar biasa saat menghadapi Bangladesh. Dalam pertandingan yang berakhir 9-2 itu, Diks turut mencetak satu gol pada masa tambahan waktu.
Puncaknya Kevin berhasil membawa Indonesia juara dengan mengalahkan Thailand pada babak final.
Biodata Kevin Diks
Kevin Diks memiliki nama lengkap Kevin Diks Bakarbessy. Ia lahir di Apeldoorn, Belanda, pada 6 Oktober 1996. Pemain yang berposisi sebagai bek ini memiliki darah Indonesia dari keluarga asal Maluku.
Dalam proses naturalisasinya, pemerintah Indonesia menyebut garis keturunan Diks berasal dari kakeknya yang lahir di Morotai dan neneknya yang lahir di Ambon. Faktor tersebut menjadi salah satu dasar yang memungkinkan Diks memperoleh kewarganegaraan Indonesia.
Diks kemudian resmi menjadi Warga Negara Indonesia setelah mengucapkan sumpah kewarganegaraan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kopenhagen, Denmark, pada 8 November 2024.
Dengan demikian, pemain yang sebelumnya memperkuat tim junior Belanda itu akhirnya memiliki kesempatan membela negara leluhurnya di level senior.
Baca Juga: Mengenal Mitchell Baker: Striker 196 Cm , Debut Hattrick, Kini Bikin 5 Gol untuk Indonesia
Awal Karier dari Belanda
Perjalanan sepak bola Diks dimulai sejak usia muda. Ia sempat bergabung dengan VIOS Vaassen dan AGOVV sebelum masuk akademi Vitesse.
Vitesse kemudian menjadi klub yang punya peran besar dalam perkembangan kariernya. Diks menembus tim utama pada 2014 dan menjalani debut di Eredivisie ketika masih berusia 17 tahun.
Performa tersebut membuatnya mulai mendapat perhatian sebagai salah satu pemain muda potensial di sepak bola Belanda.
Tidak lama kemudian, Diks mulai menjadi bagian dari skuad utama Vitesse. Kemampuannya bermain sebagai bek membuat ia mendapatkan kesempatan tampil secara reguler di kompetisi domestik.
Sempat Merasakan Serie A Italia
Performa Diks bersama Vitesse kemudian membuka pintu menuju Italia.
Pada 2016, ia bergabung dengan Fiorentina. Kepindahan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan kariernya karena Diks mendapatkan pengalaman bermain di salah satu liga elite Eropa, Serie A.
Namun, periode bersama Fiorentina tidak berjalan mulus dari sisi menit bermain. Ia hanya mendapatkan kesempatan terbatas di tim utama sehingga beberapa kali harus menjalani masa peminjaman.
Diks kemudian kembali ke Vitesse sebelum menjalani periode bersama Feyenoord. Ia juga sempat dipinjamkan ke Empoli dan klub Denmark, AGF.
Masa-masa peminjaman tersebut justru menjadi bagian penting dalam proses perkembangan Diks. Ia mendapatkan pengalaman bermain lebih banyak sekaligus menghadapi berbagai karakter kompetisi Eropa.
Bersinar Bersama FC Copenhagen
Karier Diks kemudian menemukan momentum besar ketika bergabung dengan FC Copenhagen.
Bersama klub Denmark tersebut, Diks berkembang menjadi pemain penting di lini pertahanan. Ia tidak hanya bermain sebagai bek tengah, tetapi juga dapat ditempatkan di sisi pertahanan sesuai kebutuhan tim.
Performa konsistennya membuat Diks semakin dikenal di kompetisi Eropa. Pengalamannya bersama Copenhagen juga menjadi modal penting ketika ia akhirnya mendapatkan kesempatan bermain di level Bundesliga.
Pada Januari 2025, Borussia Mönchengladbach mengumumkan kedatangan Diks untuk musim 2025/2026 dengan status transfer gratis.
Kini Jadi Bagian Borussia Mönchengladbach
Diks kemudian melanjutkan kariernya di Jerman bersama Borussia Mönchengladbach.
Bermain di Bundesliga membuat level tantangan yang dihadapinya semakin tinggi. Diks harus berhadapan dengan pemain-pemain top Eropa dan tuntutan kompetisi yang sangat ketat.
Ia juga mulai mendapatkan kepercayaan di lini belakang Borussia. Dalam salah satu pertandingan Bundesliga pada Februari 2026, Diks masuk dalam starting XI dan dimainkan sebagai bagian dari tiga bek tengah bersama Nico Elvedi dan Kota Takai.
Keberadaannya di Bundesliga menjadi nilai tambah tersendiri bagi Timnas Indonesia. Pasalnya, Garuda memiliki pemain yang setiap pekannya mendapat pengalaman menghadapi kompetisi sepak bola papan atas Eropa.
Perjalanan Menuju Timnas Indonesia
Sebelum membela Indonesia, Diks merupakan bagian dari sistem sepak bola Belanda. Ia pernah memperkuat tim junior Belanda, termasuk level U-19, U-20, dan U-21.
Karena memiliki darah Indonesia, nama Diks kemudian masuk dalam pembicaraan terkait proses naturalisasi. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum menyatakan bahwa Diks memiliki garis keturunan Indonesia dari keluarga di Maluku.
Proses naturalisasi tersebut kemudian mendapatkan persetujuan DPR RI pada November 2024.
Setelah seluruh proses selesai, Diks resmi menjadi WNI pada 8 November 2024.
Sejak saat itu, ia menjadi salah satu tambahan penting bagi skuad Garuda, terutama di sektor pertahanan.
Gaya Bermain Kevin Diks
Salah satu kelebihan Diks adalah fleksibilitasnya di lini belakang.
Ia bisa dimainkan sebagai bek tengah maupun bek sisi. Kemampuan tersebut membuatnya cukup berguna bagi pelatih karena dapat menyesuaikan diri dengan formasi dan kebutuhan pertandingan.
Pengalaman bermain di Belanda, Italia, Denmark, dan Jerman juga membuat Diks memiliki pemahaman terhadap berbagai karakter permainan.
Di Timnas Indonesia, pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan mengapa dirinya dipercaya mengisi peran penting di pertahanan.
Selain bertahan, Diks juga cukup berani membantu serangan. Hal tersebut terlihat ketika Indonesia menghadapi Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Dalam pertandingan yang berakhir 0-0, Diks sempat melepaskan tembakan dari sudut sempit yang mengenai sisi gawang.
Baca Juga: Profil Lengkap Ole Romeny, Bomber Timnas Indonesia yang Punya Darah Medan
Kevin Diks dan Nomor Punggung
Diks dikenal menggunakan nomor punggung 4 di level klub bersama Borussia Mönchengladbach. Nomor tersebut menjadi identitasnya di klub Bundesliga tersebut.
Sementara bersama Timnas Indonesia, keberadaannya tidak hanya berkaitan dengan nomor punggung. Diks juga mendapat tanggung jawab lebih besar sebagai pemimpin di lapangan.
Pada FIFA ASEAN Cup 2026, FIFA mencatat Diks sebagai kapten Indonesia. Ia memimpin Garuda dalam pertandingan penting di fase grup, termasuk saat menghadapi Malaysia dan Bangladesh.
Jadi Kapten dan Cetak Gol Penting
Salah satu momen paling menarik Diks bersama Indonesia terjadi saat menghadapi Bangladesh pada 1 Oktober 2026.
Indonesia membutuhkan kemenangan dengan jumlah gol besar untuk memastikan posisi teratas Grup A. Pertandingan kemudian berubah menjadi drama gol.
Garuda menang 9-2. Mitchell Baker mencetak lima gol, sementara gol lainnya dibuat Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks.
Diks mencetak gol pada menit ke-90+6. Gol tersebut sangat penting karena Indonesia saat itu membutuhkan tambahan gol untuk mengejar jumlah gol Malaysia. Setelah gol Diks, Baker kembali mencetak gol dan Indonesia akhirnya memastikan tiket ke final.
FIFA menggambarkan pertandingan tersebut sebagai pengalaman yang belum pernah dirasakan Diks sebelumnya. Sang kapten bahkan menyebut suasana pertandingan sangat gila karena Indonesia harus terus mencetak gol meskipun sudah unggul jauh.
Kevin Diks Sekarang
Memasuki Oktober 2026, Kevin Diks berada dalam fase penting dalam kariernya.
Di level klub, ia menjalani perjalanan bersama Borussia Mönchengladbach di Bundesliga. Sementara di level internasional, ia menjadi bagian dari generasi Timnas Indonesia yang tengah mengejar prestasi di FIFA ASEAN Cup.
Kombinasi pengalaman Eropa dan darah Indonesia membuat perjalanan Diks cukup menarik untuk diikuti.
Dari akademi Vitesse, merasakan sulitnya mendapatkan menit bermain di Fiorentina, berkembang bersama klub-klub Denmark, hingga akhirnya bermain di Bundesliga, karier Diks menunjukkan perjalanan yang panjang.
Kini, ia bukan lagi sekadar pemain keturunan yang dinaturalisasi. Diks sudah menjadi bagian dari skuad Garuda dan bahkan dipercaya mengenakan ban kapten.
Perannya di lini belakang sekaligus kepemimpinannya di lapangan membuat Kevin Diks menjadi salah satu figur penting dalam perjalanan Timnas Indonesia pada 2026.
Editor : Mahendra Aditya