RADAR KUDUS - Timnas Indonesia menutup perjalanan di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil gemilang.
Skuad Garuda berhasil keluar sebagai juara setelah melewati empat pertandingan dengan torehan 13 gol dan hanya empat kali kebobolan.
Gelar juara tersebut dipastikan setelah Indonesia menaklukkan Thailand melalui drama adu penalti pada laga final yang berlangsung hingga babak tambahan waktu.
Pertandingan berjalan ketat dan penuh tekanan sebelum akhirnya Skuad Garuda mampu mengamankan kemenangan.
Perjalanan menuju podium juara tentu tidak datang dengan mudah. Indonesia harus melewati persaingan ketat di fase grup, menghadapi situasi sulit saat bermain dengan 10 pemain, hingga menjalani pertandingan final yang berlangsung dramatis.
Awali Turnamen dengan Kemenangan
Indonesia langsung menunjukkan produktivitasnya pada pertandingan pertama. Skuad Garuda berhasil mengalahkan Singapura dengan skor 2-0.
Dua gol kemenangan Indonesia masing-masing dicetak Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny.
Hasil tersebut menjadi awal positif bagi perjalanan Skuad Garuda di Grup A.
Namun, tantangan lebih berat menanti pada pertandingan berikutnya ketika Indonesia berhadapan dengan Malaysia.
Laga tersebut berubah menjadi ujian berat setelah Thom Haye mendapat kartu merah pada menit ke-36.
Indonesia pun harus melanjutkan pertandingan dengan hanya 10 pemain.
Dalam situasi tersebut, Skuad Garuda lebih banyak mendapatkan tekanan. Meski demikian, pertahanan Indonesia mampu bertahan hingga pertandingan berakhir tanpa gol.
Skor 0-0 membuat persaingan di Grup A semakin terbuka. Penentuan posisi akhir grup kemudian harus menunggu pertandingan terakhir.
Sembilan Gol ke Gawang Bangladesh
Pertandingan melawan Bangladesh menjadi momen penting bagi Indonesia.
Skuad Garuda tidak hanya membutuhkan kemenangan, tetapi juga harus mengejar produktivitas gol karena selisih gol menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan dengan Malaysia.
Indonesia tampil agresif dan akhirnya mencatat kemenangan besar 9-2.
Menariknya, sebagian besar gol lahir menjelang pertandingan berakhir.
Skuad Garuda mencetak dua gol tambahan dalam dua menit terakhir masa injury time babak kedua untuk memastikan kemenangan telak tersebut.
Hasil itu membawa Indonesia finis sebagai juara Grup A.
Indonesia dan Malaysia sama-sama mengakhiri fase grup dengan selisih gol +9.
Namun, Skuad Garuda memiliki keunggulan dalam jumlah gol yang dicetak, yakni 11 gol berbanding sembilan milik Malaysia.
Salah satu pemain yang paling mencuri perhatian adalah Mitchell Baker. Penyerang berusia 19 tahun tersebut mencetak lima gol dalam pertandingan melawan Bangladesh.
Catatan lima gol atau quintrick itu sekaligus membuat Baker menjadi pencetak gol terbanyak Indonesia sepanjang turnamen.
Final Melawan Thailand Penuh Drama
Thailand kemudian menjadi lawan Indonesia pada pertandingan final. Tim berjuluk Gajah Perang tersebut merupakan salah satu lawan yang selalu memberikan tantangan berat bagi Skuad Garuda.
Pertandingan final berlangsung ketat. Indonesia akhirnya berhasil memecah kebuntuan melalui gol Dean James pada menit ke-84.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Hanya tiga menit berselang, Iklas Sanron berhasil membuat kedudukan kembali imbang 1-1.
Pertandingan pun berlanjut ke babak tambahan waktu.
Drama semakin memuncak ketika Thailand berbalik unggul pada menit ke-111.
Peeradon Chamratsamee melepaskan tembakan mendatar yang gagal dihentikan Emil Audero sehingga Indonesia kembali tertinggal 1-2.
Dalam situasi yang semakin sulit, Skuad Garuda tidak menyerah.
Indonesia terus berusaha mencari gol penyama hingga akhirnya Elkan Baggott berhasil mencetak gol pada menit ke-116 setelah meneruskan umpan Rizky Ridho.
Skor berubah menjadi 2-2 dan pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Adu Penalti Pastikan Indonesia Juara
Adu penalti menjadi penentu terakhir dalam perjalanan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Empat pemain Indonesia, yakni Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama, berhasil menjalankan tugasnya sebagai eksekutor.
Di sisi Thailand, Sarach Yooyen gagal setelah tendangannya membentur tiang. Sementara sepakan Nattapong Sayriya berhasil dihentikan Emil Audero.
Hasil tersebut memastikan Indonesia keluar sebagai pemenang dan mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026.
13 Gol dalam Empat Pertandingan
Jika melihat keseluruhan perjalanan, performa Indonesia sepanjang turnamen menunjukkan produktivitas yang cukup tinggi.
Dalam empat pertandingan, Skuad Garuda mencetak 13 gol dan hanya kebobolan empat kali.
Artinya, Indonesia memiliki rata-rata 3,3 gol setiap pertandingan dan rata-rata kebobolan satu gol per laga.
Indonesia juga mencatat dua clean sheet sepanjang turnamen.
Dari 13 gol yang dicetak, Mitchell Baker menjadi pemain dengan kontribusi terbesar melalui lima gol. Sementara delapan pemain lainnya masing-masing menyumbangkan satu gol.
Mereka adalah Ole Romeny, Kevin Diks, Justin Hubner, Elkan Baggott, Dean James, Ragnar Oratmangoen, Rizky Ridho, dan Luke Vickery.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa produktivitas Indonesia tidak hanya bergantung kepada lini depan. Para pemain belakang juga ikut memberikan kontribusi dalam mencetak gol.
Enam dari delapan pemain yang masing-masing mencetak satu gol bahkan berasal dari posisi bertahan atau memiliki peran defensif.
Kevin Diks, Justin Hubner, Elkan Baggott, Dean James, dan Rizky Ridho menjadi beberapa pemain belakang yang berhasil mencatatkan namanya di papan skor.
Pada akhirnya, gelar FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi penutup perjalanan Indonesia dengan catatan 13 gol dan hanya empat kali kebobolan.
Bukan sekadar trofi, perjalanan tersebut juga memperlihatkan produktivitas Skuad Garuda sekaligus kemampuan mereka melewati tekanan, termasuk ketika pertandingan harus ditentukan melalui babak tambahan waktu dan adu penalti.
Editor : Ali Mustofa