RADAR KUDUS - Timnas Indonesia membawa modal agresivitas setelah mencetak sembilan gol pada pertandingan terakhir fase grup. Sementara itu, Thailand datang dengan karakter permainan yang lebih tenang, terstruktur, serta memiliki pengalaman dalam mengelola pertandingan.
Perbedaan karakter tersebut akan diuji dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) pukul 20.00 WIB.
Indonesia tampil produktif sepanjang fase grup dan belum terkalahkan dalam tiga pertandingan. Namun, catatan pertemuan kedua tim menjadi tantangan tersendiri bagi skuad Garuda.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Indonesia vs Thailand, Ole Romeny Belum Pasti Main, Ini Opsi Herdman
Indonesia dan Thailand tercatat sudah berhadapan sebanyak 78 kali sejak pertemuan pertama pada 1957. Dalam lima pertemuan terakhir, Thailand masih memiliki catatan yang lebih baik dibandingkan Indonesia.
Karena itu, duel di lini tengah diperkirakan menjadi salah satu area paling penting dalam pertandingan. Indonesia membutuhkan aliran bola yang cepat untuk mendukung permainan menyerang, sementara Thailand memiliki pemain yang berpengalaman dalam menjaga struktur permainan.
Indonesia diperkirakan kembali menggunakan formasi 3-4-2-1. John Herdman memiliki beberapa pilihan di posisi penjaga gawang, yakni Emil Audero, Maarten Paes dan Nadeo Argawinata.
Di depan penjaga gawang, tiga bek tengah dapat ditempati Rizky Ridho, Elkan Baggott dan Justin Hubner. Komposisi tersebut memberikan Indonesia kekuatan dalam duel sekaligus membantu menjaga area tengah pertahanan.
Baca Juga: Preview Indonesia vs Thailand di Final di FIFA ASEAN Cup 2026, 18 Gol Sudah Tercipta
Untuk posisi sayap, Kevin Diks dan Calvin Verdonk menjadi dua pemain yang dapat memberikan keseimbangan antara tugas bertahan dan kontribusi menyerang. Dean James juga menjadi opsi untuk memberikan variasi permainan dari sisi lapangan.
Lini tengah menjadi bagian penting dalam skema Garuda. Thom Haye, Joey Pelupessy dan Ivar Jenner merupakan sejumlah nama yang dapat berperan dalam mengatur distribusi bola sekaligus mengubah arah serangan.
Di lini depan, Indonesia memiliki sejumlah opsi yang dapat memberikan tekanan terhadap pertahanan Thailand. Pergerakan penyerang tidak hanya dibutuhkan untuk mencetak gol, tetapi juga menarik pemain belakang lawan sehingga ruang bagi Ole Romeny, Luke Vickery maupun pemain dari lini kedua dapat terbuka.
Dengan komposisi tersebut, Indonesia memiliki opsi untuk membangun serangan dari belakang sekaligus mengandalkan lebar lapangan melalui pemain sayap.
Di kubu Thailand, formasi yang diperkirakan digunakan adalah 4-2-3-1. Patiwat Khammai, Saranon Anuin dan Kampol Pathomakkakul menjadi opsi di posisi penjaga gawang.
Selain kemampuan melakukan penyelamatan, distribusi bola dari penjaga gawang juga akan menjadi aspek penting ketika Thailand menghadapi tekanan Indonesia.
Baca Juga: Tiket Final Indonesia vs Thailand Sold Out, 67 Ribu Suporter Siap Banjiri SUGBK
Di lini pertahanan, Thailand memiliki Manuel Bihr, Nattapong Sayriya, Nicholas Mickelson dan Kritsada Kaman. Struktur empat bek tersebut menjadi salah satu fondasi permainan Changsuek dalam menghadapi serangan lawan.
Thailand juga memiliki sejumlah pemain yang dapat membantu menjaga keseimbangan permainan. Dengan struktur 4-2-3-1, dua gelandang di depan lini belakang dapat menjadi penghubung antara pertahanan dan lini serang.
Sementara itu, pemain di belakang penyerang utama memiliki tugas untuk menciptakan peluang sekaligus memberikan tekanan ketika kehilangan bola.
Baca Juga: Indonesia Tantang Thailand di Final Malam Ini, Saatnya Garuda Akhiri Penantian Gelar
Indonesia dan Thailand sama-sama memiliki modal untuk menghadapi pertandingan puncak. Garuda datang dengan kepercayaan diri setelah tampil produktif di fase grup, sedangkan Thailand memiliki pengalaman dan catatan pertemuan yang menjadi bekal menghadapi tuan rumah.
Pertandingan di SUGBK nantinya akan menguji apakah agresivitas Indonesia mampu membongkar struktur permainan Thailand atau justru pengalaman Changsuek dalam mengendalikan tempo pertandingan yang menjadi pembeda.
Prediksi formasi kedua tim:
Indonesia — 3-4-2-1
Emil Audero/Maarten Paes/Nadeo Argawinata; Rizky Ridho, Elkan Baggott, Justin Hubner; Kevin Diks, Thom Haye, Joey Pelupessy/Ivar Jenner, Calvin Verdonk/Dean James; pemain pendukung lini depan; Ole Romeny/Luke Vickery.
Thailand — 4-2-3-1
Patiwat Khammai/Saranon Anuin/Kampol Pathomakkakul; Manuel Bihr, Nattapong Sayriya, Nicholas Mickelson, Kritsada Kaman; dua gelandang tengah; tiga pemain di belakang penyerang; penyerang utama.
Susunan tersebut masih berupa prediksi dan dapat berubah mengikuti keputusan akhir kedua pelatih serta kondisi pemain menjelang kick-off.
Dengan final berlangsung di hadapan puluhan ribu pendukung Indonesia, pertandingan ini dipastikan menjadi ujian besar bagi kedua tim. Garuda memiliki daya ledak dalam serangan, sementara Thailand mengandalkan struktur permainan dan pengalaman. Duel di lini tengah pun berpotensi menjadi salah satu penentu jalannya pertandingan.
Editor : Mahendra Aditya