Jelang Lawan PSGC, Persiku Kudus Punya Satu Ancaman Serius Bernama Ndouasel

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 10:13 WIB
Logo Persiku Kudus (Ist)
Logo Persiku Kudus (Ist)

KUDUS - Persiku Kudus bersiap menghadapi PSGC Ciamis pada pekan keempat Championship 2026/2027.

Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (3/10).

Menghadapi laga ini, Pelatih Persiku Kahudi Wahyu memberikan perhatian khusus terhadap sosok Ezechiel Ndouasel.

Striker PSGC tersebut dinilai menjadi salah satu ancaman utama yang harus diantisipasi tim berjuluk Macan Muria.

Kekhawatiran itu tidak lepas dari catatan tiga pertandingan PSGC sebelumnya.

Dari tiga gol yang berhasil dicetak Laskar Singacala, seluruhnya berasal dari Ndouasel. 

Catatan tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran penyerang asal Chad itu dalam lini serang PSGC.

Ndouasel juga memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya berbahaya di depan gawang.

Selain memiliki postur tubuh yang tinggi dan kuat, mantan pemain Persib Bandung itu dikenal mampu memenangkan duel, membaca ruang dengan baik, serta menyelesaikan peluang secara efektif.

Kahudi melihat PSGC memiliki kecenderungan bermain secara direct.

Tim asuhan Hery Kiswanto tersebut dinilai tidak terlalu mengandalkan penguasaan bola, melainkan lebih sering mengarahkan bola kepada Ndouasel sebagai target di lini depan.

“Kalau saya amati sepintas, permainan PSGC cenderung direct, tidak terlalu banyak memainkan possession. Mereka lebih sering mencari target ke Ndouasel,” ungkap Kahudi kepada Radar Kudus.

Menurut Kahudi, pergerakan Ndouasel juga perlu menjadi perhatian.

Sang striker kerap menjauh dari pemain yang menguasai bola untuk mencari ruang, sebelum kemudian menerima umpan akhir di area depan pertahanan lawan.

Karena itu, Persiku diminta tidak lengah dalam mengantisipasi pergerakan pemain berusia 38 tahun tersebut.

Meski sudah memasuki usia senior, produktivitas Ndouasel dalam tiga laga awal menjadi bukti bahwa ketajamannya masih patut diperhitungkan.

Untuk meredam permainan PSGC, Kahudi membuka peluang kembali menggunakan skema tiga bek.

Formasi tersebut bisa menjadi salah satu opsi untuk mempersempit ruang gerak lini serang lawan, terutama Ndouasel.

Namun, Kahudi tidak berencana menerapkan penjagaan satu lawan satu secara khusus terhadap bomber PSGC tersebut.

Ia lebih menekankan pentingnya permainan kolektif seluruh pemain Persiku, baik saat bertahan maupun ketika berusaha merebut bola.

Dengan pendekatan tersebut, Persiku diharapkan mampu membatasi ruang gerak Ndouasel sekaligus meredam pola permainan direct yang menjadi salah satu kekuatan PSGC Ciamis. (dnl)

Editor : Ali Mustofa
Championship 2026/2027 Ezechiel Ndouasel persiku kudus psgc ciamis Kahudi Wahyu