Kejutan-Kejutan Asian Games 2026: Dari Comeback Indonesia hingga Rekor Bersejarah China

Zainal Abidin RK • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 07:34 WIB
Tim beregu putra badminton Indonesia untuk Asian Games 2026.
Tim beregu putra badminton Indonesia untuk Asian Games 2026.

NAGOYA – Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menghadirkan sejumlah kejutan yang membuat persaingan olahraga terbesar di Asia semakin menarik. Hingga memasuki fase akhir penyelenggaraan, beberapa hasil di luar dugaan muncul, baik dari cabang olahraga beregu maupun individu.

Berikut sejumlah kejutan yang menjadi sorotan.

1. Indonesia Comeback Dramatis, Tertinggal 0-2 tetapi Rebut Emas

Salah satu kejutan terbesar datang dari tim bulu tangkis putra Indonesia.

Indonesia menghadapi China pada final beregu putra. Sempat tertinggal 0-2 setelah Jonatan Christie dan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kalah, Indonesia kemudian bangkit.

Alwi Farhan dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Pada partai penentuan, Moh Zaki Ubaidillah tampil sebagai penentu kemenangan setelah mengalahkan Weng Hongyang 23-21, 21-13.

Indonesia akhirnya menang 3-2 dan meraih emas. Menurut PBSI, emas tersebut sekaligus mengakhiri penantian 28 tahun Indonesia untuk kembali menjadi juara Asian Games di nomor beregu putra.

2. Desak Made Rita Tampil Gemilang di Panjat Tebing

Kejutan lain datang dari Indonesia melalui Desak Made Rita Kusuma Dewi.

Atlet Indonesia tersebut merebut emas nomor speed putri dengan catatan 6,062 detik, mengalahkan atlet China Lijuan Deng yang mencatat 6,064 detik. Selisih waktunya hanya 0,002 detik.

Medali tersebut juga membawa Indonesia naik ke posisi 13 klasemen sementara perolehan medali pada 30 September.

3. Filipina Mendapat Kejutan dari Alex Eala

Filipina juga memperoleh momentum penting melalui Alex Eala.

Petenis muda tersebut memastikan minimal medali perunggu setelah mengalahkan Joanna Garland dari Taiwan pada perempat final tunggal putri dengan skor 7-5, 6-0.

Eala menjadi petenis Filipina pertama yang meraih gelar WTA dan kini melanjutkan kiprahnya di panggung Asian Games.

4. China Cetak Rekor Fantastis di Loncat Indah

China kembali menunjukkan kekuatannya di cabang loncat indah.

Lian Junjie memenangkan nomor platform 10 meter putra dan kemenangan itu menjadi emas ke-100 China secara beruntun di cabang loncat indah Asian Games sejak China pertama kali tampil pada 1974.

Dominasi China juga terlihat di sejumlah cabang lain. Di senam putri beregu, China meraih emas ke-14 berturut-turut di Asian Games.

5. Korea Selatan Lima Kali Beruntun Juara Bisbol

Korea Selatan kembali mempertahankan dominasinya di bisbol.

Dalam final, Korea Selatan mengalahkan tuan rumah Jepang 3-1. Hasil tersebut membuat Korea Selatan meraih lima emas Asian Games secara beruntun, sejak Guangzhou 2010.

Yang menarik, Jepang menggunakan pemain dari liga industri, sementara Korea Selatan membawa pemain profesional yang mayoritas berusia 24 tahun atau lebih muda.

6. Manu Bhaker Justru Pulang Tanpa Medali

Salah satu hasil yang paling mengejutkan datang dari India.

Manu Bhaker, peraih dua medali Olimpiade, mengikuti empat nomor di Asian Games 2026 tetapi tidak berhasil mendapatkan medali.

Hasil tersebut menjadi sorotan karena cabang menembak selama ini merupakan salah satu andalan India dalam ajang multievent. Performa India di menembak juga disebut tidak mampu menyamai pencapaian mereka pada Asian Games Hangzhou 2023.

7. Anak 11 Tahun Meraih Emas

Asian Games 2026 juga menghadirkan kejutan dari generasi yang sangat muda.

Atlet Jepang Yuki Kurihara, yang baru berusia 11 tahun, memenangkan emas esports nomor Puyo Puyo Champions. Prestasi tersebut menjadikannya salah satu simbol generasi muda Jepang dalam kompetisi olahraga digital.

8. Korea Selatan Comeback atas China di Sepak Bola

Drama juga terjadi di sepak bola putra.

Korea Selatan sempat berada dalam situasi sulit ketika menghadapi China. Namun mereka mampu membalikkan keadaan dan menang 2-1, sekaligus memastikan tempat di final untuk keempat kalinya secara beruntun.

Di semifinal lainnya, Jepang mengalahkan Uzbekistan melalui adu penalti dan kemudian bertemu Korea Selatan di partai puncak.


Asian Games 2026 Belum Selesai, Kejutan Masih Terbuka

Rangkaian pertandingan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 masih berlangsung hingga 4 Oktober. Karena itu, daftar kejutan tersebut masih sangat mungkin bertambah pada hari-hari terakhir kompetisi.

Dari comeback Indonesia, dominasi China, kejutan Alex Eala, hingga kegagalan sejumlah atlet unggulan meraih medali, Asian Games 2026 kembali menunjukkan satu hal: nama besar dan predikat unggulan tidak selalu menjamin hasil di arena pertandingan.

Bagi Indonesia, perjuangan juga belum selesai. Setelah emas Desak Made Rita, perhatian kini tertuju pada cabang-cabang yang masih menyisakan peluang medali bagi Merah Putih. (*)

Editor : Zainal Abidin RK
alex eala asian games filipina china