Laga Penentu di GBK, Erick Thohir Minta Timnas Indonesia Tak Anggap Enteng Bangladesh

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 15:39 WIB
Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

RADAR KUDUS - Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir mengingatkan Timnas Indonesia agar tidak menganggap enteng Bangladesh pada pertandingan terakhir Divisi 1 Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Pertandingan yang menjadi penentu peluang Indonesia tersebut akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10) malam.

Erick menilai Bangladesh tetap merupakan lawan yang harus diwaspadai.

Laga tersebut penting bagi skuad Garuda untuk mempertahankan kesempatan melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 menghadapi Thailand.

“Artinya, Bangladesh juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Timnas harus fight dan mudah-mudahan Malaysia dan Singapura juga fight sama-sama. Kita lihat nanti hasilnya,” kata Erick di Bandung, Selasa.

Peluang Indonesia Masih Terbuka

Erick menegaskan peluang Indonesia belum tertutup. Karena itu, para pemain diminta tetap berjuang maksimal hingga pertandingan terakhir Grup A selesai.

Menurutnya, perjuangan untuk menjaga peluang lolos memang tidak mudah dan membutuhkan kerja keras seluruh pemain.

“Masih ada peluang. Dengan segala risiko, harus berjuang. Namanya berjuang ya seperti ini, ngos-ngosan, tidak mudah,” ujarnya.

Erick juga memberikan apresiasi kepada para pemain Timnas Indonesia setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada laga kedua Grup A, Senin (28/9).

Dalam pertandingan tersebut, Indonesia harus bermain dengan 10 pemain.

Meski berada dalam situasi sulit, para pemain dinilai tetap menunjukkan semangat dan berusaha memberikan kemampuan terbaik hingga pertandingan berakhir.

“Kalau saya lihat dalam konteks yang saya lihat kemarin, dengan pemain kurang satu, pemain-pemain harus kita apresiasi. Mereka terbang jauh, bertanding jauh, dan memberikan kekuatan semaksimal mungkin,” kata Erick.

Kritik Jadi Bagian dari Sepak Bola

Mengenai berbagai kritik yang ditujukan kepada Timnas Indonesia, Erick menyebut tekanan semacam itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sepak bola.

Ia menilai bukan hanya Indonesia yang mendapatkan sorotan. Pelatih dari sejumlah negara peserta FIFA ASEAN Cup 2026 juga menghadapi kritik ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan.

“Saya rasa ya kembali. Kalau kita lihat pelatih Thailand, pelatih Malaysia, pelatih Vietnam pasti juga penuh kritik. Memang sepak bola seperti itu, cukup kejam,” ujar Erick.

Kini perhatian Timnas Indonesia tertuju pada laga terakhir Grup A melawan Bangladesh.

Hasil pertandingan tersebut akan menjadi salah satu penentu perjalanan skuad Garuda dalam persaingan menuju final FIFA ASEAN Cup 2026.

Editor : Ali Mustofa
FIFA ASEAN Cup 2026 bangladesh timnas indonesia erick thohir pssi