Manu Koné Tampil Gemilang Bersama Roma dan Prancis, Valuasinya Kini Tembus 100 Juta Euro

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 10:03 WIB

 

Manu Kone.
Manu Kone.

RADAR KUDUS - Manu Koné mengawali musim 2026/2027 dengan performa yang semakin mencuri perhatian. Gelandang AS Roma itu bukan hanya menjadi salah satu pemain penting di lini tengah klub, tetapi juga mulai menunjukkan kualitasnya bersama Timnas Prancis di bawah pelatih baru, Zinedine Zidane.

Performa impresif tersebut membuat posisi Koné di bursa transfer ikut berubah. Jika sebelumnya AS Roma masih dikaitkan dengan tawaran sekitar 60 juta euro, kini klub asal ibu kota Italia itu disebut berani memasang valuasi mendekati 100 juta euro untuk pemain berusia 25 tahun tersebut.

Lonjakan nilai itu tidak datang tanpa alasan. Koné tampil menonjol dalam pertandingan besar Serie A ketika Roma menghadapi Inter Milan pada 19 September 2026. Ia mencetak dua gol pada babak pertama dalam pertandingan yang akhirnya berakhir 2-2. Penampilan tersebut membuatnya mendapatkan sorotan besar sekaligus memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain kunci dalam proyek Gian Piero Gasperini di Roma.

Baca Juga: Jari Kaki Alexander Isak Berdarah Usai Diinjak Pemain Rumania, Begini Kondisinya

Menariknya, performa Koné tidak berhenti di level klub. Ia juga mendapatkan kepercayaan dari Zidane untuk memainkan peran berbeda bersama Prancis. Dalam pertandingan melawan Turki, Koné dimainkan lebih dalam sebagai gelandang bertahan, bukan sebagai gelandang yang biasa bergerak lebih maju seperti perannya di Roma.

Perubahan posisi tersebut justru menjadi kesempatan bagi Koné untuk menunjukkan fleksibilitasnya. Zidane menilai sang gelandang mampu menjalankan tugas tersebut dengan baik dan memberikan keseimbangan bagi permainan Prancis. Koné pun mendapatkan pujian setelah menjalani pertandingan pertamanya bersama Prancis di era Zidane.

“Manu sangat bagus. Dia tidak terbiasa bermain di posisi gelandang bertahan. Saya ingin melihat bagaimana dia menangani peran itu dan dia memperlihatkan keseimbangan yang luar biasa,” demikian pujian Zidane yang dikutip media Italia.

Situasi tersebut semakin menguatkan posisi Koné di mata klub-klub besar Eropa. Chelsea menjadi salah satu tim yang sebelumnya berusaha mendapatkan tanda tangannya. Pada penghujung bursa transfer musim panas, Chelsea dan Roma bahkan sempat berada dalam pembicaraan untuk transfer senilai sekitar 60 juta euro. Namun, kesepakatan tersebut akhirnya tidak terealisasi setelah Gasperini menolak kehilangan pemain yang dianggap sangat penting bagi lini tengahnya.

Baca Juga: 114 Dakwaan Man City Terbukti, Anderson-O’Reilly-Guéhi Galau Saat Tampil di Timnas Inggris

Laporan L'Equipe menyebut kesepakatan antara Roma dan Chelsea sebenarnya sudah sangat dekat. Koné disebut tertarik dengan kemungkinan pindah ke Stamford Bridge dan telah berbicara mengenai rencana penggunaannya di Chelsea. Namun, Roma pada akhirnya tidak menemukan solusi untuk menggantikan peran sang pemain sebelum bursa transfer ditutup.

Gasperini sendiri sejak awal menjadikan Koné sebagai bagian penting dari sistem permainannya. Keputusan untuk mempertahankannya kini terlihat semakin berharga setelah sang pemain menunjukkan peningkatan kontribusi di awal musim.

Bagi Roma, mempertahankan Koné juga memberikan keuntungan dari sisi posisi tawar. Setelah sebelumnya harga sekitar 60 juta euro dianggap sudah tinggi, performanya bersama klub dan Prancis membuat angka tersebut kini disebut hanya sebagai titik awal. La Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa Roma dapat meminta sekitar 100 juta euro jika ada klub yang kembali datang pada bursa transfer Januari.

Angka tersebut juga dikaitkan dengan perkembangan harga pemain tengah di pasar Eropa. Roma disebut menjadikan transfer besar seperti Mateus Fernandes dan Sandro Tonali sebagai salah satu pembanding dalam menentukan valuasi Koné. Dengan kondisi pasar yang semakin agresif, performa Koné membuat Roma memiliki alasan untuk menaikkan tuntutan mereka.

Kenaikan valuasi itu sekaligus menjadi gambaran perubahan status Koné. Ia bukan lagi sekadar gelandang yang menarik perhatian klub-klub besar, tetapi mulai menjadi pemain yang dianggap sebagai pusat permainan Roma. Kemampuannya bermain sebagai gelandang pekerja, membantu pertahanan, sekaligus masuk ke area serangan membuat perannya semakin lengkap.

Baca Juga: Man City Terancam Hukuman 70-80 Poin, Degradasi hingga Expulsion Menanti?

Dua gol ke gawang Inter menjadi salah satu bukti paling jelas. Koné mampu memberikan ancaman langsung di depan gawang sekaligus tetap menjalankan tugasnya di lini tengah. Performa tersebut membuatnya semakin sulit digantikan dalam skema Gasperini.

Di level internasional, situasinya juga berkembang. Kepercayaan Zidane untuk memainkannya di posisi yang lebih defensif menunjukkan bahwa kualitas Koné tidak hanya dinilai dari kemampuan menyerang. Ia mulai dipandang sebagai gelandang yang dapat menjalankan beberapa fungsi sesuai kebutuhan tim.

Dengan kombinasi performa di Roma dan meningkatnya kepercayaan di Timnas Prancis, Koné kini memasuki fase penting dalam kariernya. Bursa transfer Januari berpotensi menjadi ujian berikutnya bagi Roma karena klub-klub besar yang sebelumnya mengejarnya masih memiliki alasan untuk kembali melakukan pendekatan.

Namun, untuk saat ini Roma berada dalam posisi yang lebih kuat. Koné masih menjadi bagian penting dari tim Gasperini, sementara performanya terus membuat nilai pasarnya meningkat. Dari tawaran yang berada di kisaran 60 juta euro, kini angka 100 juta euro mulai muncul sebagai valuasi baru.

Perkembangan tersebut menunjukkan betapa cepatnya situasi seorang pemain dapat berubah hanya dalam hitungan pekan. Koné menjawab kepercayaan Roma dengan performa di Serie A, kemudian melanjutkannya bersama Prancis. Jika konsistensi itu terus terjaga, bukan tidak mungkin namanya akan semakin sering masuk dalam pembicaraan transfer klub-klub elite Eropa.

Editor : Mahendra Aditya
Manu Kone Manu Kone Roma Manu Kone Timnas Prancis Manu Kone 100 juta euro Manu Kone Chelsea