114 Dakwaan Man City Terbukti, Anderson-O’Reilly-Guéhi Galau Saat Tampil di Timnas Inggris

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 09:57 WIB
Elliot Anderson sepakat gabung Manchester City musim depan
Elliot Anderson sepakat gabung Manchester City musim depan

RADAR KUDUS - Kabar mengenai putusan kasus 115 dugaan pelanggaran aturan finansial Manchester City ikut menjadi perhatian di tengah persiapan Timnas Inggris.

Tiga pemain City yang berada di skuad The Three Lions, Elliot Anderson, Nico O’Reilly, dan Marc Guéhi, harus membagi konsentrasi antara tugas negara dan ketidakpastian yang sedang membayangi klub mereka.

Manchester City dilaporkan dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan yang diajukan Premier League terkait dugaan pelanggaran aturan finansial. Namun, putusan tersebut belum berarti hukuman akhir sudah ditetapkan. Sanksi terhadap klub masih harus ditentukan dan Manchester City diperkirakan akan menempuh proses banding.

Baca Juga: Man City Terancam Hukuman 70-80 Poin, Degradasi hingga Expulsion Menanti?

Situasi tersebut menjadi pembicaraan hangat di lingkungan Timnas Inggris karena Anderson, O’Reilly, dan Guéhi merupakan bagian dari skuad yang tengah menjalankan agenda internasional.

Ketiganya bahkan tampil sebagai starter ketika Inggris menghadapi Spanyol di Wembley. Laga tersebut berakhir dengan kekalahan Inggris 2-3 dari juara dunia tersebut. Manchester City sendiri mencatat bahwa Anderson, Guéhi, dan O’Reilly turun sejak awal pertandingan.

Sorotan kemudian mengarah kepada kondisi mental para pemain City di tengah situasi yang serba tidak pasti tersebut. Harry Kane mengakui bahwa persoalan Manchester City memang menjadi pembicaraan di dalam skuad Inggris. Namun, kapten The Three Lions itu menegaskan bahwa para pemain tetap harus memisahkan persoalan klub dari kewajiban mereka bersama tim nasional.

Menurut Kane, Anderson, O’Reilly, dan Guéhi akan menghadapi persoalan Manchester City setelah kembali ke klub. Selama berada di tim nasional, fokus mereka seharusnya tetap diarahkan kepada kepentingan Inggris.

Baca Juga: Cetak Gol lalu Cedera, Kylian Mbappé Alami Hiperekstensi Lutut Kiri

Pernyataan tersebut menjadi penting karena timing munculnya kabar putusan Manchester City sangat berdekatan dengan pertandingan Inggris melawan Spanyol. Laporan mengenai hasil pemeriksaan independen muncul hanya sehari sebelum pertandingan tersebut.

Meski demikian, situasi di lapangan menunjukkan ketiga pemain memang menjalani pertandingan dengan tekanan tersendiri. Guéhi mengalami momen sulit ketika kehilangan bola di area pertahanan pada awal pertandingan. Kesalahan tersebut dimanfaatkan Lamine Yamal untuk membawa Spanyol unggul cepat.

O’Reilly juga mengalami situasi serupa. Pemain muda Manchester City tersebut berperan penting dalam proses terciptanya gol Inggris, tetapi kemudian melakukan kesalahan yang dimanfaatkan Spanyol untuk mencetak gol penyeimbang melalui Alex Baena. O’Reilly tetap bermain hingga pertandingan berakhir.

Sementara itu, Elliot Anderson juga dipercaya bermain penuh. Kehadiran tiga pemain Manchester City sekaligus membuat perhatian terhadap kondisi mereka semakin besar, terutama karena mereka harus tampil di tengah situasi klub yang belum memiliki kepastian mengenai hukuman akhir.

Namun, pelatih Inggris Thomas Tuchel dan sejumlah pemain senior berusaha meredam anggapan bahwa persoalan Manchester City menjadi penyebab utama kekalahan dari Spanyol. Tuchel disebut memahami bahwa situasi tersebut berpotensi mengganggu konsentrasi pemain, tetapi fokus Inggris tetap berada pada pertandingan internasional.

Kasus Manchester City sendiri bermula dari dakwaan Premier League yang diumumkan pada Februari 2023 setelah investigasi selama beberapa tahun. Tuduhan tersebut mencakup persoalan laporan keuangan, informasi mengenai pembayaran pemain dan pelatih, kepatuhan terhadap regulasi UEFA, aturan Profitability and Sustainability Regulations (PSR), serta dugaan kegagalan bekerja sama dalam proses investigasi.

Baca Juga: Roberto Carlos Pernah Punya Kekayaan £140 Juta, Kini Mengaku Kehilangan 99 Persen

Dari total 115 dakwaan, laporan terbaru menyebut 114 dakwaan dinyatakan terbukti, sementara satu dakwaan lainnya tidak terbukti. Namun, Manchester City tetap mempertahankan posisi mereka dan menyatakan bahwa proses Premier League belum sepenuhnya selesai. Klub juga diperkirakan akan mengajukan banding.

Hal yang perlu digarisbawahi adalah hukuman akhir belum ditetapkan. Artinya, berbagai skenario yang beredar seperti pengurangan poin, denda, pencabutan gelar atau kemungkinan dikeluarkan dari Premier League belum dapat dianggap sebagai keputusan final.

ESPN sebelumnya mencatat bahwa rentang sanksi dalam kasus ini dapat mencakup denda, pengurangan poin, pencabutan gelar hingga kemungkinan dikeluarkan dari Premier League. Namun, bentuk hukuman tersebut bergantung pada keputusan yang nantinya ditetapkan dalam proses resmi.

Karena itu, Anderson, O’Reilly, dan Guéhi berada dalam situasi yang cukup unik. Mereka harus tampil untuk Inggris ketika klub yang mereka bela sedang menghadapi salah satu persoalan hukum terbesar dalam sejarah Premier League.

Baca Juga: Real Madrid Bisa Buyback, Tapi Arsenal dan Chelsea juga Mengincar Jacobo Ramón

Bagi Guéhi, O’Reilly, dan Anderson, persoalan tersebut pada akhirnya bukan sesuatu yang bisa mereka selesaikan di lapangan bersama Inggris. Mereka hanya dapat menjalankan tugas profesional sebagai pemain tim nasional sebelum nantinya kembali menghadapi situasi klub.

Yang membuat kondisi semakin rumit adalah ketiganya bukan sekadar pemain pelapis di skuad Inggris. Mereka mendapat kepercayaan besar dari Tuchel dan menjadi bagian dari perkembangan generasi baru The Three Lions. Situs resmi Manchester City juga mencatat ketiganya telah menjadi bagian dari perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026.

Nico O’Reilly bahkan sebelumnya mendapat sorotan positif setelah tampil dalam perjalanan Inggris di Piala Dunia. Begitu pula Anderson dan Guéhi yang memainkan peran dalam perjalanan The Three Lions hingga perebutan posisi ketiga.

Kini, perhatian kembali tertuju kepada mereka karena persoalan yang sama sekali berbeda. Bukan lagi soal taktik, posisi bermain, atau persaingan mendapatkan tempat di skuad, melainkan masa depan klub yang menaungi mereka.

Kondisi tersebut membuat pertandingan Inggris melawan Spanyol memiliki cerita tambahan di balik hasil 2-3. Di satu sisi, ketiga pemain harus menjalankan instruksi Tuchel dan membantu Inggris menghadapi salah satu tim terbaik dunia. Di sisi lain, mereka mengetahui bahwa ketika kembali ke Manchester, masa depan klub masih dibayangi proses hukum yang belum selesai.

Manchester City sendiri belum mendapatkan keputusan mengenai jenis hukuman yang akan diterapkan. Laporan terbaru hanya memastikan bahwa tahap berikutnya akan menjadi proses penting karena klub diperkirakan melakukan banding terhadap hasil tersebut.

Baca Juga: Camavinga Buka Suara soal Musim Sulit di Real Madrid: Ini yang Jadi Masalahnya

Dengan demikian, istilah “kebingungan” lebih tepat ditempatkan pada situasi yang dihadapi ketiga pemain, bukan sebagai kesimpulan bahwa mereka kehilangan fokus atau tidak mampu menjalankan tugas internasional. Bahkan, Tuchel dan Kane telah menegaskan pentingnya memisahkan persoalan klub dengan tanggung jawab bersama Timnas Inggris.

Bagi Anderson, O’Reilly, dan Guéhi, pekerjaan mereka untuk sementara tetap sederhana: bermain untuk Inggris. Setelah agenda internasional selesai, barulah perhatian mereka kembali kepada Manchester City dan bagaimana klub menghadapi babak berikutnya dari kasus 115 dakwaan tersebut.

Satu hal yang sudah jelas, kasus Manchester City kini memasuki fase baru. Putusan terkait sebagian besar dakwaan telah dilaporkan, tetapi pertarungan hukum belum berakhir. Hukuman belum ditentukan dan banding masih menjadi kemungkinan berikutnya.

Sementara itu, tiga pemain City yang sedang mengenakan seragam Inggris harus tetap berada di tengah lapangan, meski kabar dari klub mereka terus menjadi salah satu isu terbesar yang mengiringi sepak bola Inggris.

Editor : Mahendra Aditya
Elliot Anderson Manchester City 115 dakwaan Nico O’Reilly marc guehi timnas inggris