Man City Terancam Hukuman 70-80 Poin, Degradasi hingga Expulsion Menanti?

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 09:43 WIB
Manchester City di Ujung Krisis, Skenario Degradasi hingga Kasta Kelima Mulai Dibahas.
Manchester City di Ujung Krisis, Skenario Degradasi hingga Kasta Kelima Mulai Dibahas.

RADAR KUDUS - Manchester City kini menghadapi fase paling menentukan dalam kasus finansial yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Setelah laporan menyebut Komisi Independen menemukan klub bersalah atas 114 dari 115 dakwaan yang diajukan Premier League, perhatian kini beralih pada jenis hukuman yang akan dijatuhkan.

Salah satu skenario yang kembali mencuat adalah pengurangan poin dalam jumlah sangat besar, dengan kisaran 70 hingga 80 poin. Jika hukuman sebesar itu benar-benar diterapkan pada musim berjalan, posisi Manchester City di Premier League akan terdampak sangat serius dan degradasi menjadi konsekuensi yang sangat mungkin terjadi.

Namun, angka 70–80 poin tersebut masih merupakan skenario yang diberitakan sejumlah media, bukan hukuman resmi yang telah diputuskan.

Baca Juga: Cetak Gol lalu Cedera, Kylian Mbappé Alami Hiperekstensi Lutut Kiri

Situasi ini menjadi semakin rumit karena hukuman yang akan diterima Manchester City hingga kini belum diumumkan secara resmi. Laporan mengenai hasil pemeriksaan Komisi Independen baru mengungkap bahwa City dinyatakan bersalah atas mayoritas dakwaan, sementara proses mengenai sanksi masih berjalan.

Manchester City sendiri menegaskan bahwa proses Premier League masih berlangsung dan terdapat sejumlah tahapan penting yang belum selesai.

Kasus tersebut berawal dari 115 dakwaan yang diajukan Premier League pada Februari 2023 setelah investigasi selama bertahun-tahun. Tuduhan tersebut mencakup dugaan kegagalan memberikan informasi finansial yang akurat, laporan terkait pembayaran pemain dan manajer, kepatuhan terhadap aturan finansial UEFA, Profitability and Sustainability Rules (PSR), serta dugaan tidak bekerja sama secara penuh dalam proses investigasi.

Baca Juga: Roberto Carlos Pernah Punya Kekayaan £140 Juta, Kini Mengaku Kehilangan 99 Persen

Hasil yang dilaporkan pada September 2026 menjadi titik penting karena Komisi Independen disebut menemukan City bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Meski demikian, keputusan mengenai sanksi belum menjadi bagian akhir dari proses tersebut. Manchester City juga diperkirakan akan melakukan banding terhadap hasil tersebut.

Karena itulah, pembahasan mengenai hukuman 70–80 poin harus ditempatkan sebagai salah satu kemungkinan, bukan kepastian. Angka tersebut sebelumnya pernah muncul dalam laporan yang mengutip pandangan dari kalangan internal Premier League mengenai hukuman yang dianggap sangat berat untuk kasus dengan skala besar. Setelah perkembangan terbaru kasus City, angka tersebut kembali menjadi perhatian.

Jika pengurangan poin sebesar 70 atau 80 angka benar-benar diberlakukan, City berpotensi terlempar jauh dari persaingan papan atas. Bahkan, apabila pengurangan tersebut diterapkan terhadap perolehan poin pada musim berjalan, Manchester City dapat berada dalam situasi yang mengharuskan mereka berjuang menghindari degradasi.

Namun, terdapat perbedaan penting antara pengurangan poin yang menyebabkan degradasi secara natural dan expulsion atau pengeluaran langsung dari Premier League.

Dalam skenario pengurangan poin, Manchester City tetap menjadi peserta Premier League. Hukuman diterapkan terhadap perolehan poin mereka, kemudian posisi akhir klasemen menentukan apakah klub bertahan atau turun kasta. Jika poin mereka tidak cukup untuk berada di zona aman, degradasi berlangsung melalui mekanisme kompetisi.

Berbeda jika hukuman yang dipilih adalah expulsion. Dalam skenario tersebut, City tidak sekadar kehilangan poin, tetapi dapat dikeluarkan dari Premier League. Persoalan berikutnya adalah ke mana mereka akan ditempatkan dalam struktur sepak bola Inggris.

Baca Juga: Real Madrid Bisa Buyback, Tapi Arsenal dan Chelsea juga Mengincar Jacobo Ramón

Di sinilah muncul pembahasan mengenai EFL dan National League. EFL merupakan badan yang mengelola Championship, League One, dan League Two, sedangkan National League berada di bawah struktur National League System. Secara resmi, EFL memang menaungi tiga divisi profesional tersebut.

Sejumlah laporan bahkan membahas kemungkinan ekstrem bahwa jika City benar-benar dikeluarkan dari Premier League, mereka tidak otomatis masuk Championship.

Ada skenario yang menyebut klub harus memulai kembali dari level yang lebih rendah dalam piramida sepak bola Inggris. MARCA, misalnya, melaporkan adanya wacana agar expulsion tidak berhenti di Premier League dan City harus memulai kembali dari National League. Namun, ini tetap merupakan skenario yang belum diputuskan.

Karena itu, narasi bahwa Manchester City sudah pasti akan turun hingga kasta kelima belum tepat. Sanksi resmi belum ditetapkan, sehingga belum dapat dipastikan apakah City akan mendapatkan pengurangan poin, degradasi, denda, pencabutan gelar, expulsion, atau kombinasi dari beberapa bentuk hukuman.

Baca Juga: Camavinga Buka Suara soal Musim Sulit di Real Madrid: Ini yang Jadi Masalahnya

Dampaknya juga tidak hanya menyentuh posisi Manchester City di klasemen. Jika sanksi retrospektif diberlakukan, sejarah sejumlah musim sebelumnya juga dapat ikut dipersoalkan. Salah satu kemungkinan yang dibahas dalam pemberitaan adalah pencabutan gelar yang diraih pada periode yang terkait dengan pelanggaran apabila aturan dan keputusan akhir memang memungkinkan hal tersebut. Namun, sekali lagi, belum ada keputusan final mengenai bentuk sanksi tersebut.

Bagi Manchester City, persoalan berikutnya adalah bagaimana menghadapi konsekuensi jika hukuman benar-benar berat. Klub diperkirakan akan menggunakan jalur banding. Laporan mengenai hak banding menyebut City memiliki waktu untuk mengajukan keberatan terhadap keputusan Komisi Independen.

Artinya, drama kasus Manchester City belum selesai hanya karena hasil dakwaan telah muncul. Justru fase berikutnya akan menjadi penentu karena sanksi yang diberikan akan menentukan masa depan City dalam kompetisi Inggris.

Skenario terberat adalah expulsion. Skenario lainnya adalah pengurangan poin dalam jumlah besar yang secara praktis dapat membuat City turun ke Championship. Sementara itu, angka 70–80 poin yang beredar saat ini harus tetap dipahami sebagai laporan atau proyeksi mengenai kemungkinan sanksi, bukan keputusan resmi.

Manchester City sendiri telah mempertahankan posisi bahwa proses tersebut masih berjalan. Klub juga sebelumnya membantah seluruh dakwaan yang diajukan Premier League. Dengan demikian, pertarungan hukum masih berpotensi berlanjut setelah sanksi resmi diumumkan.

Jika pada akhirnya hukuman berat benar-benar dijatuhkan, dampaknya bisa jauh lebih luas daripada sekadar perubahan posisi di klasemen. Struktur skuad, kontrak pemain, aktivitas transfer, kondisi finansial, hingga status Manchester City dalam piramida sepak bola Inggris berpotensi ikut terdampak.

Baca Juga: Adeyemi vs Gordon di Barcelona: Saling Gantian Jadi Starter, Siapa yang Paling Konsisten?

Untuk saat ini, satu hal yang sudah jelas adalah kasus 115 dakwaan tersebut telah memasuki babak baru. Komisi Independen dilaporkan menemukan City bersalah atas 114 dakwaan, tetapi hukuman final masih menjadi tanda tanya. Karena itu, pembahasan mengenai pengurangan 70–80 poin, degradasi, pencabutan gelar, hingga kemungkinan dikeluarkan dari Premier League masih harus menunggu keputusan sanksi resmi.

Editor : Mahendra Aditya
hukuman Manchester City Man City 115 dakwaan pengurangan 70 poin Man City Man City degradasi manchester city