Camavinga Buka Suara soal Musim Sulit di Real Madrid: Ini yang Jadi Masalahnya

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 09:29 WIB
Camavinga Dapat Pelajaran Pahit di Real Madrid, Kini Zidane Jadi Harapan Baru.
Camavinga Dapat Pelajaran Pahit di Real Madrid, Kini Zidane Jadi Harapan Baru.

RADAR KUDUS - Eduardo Camavinga akhirnya terbuka mengenai salah satu persoalan terbesar yang membuat perjalanan kariernya bersama Real Madrid tidak berjalan maksimal musim lalu. Gelandang asal Prancis itu mengakui bahwa konsistensi menjadi aspek yang masih harus diperbaikinya setelah musim yang penuh gangguan bersama Los Blancos.

Camavinga bahkan menyebut dirinya perlu lebih fokus di lapangan dan mengurangi kesalahan apabila ingin kembali mendapatkan tempat utama, baik di Real Madrid maupun timnas Prancis. Pengakuan tersebut muncul setelah dirinya tidak masuk dalam skuad Prancis untuk Piala Dunia 2026.

Keputusan tersebut menjadi salah satu kekecewaan terbesar dalam karier Camavinga. Didier Deschamps ketika mengumumkan skuad Prancis pada Mei 2026 menjelaskan bahwa Camavinga datang dari musim yang sulit, dengan waktu bermain yang lebih sedikit serta persoalan cedera.

Baca Juga: Adeyemi vs Gordon di Barcelona: Saling Gantian Jadi Starter, Siapa yang Paling Konsisten?

Situasi itu cukup kontras dengan posisi Camavinga beberapa tahun sebelumnya. Sejak bergabung dengan Real Madrid, pemain yang didatangkan dari Rennes tersebut berkembang menjadi salah satu gelandang penting klub. Pada Januari 2026, ia bahkan mencapai 200 penampilan bersama Madrid dalam semua kompetisi.

Namun, musim lalu menjadi periode yang jauh lebih rumit. Camavinga kesulitan mempertahankan posisi reguler di lini tengah dan beberapa kali harus menjalankan peran berbeda. Selain bermain sebagai gelandang, ia juga kerap diminta membantu dari sisi kiri pertahanan.

Kemampuan bermain di berbagai posisi memang menjadi salah satu kelebihan Camavinga. Akan tetapi, fleksibilitas tersebut juga membuatnya tidak selalu memiliki peran yang benar-benar stabil.

Camavinga sendiri pernah menjelaskan bahwa posisi favoritnya adalah sebagai gelandang nomor enam. Dalam konferensi pers Real Madrid pada Februari 2026, ia secara terbuka mengakui bahwa dirinya masih kekurangan konsistensi dan terkadang melakukan kesalahan di lapangan.

"Saya suka bermain sebagai nomor enam, tetapi saya kurang konsisten dan harus lebih fokus di lapangan karena terkadang melakukan kesalahan," kata Camavinga dalam pernyataannya kepada media Real Madrid.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran cukup jelas mengenai evaluasi Camavinga terhadap dirinya sendiri. Masalahnya bukan semata-mata kemampuan teknis. Ia harus menemukan kestabilan permainan agar kualitasnya bisa muncul secara konsisten dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

Camavinga juga pernah menegaskan bahwa dirinya memang bersedia dimainkan sebagai bek kiri apabila dibutuhkan tim. Namun, posisi tersebut bukanlah peran yang menjadi pilihan utamanya. Ia lebih nyaman berada di lini tengah dan berkontribusi sebagai gelandang.

Musim yang sulit tersebut akhirnya berpengaruh terhadap peluangnya bersama timnas Prancis. Deschamps tidak memasukkan namanya dalam daftar 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. EFE melaporkan bahwa sang pelatih mempertimbangkan minimnya menit bermain serta masalah cedera yang dialami Camavinga sepanjang musim.

Bagi Camavinga, keputusan tersebut terasa sangat berat. Ia mengaku belum pernah mengalami kekecewaan sebesar itu sepanjang kariernya.

"Tidak bermain di Piala Dunia sedikit memengaruhi saya karena setiap pemain bermimpi bermain di kompetisi tersebut," ujar Camavinga dalam konferensi pers terbaru. Ia juga menegaskan bahwa dirinya harus melewati periode tersebut dan kembali bangkit.

Baca Juga: Rival Mulai Tagih Gelar! Manchester City Terancam Kehilangan Trofi Usai Kasus 114 Dakwaan

Kegagalan tampil di Piala Dunia sekaligus menjadi titik evaluasi bagi Camavinga. Kini, ia mendapatkan kesempatan baru bersama timnas Prancis setelah Zinedine Zidane mengambil alih kursi pelatih.

Kehadiran Zidane memberikan dimensi baru bagi Camavinga. Selain memiliki hubungan historis dengan Real Madrid sebagai legenda klub, Zidane kini menjadi pelatih yang diharapkan mampu membantu Camavinga kembali menemukan kepercayaan dirinya.

Camavinga mengaku kepercayaan yang diberikan Zidane memiliki arti khusus. Baginya, kesempatan bekerja di bawah salah satu figur terbesar sepak bola Prancis tersebut bisa menjadi momentum untuk membangun kembali performanya.

Namun, jalan kembali ke level terbaik tidak akan cukup hanya dengan mengandalkan kepercayaan pelatih. Camavinga sendiri sudah mengetahui pekerjaan rumah terbesarnya: konsistensi.

Ia harus mampu mengurangi kesalahan, menjaga konsentrasi dan menunjukkan performa stabil ketika mendapat kesempatan bermain. Jika mampu melakukan itu, peluang untuk kembali menjadi pemain penting Real Madrid sekaligus memperkuat timnas Prancis akan terbuka lebih lebar.

Musim lalu menunjukkan bahwa kemampuan serbabisa tidak selalu menjamin posisi utama. Camavinga memiliki kualitas untuk bermain di beberapa area, tetapi ia tetap membutuhkan peran yang jelas dan performa yang konsisten agar bisa mengunci tempatnya.

Kini, kegagalan di Piala Dunia 2026 menjadi bagian dari perjalanan yang harus dilewati Camavinga. Usianya masih muda dan kariernya bersama Real Madrid masih panjang. Bahkan dirinya sendiri menyadari bahwa proses menuju level terbaik tidak dapat berlangsung dalam waktu singkat.

Dengan Zidane kini berada di sisinya bersama timnas Prancis, Camavinga mendapatkan kesempatan untuk memulai kembali. Tantangan berikutnya sederhana tetapi sangat menentukan: membuktikan bahwa musim lalu hanyalah periode sulit, bukan gambaran permanen dari kemampuannya.

Editor : Mahendra Aditya
Eduardo Camavinga Camavinga Real Madrid Camavinga Piala Dunia 2026 Camavinga timnas Prancis real madrid