Kalah 0-3 di Semifinal, Vallensia Fahira Tetap Bawa Pulang Perunggu Asian Games 2026

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 17:48 WIB
Vallensia Fahira Hotmauli.
Vallensia Fahira Hotmauli.

JAKARTA — Atlet mixed martial arts (MMA) Indonesia, Vallensia Fahira Hotmauli, menyumbangkan medali perunggu dari kelas women’s modern MMA -54 kilogram pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Medali tersebut dipastikan setelah langkah Vallensia terhenti di semifinal ketika menghadapi wakil Thailand, Kanjutha Phattaraboonsorn, Senin (21/9/2026).

Bertanding di Nagoya City Inae Sports Center, Jepang, Vallensia harus mengakui keunggulan Kanjutha dengan skor 0-3. Kekalahan di babak empat besar membuat atlet Indonesia itu gagal melaju ke partai final, tetapi tetap berhak membawa pulang medali perunggu dari cabang olahraga yang untuk pertama kalinya dipertandingkan di Asian Games.

Hasil tersebut sekaligus menambah koleksi medali Indonesia pada hari kedua Asian Games 2026. Vallensia menjadi penyumbang perunggu keenam bagi kontingen Merah Putih. Hingga hasil pertandingan tersebut, Indonesia mengoleksi satu medali perak dan enam perunggu, atau total tujuh medali.

Baca Juga: Debut Asian Games Berbuah Perunggu, Leica Lubis Akui Target Pribadinya Belum Tercapai

Perjalanan Vallensia menuju podium tidak dimulai dari semifinal. Sehari sebelumnya, Minggu (20/9), ia terlebih dahulu tampil di babak perempat final. Vallensia berhasil mengatasi atlet Kirgizstan, Adelina Murzagalieva, untuk mengamankan tiket ke babak empat besar.

Kemenangan tersebut membuka peluang bagi Vallensia untuk melangkah lebih jauh dalam debut MMA di Asian Games. Namun, tantangan berikutnya datang dari Kanjutha. Pertandingan semifinal menjadi penentu perebutan tiket final, dan Vallensia akhirnya harus menerima kekalahan 0-3.

Meski gagal mencapai partai puncak, hasil tersebut sudah memastikan Vallensia berada di podium. Dalam format kompetisi MMA Asian Games, dua atlet yang kalah pada semifinal mendapatkan medali perunggu. Dengan demikian, Vallensia tidak lagi harus menjalani pertandingan tambahan untuk menentukan peraih medali perunggu.

Medali tersebut memiliki arti tersendiri karena MMA baru menjalani debut di Asian Games pada edisi Aichi-Nagoya 2026. Pertandingan MMA di ajang ini menggunakan format yang disesuaikan dengan standar keselamatan atlet. Reuters melaporkan, kompetisi tersebut tidak menggunakan pagar seperti arena MMA profesional dan sejumlah teknik serangan juga dilarang. Atlet bertanding menggunakan perlengkapan pelindung serta seragam bela diri.

Penyesuaian aturan itu menjadi bagian dari upaya menjadikan format MMA yang dipertandingkan di Asian Games lebih berorientasi pada keselamatan atlet dan sesuai dengan karakter olahraga multiajang. Namun, perubahan tersebut tidak menghilangkan intensitas pertandingan. Duel Vallensia dengan Kanjutha tetap berlangsung dalam persaingan perebutan tiket ke final.

Bagi Indonesia, tambahan dari Vallensia juga memperpanjang daftar cabang olahraga yang menyumbang medali pada awal Asian Games 2026. Sebelum perunggu dari MMA, Indonesia telah mengumpulkan medali dari beberapa cabang, termasuk wushu, teqball, soft tenis, dan karate.

Perolehan tersebut membuat perjalanan kontingen Indonesia pada awal kompetisi terus bertambah. Satu-satunya medali selain perunggu saat itu adalah perak yang diraih Sumaya pada nomor tunggal putri teqball. Dengan tambahan Vallensia, jumlah keseluruhan medali Indonesia menjadi tujuh.

Bagi Vallensia secara pribadi, medali perunggu tersebut menjadi hasil dari rangkaian pertandingan yang harus dilalui sejak babak awal. Kemenangan di perempat final menjadi langkah penting sebelum menghadapi Kanjutha pada semifinal.

Pertandingan melawan wakil Thailand menjadi ujian terakhir Vallensia untuk mendapatkan kesempatan bertarung memperebutkan emas atau perak. Skor 0-3 menutup peluang tersebut, tetapi sekaligus memastikan posisi ketiganya di kelas -54 kilogram.

Nama Vallensia Fahira Hotmauli juga tercatat dalam daftar hasil resmi Asian Mixed Martial Arts Association untuk kelas Modern MMA Women’s -54KG. Dalam daftar tersebut, Vallensia berada di posisi ketiga bersama Aruzhan Zhakan dari Kazakhstan, sedangkan Kanjutha Phattaraboonsorn tercatat di posisi teratas setelah mencapai final.

Baca Juga: Timnas Voli Putri Indonesia Hantam Vietnam 3-0, Selangkah Lagi Amankan Posisi Kelima Asian Games 202

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan Vallensia memang berhenti satu tahap sebelum final, tetapi ia tetap berhasil menempatkan Indonesia di podium pada debut cabang MMA di Asian Games. Medali perunggu juga memberikan kontribusi langsung terhadap perolehan kontingen Indonesia.

Sebelum tampil di Asian Games 2026, Vallensia telah memiliki pengalaman di kompetisi regional. Ia dan Kanjutha juga pernah bertemu dalam final MMA putri kelas 54 kilogram pada SEA Games 2025. Rekam pertandingan tersebut menunjukkan bahwa persaingan keduanya bukan baru terjadi di Asian Games Aichi-Nagoya.

Pada Asian Games kali ini, giliran Kanjutha yang keluar sebagai pemenang pada babak semifinal. Kemenangan 3-0 mengantarkan wakil Thailand tersebut ke pertandingan perebutan medali emas, sementara Vallensia mendapatkan perunggu.

Pertandingan semifinal Vallensia berlangsung pada hari kedua penyelenggaraan Asian Games 2026. Ajang Aichi-Nagoya sendiri berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 dan mempertemukan atlet-atlet dari berbagai negara Asia dalam puluhan cabang olahraga. Kontingen Indonesia ditetapkan berjumlah 432 atlet dari 35 cabang olahraga, berdasarkan data Kementerian Pemuda dan Olahraga pada Agustus 2026.

Angka tersebut berbeda dari informasi dalam bahan awal yang menyebut 430 atlet. Data resmi Kemenpora yang lebih baru dan spesifik mengenai kontingen final mencatat 432 atlet. Karena itu, angka 432 digunakan dalam penulisan ini agar informasi mengenai jumlah atlet Indonesia tetap sesuai dengan data resmi.

Pemerintah sebelumnya menetapkan target Indonesia untuk membawa pulang sedikitnya empat medali emas dari Asian Games 2026. Target tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam rangkaian persiapan menuju Aichi-Nagoya. Kemenpora menyebut target tersebut menjadi fokus kontingen, dengan sejumlah cabang olahraga diharapkan menjadi tumpuan perolehan emas.

Perolehan Vallensia berupa perunggu tentu berbeda dengan target emas tersebut, tetapi medali yang diraih tetap menjadi tambahan bagi kontingen Indonesia dalam klasemen perolehan medali. Pada titik kompetisi tersebut, Indonesia sudah mengumpulkan tujuh medali secara keseluruhan.

Pemerintah juga telah menyiapkan penghargaan bagi atlet yang meraih medali emas. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa peraih emas Asian Games XX akan mendapatkan bonus sebesar Rp3 miliar. Pernyataan itu disampaikan saat pelepasan kontingen Indonesia menuju Asian Games 2026 pada September.

Namun, bonus tersebut berkaitan dengan peraih medali emas dan bukan secara khusus dengan perolehan medali Vallensia. Dengan hasil semifinal, atlet Indonesia tersebut telah memastikan perunggu pada nomor -54 kilogram putri.

Bagi cabang MMA Indonesia, pencapaian Vallensia juga menjadi catatan penting karena cabang tersebut baru masuk dalam program Asian Games pada edisi Aichi-Nagoya. Medali perunggu menjadi salah satu hasil awal yang dicatat Indonesia dari cabang tersebut.

Format pertandingan MMA di Asian Games memang memiliki karakter berbeda dibandingkan pertarungan profesional yang biasa disaksikan di ajang seperti UFC. Reuters mencatat beberapa teknik dilarang, termasuk serangan siku, sementara pertandingan berlangsung tanpa arena berpagar. Perubahan ini dibuat dengan penekanan pada keselamatan atlet.

Kehadiran MMA dalam Asian Games juga berkaitan dengan upaya olahraga tersebut mendapatkan ruang lebih luas dalam kompetisi internasional. Federasi International Mixed Martial Arts (FIMMA) menyatakan format yang digunakan di Asian Games dirancang agar lebih sesuai dengan karakter program Olimpiade, meski pengakuan internasional dan aturan universal MMA masih menjadi bagian dari perkembangan olahraga tersebut.

Di tengah perkembangan tersebut, Vallensia menjadi salah satu atlet Indonesia yang mendapat kesempatan mencatat sejarah pada debut MMA di Asian Games. Ia berhasil melewati satu pertandingan eliminasi dan kemudian mencapai semifinal sebelum langkahnya dihentikan Kanjutha.

Kekalahan 0-3 tidak menghapus hasil yang sudah diperoleh Vallensia sejak babak sebelumnya. Posisi ketiga tetap menjadi pencapaian resmi dalam klasemen kelas -54 kilogram putri. Data Asian Mixed Martial Arts Association juga mencatat Vallensia dan Aruzhan Zhakan sama-sama menempati posisi ketiga.

Bagi kontingen Indonesia, medali tersebut menjadi tambahan ketujuh sekaligus perunggu keenam. Sebelumnya, lima medali perunggu diperoleh dari cabang lain, sementara satu medali perak menjadi capaian tertinggi Indonesia pada saat itu.

Vallensia pun menutup perjuangannya di Asian Games 2026 dengan status peraih medali. Ia memang tidak berhasil mencapai final setelah kalah dari Kanjutha Phattaraboonsorn, tetapi kemenangan di babak perempat final telah membawanya cukup jauh untuk memastikan tempat di podium.

Hasil itu menjadi bagian dari perjalanan kontingen Indonesia dalam mengejar target medali di Aichi-Nagoya. Dengan pertandingan dari berbagai cabang yang masih berlangsung, perolehan medali Indonesia masih dapat berubah sepanjang penyelenggaraan Asian Games 2026.

Untuk Vallensia, catatan yang tersisa dari debut tersebut adalah medali perunggu pada kelas women’s modern MMA -54 kilogram. Kekalahan 0-3 dari Kanjutha menjadi pertandingan terakhirnya di turnamen, sementara hasil dari babak sebelumnya memastikan ia tetap membawa pulang medali untuk Indonesia.

Tambahan tersebut membuat daftar peraih medali Indonesia semakin beragam. MMA kini ikut menyumbang medali bersama wushu, teqball, soft tenis, dan karate pada awal perjuangan kontingen Merah Putih di Aichi-Nagoya.

Dengan demikian, Vallensia Fahira Hotmauli menjadi salah satu atlet Indonesia yang berhasil naik podium pada Asian Games 2026. Perunggu dari kelas -54 kilogram putri sekaligus menjadi catatan penting bagi perjalanan MMA Indonesia pada debutnya di ajang olahraga terbesar Asia tersebut.

Editor : Mahendra Aditya
Vallensia Fahira Vallensia Fahira Asian Games 2026 MMA Asian Games 2026 hasil MMA Asian Games 2026 medali Indonesia Asian Games 2026