Persijap Sudah Kalah Tiga Kali, Mau Sampai Kapan?

Zainal Abidin RK • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 09:31 WIB
SUMRINGAH: Para pemain Persib Bandung merayakan kemenangannya 2-1 atas Persijap Jepara, Minggu (20/9). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
SUMRINGAH: Para pemain Persib Bandung merayakan kemenangannya 2-1 atas Persijap Jepara, Minggu (20/9). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA —  mengoleksi poin dari tiga pertandingan yang telah dijalani. Kekalahan demi kekalahan sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih untuk segera menemukan formula permainan yang lebih efektif.

Persijap mengawali kompetisi dengan kekalahan 0-2 dari Madura United. Hasil kurang maksimal kembali didapat ketika menghadapi Borneo FC. Dalam pertandingan tersebut, Persijap kalah tipis 0-1.

Teranyar, Persijap kembali gagal meraih poin ketika menghadapi Persib Bandung. Bermain di hadapan pendukungnya, Persijap sebenarnya sempat memberikan perlawanan dan bahkan mampu mencetak gol lebih dulu melalui titik putih.

Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga pertandingan berakhir. Persib berhasil membalikkan keadaan dan membawa pulang kemenangan dengan skor 2-1.

Tiga pertandingan, tiga kekalahan. Persijap pun harus segera melakukan evaluasi jika tidak ingin tren tersebut berlanjut ke pertandingan berikutnya.

Bukan Sekadar Persoalan Hasil

Jika melihat tiga pertandingan awal, persoalan Persijap tidak semata-mata terletak pada hasil akhir. Ada sejumlah aspek permainan yang perlu dibenahi.

Kemampuan menjaga konsistensi selama 90 menit menjadi salah satu pekerjaan rumah. Persijap beberapa kali mampu memberikan perlawanan, tetapi belum berhasil mengubah momentum tersebut menjadi hasil positif.

Laga melawan Persib menjadi contoh. Persijap mampu menciptakan tekanan dan membuka keunggulan, tetapi akhirnya harus kehilangan kendali permainan.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa margin kesalahan di level kompetisi tertinggi sangat kecil. Kesalahan dalam satu momen bisa berujung pada gol dan akhirnya menentukan hasil pertandingan.

Pelatih Persijap Mario Lemos juga mengakui adanya kesalahan yang dilakukan tim dalam pertandingan melawan Persib.

Kondisi tersebut tentu menjadi bahan evaluasi penting. Sebab, jika kesalahan yang sama kembali terjadi pada pertandingan berikutnya, Persijap akan semakin sulit mengumpulkan poin.

Mario Lemos Punya Pekerjaan Rumah

Pertandingan melawan Persib juga menjadi momentum kembalinya Mario Lemos menangani Persijap.

Namun, comeback tersebut belum langsung menghasilkan kemenangan. Lemos kini mempunyai pekerjaan besar untuk memperbaiki performa tim sekaligus mengembalikan kepercayaan diri pemain.

Yang dibutuhkan Persijap bukan hanya perubahan strategi, tetapi juga kemampuan menjaga fokus dan ketenangan ketika pertandingan memasuki fase-fase krusial.

Tiga kekalahan beruntun tentu bukan awal yang diharapkan. Namun, kompetisi masih panjang. Karena itu, hasil tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan, bukan sekadar catatan buruk.

Persijap masih memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan. Syaratnya, evaluasi harus segera diterjemahkan menjadi perbaikan di lapangan.

Laskar Kalinyamat membutuhkan kemenangan pertama. Bukan hanya untuk menambah tiga poin, tetapi juga untuk mengembalikan kepercayaan diri tim dan suporter.

Setelah tiga kekalahan beruntun, pertandingan berikutnya akan menjadi kesempatan penting bagi Persijap untuk menunjukkan bahwa awal buruk tersebut bukan gambaran perjalanan mereka sepanjang musim.

Persijap kini tidak hanya dituntut bermain bagus. Mereka harus mulai mengubah permainan menjadi poin.

Editor : Zainal Abidin RK
persijap jepara persib