JEPARA — Kian terpuruk. Persijap kembali KO pada pekan ketiga putaran pertama BRI Super League.
Laskar Kalinyamat keok 1-2 dari Maung Bandung di kandang sendiri, di harapan para pendukung di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), pada Minggu (20/9) malam.
Ini menjadi kekalahan berturut-turut, usai digulung Madura United 2-0 dan Borneo FC 0-1.
Kini, sementara waktu Persijap berada di peringkat ke-16 BRI Super League. Berada di atas Java United dan Isen Mulang F.C.
Pada Minggu (20/9) malam, Persijap Jepara tidak bermain dengan rencana mengunci diri di belakang. Bukan defense, tapi attacking.
Saat Persib Bandung mencoba mengambil kendali permainan sejak menit awal, Laskar Kalinyamat justru berani keluar dari tekanan.
Tak hanya menunggu, tetapi ikut menyerang dan mencari celah pertahanan tim tamu. Keberanian itu membuahkan hasil.
Pirulo mencoba menerobos pertahanan Persib. Dalam proses tersebut, bola mengenai tangan pemain belakang Persib dan wasit menunjuk titik putih.
José Antonio Ruiz López mengambil tanggung jawab. Tendangan penalti pada menit ke-13 itu sukses bersarang di gawang Persib. Persijap pun lebih dulu memimpin.
Gol tersebut membuat pertandingan semakin terbuka. Persib tidak tinggal diam. Tekanan demi tekanan mulai diarahkan ke pertahanan Persijap.
Pada menit ke-21, usaha Persib membuahkan hasil. Thom Haye menanduk bola hasil umpan Ikwan Tanamal dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Setelah skor kembali imbang, Persijap tidak mengendur.
Persib terus mencoba membongkar pertahanan tuan rumah. Rakasurya pun dipaksa bekerja keras di bawah mistar.
Beberapa serangan Persib mampu dimentahkan kiper pinjaman dari Borneo FC tersebut.
Tekanan yang datang bertubi-tubi belum mampu mengubah skor hingga babak pertama berakhir. Namun, persoalan Persijap belum selesai.
Memasuki babak kedua, Persib kembali meningkatkan tekanan. Hanya sekitar sepuluh menit setelah pertandingan dilanjutkan, Uilliam Barros membawa Persib berbalik unggul pada menit ke-55.
Persijap pun mencoba mengejar ketertinggalan.
Mario Lemos memasukkan sejumlah pemain untuk menjaga tenaga sekaligus meningkatkan daya serang. Di antara Rendi Saepul, Juan Douglas, Rahmat Hidayat, Yaya Sogodogo, Zidane Afandi.
Persijap terus mencari gol penyama. Tetapi peluang yang datang belum mampu mengubah kedudukan.
Keceriaan Yaya Sogodogo bahkan harus berakhir, setelah golnya dianulir karena handball.
Persib akhirnya mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan selesai.
Persijap kalah 1-2. Bukan karena tidak berani menyerang dan hanya mengandalkan pertahanan. Justru Persijap mencoba bermain agresif.
Gol pemain Persib Bandung Luka Menalo juga dianulir wasit di menit ke-85 karena offside.
Pelatih Kepala Persijap Jepara Mario Lemos mengakui timnya sudah memberikan perlawanan maksimal. Namun kesalahan masih terjadi, itu yang menjadi bumerang.
Menurutnya, Persijap dan Persib sama-sama bermain dengan intensitas tinggi dan saling memberikan tekanan.
“Kami tampil baik. Sama-sama menekan. Kami sudah berjuang, tapi Persib menang,” ringkasnya saat sesi press conference usai laga.
Lemos menyebut sepak bola permainan yang simpel, hanya ditentukan oleh jumlah gol yang berhasil dibuat.
“Tim yang membuat kesalahan akan jadi bumerang bagi tim sendiri. Siapa yang cetak gol lebih banyak, dia yang menang,” ujarnya.
Lemos juga tidak ingin kekalahan tersebut dikaitkan dengan waktu persiapan yang pendek. Baginya, tidak ada gunanya mencari alasan.
“Tidak ada alasan persiapan terlalu pendek. Sepak bola (Persiapan, res) mau seminggu, dua minggu atau lebih, tidak ada alasan,” tegasnya.
Persijap, lanjutnya, masih memiliki waktu untuk melakukan pembenahan.
Ia menyebut tim masih memiliki waktu sekitar tiga bulan, untuk mempersiapkan diri menghadapi rangkaian pertandingan berikutnya. Melawan Bali United, Sabtu (10/10).
“Kami punya tiga bulan untuk prepare, supaya laga berikutnya bisa lebih baik,” katanya.
Lemos menilai ada hal yang tidak membutuhkan bakat khusus dalam sepak bola. Kemauan untuk berlari, bertarung, melompat dan memberikan tenaga sampai akhir.
“Semua orang (pemain, red) bisa melakukannya,” tegasnya .
Karena itu, ia memastikan para pemain harus memberikan kemampuan terbaik ketika dipercaya tampil.
“Kami kalah, tapi kami telah beri semuanya. Kami bermain maksimal,” imbuhnya.
Mario juga menyampaikan, skuad Persijap saat ini sudah cukup lengkap.
Tidak ada rencana untuk menjadikan kekalahan dari Persib sebagai alasan untuk kembali merombak komposisi tim. Termasuk pemain asing. “Saya pikir kami sudah sangat komplit,” ujarnya.
Ia memilih mempertahankan pemain yang ada dan menjadikan pertandingan melawan Persib sebagai bahan evaluasi.
Gelandang Persijap Rahmatshoh Rakhmatzoda juga menyampaikan pandangannya.
Ia mengakui hasil pertandingan tidak sesuai harapan. Namun, Rakhmatzoda melihat permainan Persijap sudah menunjukkan perkembangan, dibandingkan dua laga sebelumnya.
“Kami berikan yang terbaik. Ya (sepak bola, red) kadang menang, kadang kalah,” sambungnya.
Menurutnya, Persijap sekarang memiliki waktu untuk memperbaiki sejumlah kekurangan. Tidak akan berhenti berusaha.(fik)
Editor : Mahendra Aditya