SURABAYA — Andik Vermansah mengakui laga melawan Persebaya Surabaya menjadi salah satu pertandingan yang paling menantang baginya.
Untuk pertama kalinya, pemain asal Surabaya itu tampil sebagai starter sekaligus kapten Garudayaksa FC saat menghadapi klub yang membesarkan namanya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (19/9/2026).
Beban pertandingan bahkan sudah dirasakan Andik sebelum laga dimulai. Ia mengaku kesulitan tidur pada malam sebelum pertandingan karena harus menghadapi Persebaya di hadapan suporter Bonek.
Situasi tersebut semakin berbeda karena Andik bukan sekadar bermain menghadapi mantan klubnya. Ia dipercaya mengenakan ban kapten Garudayaksa FC sekaligus menjadi starter dalam pertandingan lanjutan Super League 2026/2027 tersebut.
Tekanan juga terasa ketika sebagian suporter Persebaya memberikan sorakan setiap kali Andik menguasai bola. Meski demikian, pemain yang pernah menjadi bagian penting dari Persebaya itu mampu melewati situasi tersebut hingga pertandingan berakhir.
"Jujur semalam saya susah tidur. Ini salah satu tantangan sangat berat buat saya," kata Andik setelah pertandingan.
Andik juga mengingat pengalamannya ketika sebelumnya pernah menghadapi Persebaya bersama Madura United. Namun, pertandingan kali ini memiliki tantangan tersendiri karena ia turun sebagai pemain inti sekaligus kapten Garudayaksa FC di hadapan Bonek.
"Ini juga salah satu main lawan Persebaya pertama kali saya inti, terus pakai kapten lagi di hadapan suporter Bonek yang sangat luar biasa ini," ujar Andik.
Persebaya sendiri sempat berada di atas angin dalam pertandingan tersebut. Alex Martins membawa Bajul Ijo unggul lebih dahulu. Garudayaksa FC kemudian berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-89 sehingga pertandingan berakhir 1-1.
Hasil tersebut membuat Andik menutup pertandingan emosional itu dengan membawa pulang satu poin dari markas mantan klubnya.
"Dan alhamdulillah saya bisa mengontrol semuanya dan alhamdulillah dapat poin di sini," ucap pemain kelahiran Surabaya tersebut.
Andik memiliki hubungan panjang dengan Persebaya. Klub tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya sebelum ia melanjutkan kiprah di Malaysia selama sekitar tiga tahun.
Setelah kembali ke Indonesia, Andik memperkuat Madura United pada musim 2018/2019. Ia kemudian bermain untuk Bhayangkara FC pada 2020 hingga 2023/2024, sebelum bergabung dengan Persiraja Banda Aceh selama dua musim pada 2023/2024 dan 2024/2025.
Sejak musim 2025/2026, Andik menjadi bagian dari Garudayaksa FC dan masih memperkuat klub tersebut pada musim 2026/2027.
Namanya juga beberapa kali dikaitkan dengan kemungkinan kembali ke Persebaya pada bursa transfer. Namun, hingga akhirnya, kepulangan tersebut belum terwujud.
Pertandingan di GBT kali ini pun menjadi salah satu momen berbeda dalam perjalanan karier Andik.
Ia harus berhadapan dengan klub yang membesarkan namanya, mengenakan ban kapten tim lawan, sekaligus menghadapi atmosfer suporter yang pernah memberikan dukungan kepadanya.
Pada akhirnya, Andik mampu menjalani pertandingan tersebut hingga tuntas dan membantu Garudayaksa FC mengamankan hasil imbang 1-1 di kandang Persebaya.
Editor : Mahendra Aditya