JEPARA — Sektor pertahanan menjadi evaluasi total manajemen Persijap Jepara, menyusul hasil minor dalam dua laga pembuka.
Sebelumnya Persijap takluk atas Madura United pada (6/9) serta kalah 0-1 saat menjamu Borneo FC di pekan kedua, pada (12/9).
Guna mengatasi kerapuhan di lini belakang, Laskar Kalinyamat bergerak agresif, menjelang penutupan bursa transfer dengan resmi memulangkan Najeeb Yakubu serta mendaratkan bek lokal potensial, Zidane Afandi, ke Bumi Kartini.
Langkah cepat ini diambil sebagai respons darurat, memperkokoh area pertahanan yang menjadi titik lemah tim.
Kisah kembalinya Najeeb Yakubu menjadi drama transfer yang paling aneh. Menyedot perhatian pemerhati dan suporter sepak bola Tanah Air.
Pemain bertahan berkebangsaan Niger ini baru saja dilepas oleh Persijap ke klub promosi Garudayaksa FC pada pertengahan Juli lalu.
Namun, perjalanannya bersama klub barunya tersebut berjalan sangat singkat.
Ia hanya membukukan total delapan menit waktu bermain saat melakoni laga debut kontra Java United FC.
Melihat situasi sang mantan pemain yang kekurangan menit bertanding sementara lini belakang Jepara sedang dalam kondisi kritis, manajemen Laskar Kalinyamat langsung bergerak taktis. Memulangkan Yakubu demi mengisi slot pemain asing di sektor pertahanan.
Ia juga fleksibel, dapat mengisi posisi kiri, tengah maupun kanan. Begitupun dapat bergerilya merintangi posisi sayap.
Namun, sebelumnya slot legiun asing Persijap telah komplit. Otomatis akan ada satu pemain asing yang dilepas. Dimungkinkan itu ialah Yaya Sogodogo.
Tidak berhenti sampai di situ, kekuatan lini belakang Persijap dipastikan semakin berlapis, setelah manajemen sukses merampungkan proses transfer Zidane Afandi dari Semen Padang.
Kehadiran kedua pemain ini diyakini akan memberikan dimensi baru dalam skema bertahan yang diusung oleh tim pelatih.
Secara kualitas taktik, Najeeb Yakubu merupakan pemain yang sangat serbabisa, serta memiliki keunggulan dalam hal kecepatan, ketahanan fisik, dan agresivitas tinggi.
Karakter ini amat dibutuhkan untuk melakukan marking ketat terhadap penyerang andalan lawan seperti Mariano Peralta.
Di sisi lain, Zidane Afandi yang biasa diplot sebagai bek tengah menawarkan ketenangan, kedisiplinan posisi, serta kemampuan intersep yang sangat jeli dalam membaca arah aliran bola lawan.
Kombinasi antara karakter Yakubu yang lugas dalam duel satu lawan satu dan kecerdasan Zidane dalam menjaga kedalaman area penalti, klop. Dapat menghadirkan tembok pertahanan yang sulit diruntuhkan oleh tim musuh.
Pertandingan pekan ketiga melawan Persib pada Minggu (20/9) ini, mengusung misi yang sangat berat, sekaligus menjadi momentum emas bagi Laskar Kalinyamat.
Guna mengembalikan kehormatan dan harga diri tim di hadapan para pendukung setia mereka.
Skuad asuhan Mario Lemos ini, dituntut untuk segera bangkit dan memutus tren negatif.
Usai dipaksa menelan dua kekalahan beruntun tanpa mampu mencetak satu gol pun, yakni takluk dari Madura United dan Borneo FC.
“Kembali ke rumah, Alhamdulillah,” ucap Yakubu penuh percaya diri.(fik)
Editor : Mahendra Aditya