JEPARA — Panggung Liga 1 akan kembali menyajikan duel klasik sarat gengsi. Persijap Jepara bakal menjamu Persib Bandung di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), pada Minggu (20/9). Kick off dimulai pukul 19.00.
Bagi tuan rumah, laga ini momentum tak terelakkan. Untuk membuktikan bahwa keunggulan historis mereka atas Sang Juara Bertahan bukan sekadar kebetulan. Namun kulminasi dari taktik dan teknik.
Sebaliknya, bagi Persib, lawatan ke Bumi Kartini kali ini mengusung misi krusial, membayar hutang kekalahan.
Persib Bandung mengawali kampanye musim ini dengan angin segar lewat kemenangan meyakinkan 3-1 atas PSM Makassar, Minggu (6/9).
Namun, euforia anak asuh Igor Tolić langsung layu sebelum berkembang, usai dipaksa menyerah 1-2 oleh rival abadi mereka, Persija Jakarta, pada Sabtu (12/9).
Kekalahan menyakitkan di laga bergengsi itu menyisakan lubang di lini pertahanan, sekaligus inkonsistensi permainan Maung Bandung.
Di sisi lain, Persijap Jepara memegang kartu as berupa keunggulan psikologis.
Memori manis pada 18 Agustus 2025 menjadi bukti sahih keangkeran Jepara bagi Persib, di mana Laskar Kalinyamat sukses menjinakkan tim tamu dengan skor 2-1.
Ketangguhan kolektif Persijap kembali teruji pada bentrokan terakhir di penghujung musim 2025/2026. Laskar Kalinyamat berhasil mencuri satu poin, lewat hasil imbang tanpa gol di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Laga kali ini, tak ubahnya soal adu jenius antara Mario Lemos dan Igor Tolić. Berbeda dengan musim lalu saat Persib masih diasuh Bojan Hodak.
Bojan Hodak telah melepas posisinya sebagai pelatih kepala, usai membawa Persib meraih juara liga Mei 2026 lalu.
Secara taktikal, laga ini akan menjadi medan catur yang menarik antara dua juru taktik asing.
Pelatih Persijap, Mario Lemos, diprediksi akan mengambil pendekatan ultra-ofensif. Ngegas sejak awal.
Kombinasi lini depan Persijap yang diprediksi diisi oleh Rakhmatzoda, Infantrie, Adzikry, dan Rendi Saepul, jadi penggedor. Untuk memecah konsentrasi kuartet pertahanan Persib.
Sedangkan topangan agresivitas itu, duet Weyderson dan Paulo Rodríguez di lini tengah, diprediksi dapat memegang peran vital sebagai filter pertama serangan sekaligus pembagi bola.
Di bawah mistar, Rajiv Abizal akan dikawal ketat oleh tembok kokoh yang dipimpin Blasco, Chica, Yakubu, Tiri.
Sendri harus duduk sebagai penonton, lantaran sang kiper andalan Persijap ini terkena kartu merah pada laga sebelumnya.
Sementara itu, Teja Paku Alam diprediksi yang mengawal gawang akan dibentengi oleh kombinasi tangguh Reijnders, Mutombo, Matricardi, dan Rudianto.
Keunggulan Persib terletak pada lini tengah mereka yang sangat mewah, trio Ragnar Oratmangoen, Marc Klok, dan Adam Alis. Mereka memiliki kreativitas dan visi bermain yang mampu mendikte tempo permainan.
Lini tengah ini yang akan menjadi kunci, apakah Persib bisa meredam skema menyerang total milik tuan rumah.
Satu sorotan utama yang diyakini bakal menjadi penentu hasil akhir adalah bentrokan individual di sektor sayap pertahanan Persijap.
Berguinho, penyerang sayap andalan Persib yang dikenal memiliki kecepatan eksplosif dan kelincahan di atas rata-rata, akan langsung berhadapan dengan bek Persijap, Rubio Tiri.
Termasuk Peralta yang akan dikawal ketat oleh Yakubu.
Jika Rubio Tiri mampu mematikan pergerakan Berguinho, memutus suplai bola menuju striker utama Balša Sekulić serta Peralta, dipastikan alur serangan Persib macet.
Sebaliknya, bila Berguinho berhasil mengeksploitasi celah dari formasi menyerang Persijap, lini belakang tuan rumah berada dalam ancaman besar.
Persijap memiliki modal sejarah dan keangkeran stadion kandang untuk mengulang kemenangan.
Namun, Persib Bandung pun bertandang dengan mental spartan. Apalagi usai kekalahan dari Persija, jelas menjadi motivasi berlipat untuk membalikkan semua prediksi.
Pertandingan di GBK Jepara ini sudah barang tentu akan berlangsung sengit. Bahkan sejak peluit kick off dibunyikan.(fik)
Editor : Mahendra Aditya