Kalahkan Nepal 3-0, Timnas Voli Putri Indonesia Amankan Tiket 8 Besar Asian Games 2026

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 19:17 WIB
Timnas voli putri Indonesia.
Timnas voli putri Indonesia.

RADAR KUDUS - Timnas voli putri Indonesia memastikan tiket ke perempat final Asian Games 2026 setelah menundukkan Nepal tiga set langsung dengan skor 25-12, 25-21, 25-20 di Park Arena Komaki, Aichi, Jepang, Kamis (17/9/2026). Hasil tersebut sekaligus memastikan Indonesia finis di dua besar Grup A, sehingga tidak lagi bisa digeser Nepal dari zona delapan besar.

Kemenangan atas Nepal menjadi langkah penting bagi skuad Merah Putih yang berada dalam grup berisi tiga negara. Selain Indonesia dan Nepal, Grup A ditempati tuan rumah Jepang. Dengan satu pertandingan tersisa, persaingan Indonesia dan Jepang kini mengarah pada perebutan posisi pertama grup.

Indonesia akan berhadapan dengan Jepang pada Jumat (18/9/2026). Pertandingan tersebut menjadi penentu siapa yang keluar sebagai juara Grup A. Jepang sebelumnya juga mengalahkan Nepal dengan skor telak 3-0, 25-8, 25-12, 25-11. Sementara Nepal dipastikan tersingkir setelah menelan dua kekalahan.

Bagi Indonesia, kemenangan atas Nepal juga menjawab target yang sebelumnya diberikan Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI). Sebelum keberangkatan ke Jepang, Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo menyebut tim voli putri ditargetkan menembus lima besar. Laga melawan Nepal bahkan disebut sebagai pertandingan yang wajib dimenangkan agar Indonesia bisa membuka jalan menuju delapan besar.

"Untuk tim putri target saya tembus lima besar. Lawan Nepal kami harus menang. Itu harga mati lawan Nepal, sehingga kita bisa masuk delapan besar. Tapi target kami minimal lima besar. Syukur lebih baik daripada itu," ujar Imam saat pelepasan tim di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, 13 September 2026.

Target awal tersebut kini berhasil dilewati. Indonesia bukan hanya memenangkan pertandingan pertama, tetapi juga memastikan tempat di fase gugur sebelum menghadapi Jepang. Hasil itu memberikan ruang bagi tim untuk memasuki pertandingan kedua dengan status sudah mengamankan tiket perempat final.

Pada pertandingan melawan Nepal, Indonesia langsung memperlihatkan perbedaan kualitas sejak set pertama. Serangan yang dibangun skuad asuhan Marcos Sugiyama membuat Nepal kesulitan menjaga perolehan angka. Indonesia akhirnya menutup set pembuka dengan keunggulan 25-12.

Nepal kemudian memberikan perlawanan lebih ketat pada set kedua. Indonesia bahkan sempat tertinggal 12-15 sebelum mampu membalikkan keadaan. Skuad Merah Putih mencetak rangkaian poin untuk berbalik unggul 17-15 dan mempertahankan momentum hingga set tersebut berakhir 25-21.

Situasi serupa tidak berlanjut terlalu lama pada set ketiga. Indonesia kembali mengambil kendali permainan dan sempat unggul cukup jauh, 15-6. Nepal mencoba mengejar ketertinggalan, tetapi Indonesia mampu menjaga jarak hingga memastikan kemenangan 25-20 sekaligus mengakhiri pertandingan tanpa kehilangan satu set pun.

Statistik pertandingan juga memperlihatkan keunggulan Indonesia di sejumlah aspek penting. Efektivitas smes tim Merah Putih mencapai 47 persen, sedangkan Nepal berada di angka 35 persen. Perbedaan juga terlihat pada efektivitas blok. Indonesia mencatat 24 persen, sementara Nepal hanya sembilan persen.

Kinerja sektor serangan Indonesia turut ditopang sejumlah pemain yang tampil produktif. Outside hitter Mediol Stiovanny Yoku menjadi pencetak angka terbanyak dengan 14 poin. Ersandrina Devega Salsabilah menyumbang 13 poin, sedangkan Chelsa Berliana Nurtomo mengakhiri pertandingan dengan 12 poin.

Performa ketiga pemain tersebut memperlihatkan bahwa distribusi angka Indonesia tidak hanya bertumpu pada satu pemain. Variasi serangan menjadi salah satu faktor yang membuat Nepal kesulitan mempertahankan tekanan, terutama ketika Indonesia mampu membangun keunggulan pada dua sisi permainan, serangan dan blok.

Kemenangan ini juga menjadi hasil penting bagi skuad yang dipersiapkan dengan komposisi pemain muda dan senior. Sebelum Asian Games 2026, PBVSI menyebut tim putri telah menjalani rangkaian persiapan melalui berbagai pertandingan internasional, termasuk AVC Cup, SEA V Cup, AVC Continental, serta laga uji coba melawan Korea Selatan.

Pelatih asal Jepang, Marcos Sugiyama, dipercaya menangani tim putri Indonesia dalam ajang tersebut. PBVSI sebelumnya memilih 12 pemain untuk dibawa ke Asian Games 2026. Skuad itu berisi pemain dari sejumlah posisi, mulai setter, middle blocker, opposite, outside hitter hingga libero.

Kapten tim, Medi Yoku, sebelumnya juga menyoroti kondisi skuad yang banyak dihuni pemain muda. Ia meminta rekan-rekannya menikmati pertandingan dan tidak bermain dengan beban berlebihan karena sebagian pemain menjalani pengalaman pertama di Asian Games.

"Saya berharap karena kebanyakan pemain masih muda, semuanya bisa bermain lepas dan menikmati pertandingan. Tidak perlu terlalu memikirkan target atau hasil. Penting bagi kami mendapatkan pengalaman karena ini pertama kalinya bagi sebagian besar pemain," kata Medi sebelum tim berangkat ke Jepang.

Kondisi tersebut membuat kemenangan atas Nepal memiliki arti lebih dari sekadar tambahan angka di fase grup. Indonesia berhasil menjalankan target awal sekaligus mendapatkan pengalaman pertandingan dalam situasi turnamen besar dengan tekanan untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya.

Marcos menilai timnya mampu menjalankan rencana permainan ketika menghadapi Nepal. Menurut dia, fokus pemain menjadi salah satu faktor yang membantu Indonesia meraih kemenangan tiga set langsung.

"Anak-anak bermain sangat disiplin sesuai dengan rencana permainan yang kami siapkan. Kemenangan ini penting untuk mengamankan posisi kita di babak selanjutnya, sekaligus membangun rasa percaya diri tim," kata Marcos setelah pertandingan.

Namun, pekerjaan Indonesia belum selesai. Jepang menunggu pada pertandingan terakhir Grup A. Laga tersebut menjadi ujian dengan tingkat kesulitan berbeda karena Indonesia akan menghadapi tuan rumah yang juga telah mengalahkan Nepal tanpa kehilangan set.

Marcos menyadari pertandingan melawan Jepang akan menghadirkan tantangan lebih besar. Selain kualitas lawan, status Jepang sebagai tuan rumah menjadi faktor lain yang perlu diperhitungkan oleh Indonesia.

"Menghadapi Jepang besok tentu menjadi tantangan yang berbeda. Mereka tim yang sangat kuat dan bermain di kandang sendiri. Kami akan fokus memperbaiki penerimaan bola pertama dan memperkuat koordinasi blok. Kami akan berusaha menyajikan permainan terbaik dan memanfaatkan setiap peluang yang ada," ujar Marcos.

Pertandingan melawan Jepang sekaligus menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menguji konsistensi setelah tampil dominan atas Nepal. Jika kemenangan pertama memberikan tiket ke perempat final, laga kedua menentukan posisi Indonesia di Grup A dan jalur yang akan ditempuh pada fase berikutnya.

Format kompetisi bola voli putri Asian Games 2026 diikuti 14 negara yang dibagi ke dalam empat grup, yakni Grup A hingga D. Grup A dan Grup B masing-masing berisi tiga tim, sementara dua grup lainnya dihuni lebih banyak peserta. Dua tim terbaik dari setiap grup berhak melaju ke perempat final.

Dengan demikian, kemenangan atas Nepal memastikan Indonesia berada di antara dua tim teratas Grup A. Nepal sudah memainkan dua pertandingan dan mengalami dua kekalahan, masing-masing dari Jepang dan Indonesia. Kondisi tersebut membuat Nepal tidak lagi memiliki peluang mengejar Indonesia maupun Jepang di klasemen.

Indonesia pun kini dapat memusatkan perhatian pada pertandingan kontra Jepang. Hasil laga itu akan menentukan apakah skuad Merah Putih menyelesaikan fase grup sebagai pemuncak atau runner-up. Posisi tersebut penting karena akan menentukan lawan Indonesia pada babak delapan besar.

Dari sisi performa, kemenangan 3-0 atas Nepal menjadi modal yang cukup kuat. Indonesia mampu menciptakan margin besar pada set pertama, merespons tekanan pada set kedua, kemudian kembali mengontrol permainan pada set ketiga. Kemampuan keluar dari situasi tertinggal pada set kedua juga menjadi catatan positif sebelum menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi.

Indonesia memang masih harus memperbaiki beberapa aspek sebelum pertandingan berikutnya. Marcos secara khusus menyebut penerimaan bola pertama dan koordinasi blok sebagai bagian yang akan diperkuat. Dua elemen tersebut menjadi penting ketika menghadapi Jepang yang memiliki kualitas permainan lebih tinggi dibanding Nepal.

Di sisi lain, keberhasilan lolos lebih awal membuat persiapan menuju laga penentuan juara grup bisa dilakukan dengan kondisi psikologis yang berbeda. Pemain tidak lagi berada dalam situasi wajib menang untuk mempertahankan peluang lolos. Fokus dapat diarahkan pada eksekusi strategi dan konsistensi permainan.

Bagi PBVSI, hasil tersebut juga menunjukkan bahwa target minimal yang ditetapkan sebelum turnamen mulai terbuka untuk dicapai. Tim putri sebelumnya dibekali rangkaian pertandingan internasional sebagai bagian dari persiapan panjang. Imam menyebut proses tersebut sudah berlangsung sejak keikutsertaan di AVC Cup, SEA V Cup, AVC Continental, hingga pertandingan uji coba menghadapi Korea Selatan.

Kemenangan atas Nepal menjadi bukti awal bahwa persiapan tersebut mampu diterjemahkan menjadi hasil di pertandingan Asian Games. Namun, perjalanan menuju target lima besar masih panjang karena Indonesia baru memastikan satu tempat di perempat final.

Laga kontra Jepang pada Jumat (18/9/2026) menjadi kesempatan berikutnya bagi skuad Merah Putih untuk mengukur level permainan. Selain menentukan juara Grup A, pertandingan itu dapat menjadi tolok ukur kesiapan Indonesia menghadapi fase gugur yang persaingannya akan semakin ketat.

Dengan tiket perempat final yang sudah berada di tangan, perhatian kini beralih pada bagaimana Indonesia menyelesaikan fase grup. Kemenangan atas Nepal telah mengamankan tujuan pertama. Tantangan berikutnya adalah menghadapi Jepang, mempertahankan kualitas permainan, dan memastikan posisi terbaik sebelum memasuki babak delapan besar Asian Games 2026.

Editor : Mahendra Aditya
Indonesia vs Nepal voli putri Asian Games Indonesia vs Jepang Asian Games 2026 timnas voli putri indonesia