Arema FC Ditahan Persik Kediri 1-1, Gol Cepat Zanadin Fariz Dibalas Penalti Matheus Blade

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 17:49 WIB
Zanadin Fariz
Zanadin Fariz

RADAR KUDUS - Arema FC dan Persik Kediri harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 dalam derbi Jawa Timur pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (18/9/2026). Persik lebih dulu mencetak gol melalui Zanadin Fariz pada menit keenam, tetapi Arema FC mampu merespons lewat penalti Matheus Blade pada menit ke-30. Skor tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir.

Hasil ini membuat duel dua klub Jawa Timur tersebut berlangsung tanpa pemenang. Persik sempat berada di atas angin berkat gol cepat pada awal pertandingan, namun Arema FC mampu mengembalikan kedudukan sebelum turun minum. Setelah jeda, kedua tim sama-sama memiliki peluang, tetapi tidak ada tambahan gol yang mengubah skor akhir.

Pertandingan di Kanjuruhan berjalan cukup terbuka. Berdasarkan statistik pertandingan, Arema FC melepaskan 11 tembakan, dengan empat di antaranya mengarah tepat ke gawang. Persik menghasilkan delapan tembakan dan hanya dua yang tercatat sebagai shots on target. Dalam penguasaan bola, Persik lebih unggul dengan 56 persen berbanding 44 persen milik Arema FC.

Perbedaan penguasaan bola tersebut tidak berbanding lurus dengan hasil akhir. Arema FC justru lebih banyak menghasilkan percobaan ke arah gawang. Namun, efektivitas penyelesaian akhir dari kedua kesebelasan belum cukup untuk menghasilkan gol kedua setelah kedudukan kembali imbang pada babak pertama.

Persik langsung memberikan tekanan ketika pertandingan baru berjalan enam menit. Zanadin Fariz menjadi pemain yang membuka keunggulan tim tamu melalui sebuah penyelesaian yang membuat Persik unggul 1-0. Gol tersebut membuat Arema FC harus segera mengubah pendekatan permainan karena tertinggal ketika laga belum memasuki 10 menit.

Keunggulan Persik juga membuat pertandingan semakin menarik karena Arema FC bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Tuan rumah berusaha membangun serangan untuk mencari gol balasan, sementara Persik memiliki ruang untuk mengandalkan transisi dan mempertahankan keunggulan yang sudah mereka dapatkan.

Arema FC kemudian memperoleh kesempatan untuk menyamakan kedudukan. Tekanan yang dibangun tuan rumah menghasilkan situasi di kotak penalti Persik hingga wasit memberikan hadiah tendangan penalti pada menit ke-30.

Matheus Blade dipercaya menjadi eksekutor. Kesempatan dari titik putih itu berhasil dimanfaatkan untuk membawa Arema FC kembali ke posisi seimbang. Skor berubah menjadi 1-1 dan menjadi titik penting dalam jalannya pertandingan karena Arema tidak lagi harus mengejar ketertinggalan.

Gol tersebut sekaligus membuat duel kembali terbuka. Setelah skor sama, kedua tim berusaha mencari momentum untuk mencetak gol kedua. Persik tetap mampu menguasai bola lebih banyak, tetapi Arema juga mempunyai beberapa kesempatan untuk membalikkan keadaan.

Sampai turun minum, skor tidak berubah. Data pertandingan mencatat babak pertama berakhir dengan kedudukan 1-1. Hasil tersebut sejalan dengan laporan pertandingan yang menyebut Persik lebih dulu unggul sebelum Arema menyamakan skor melalui titik penalti.

Memasuki babak kedua, kedua pelatih mulai melakukan perubahan untuk menjaga intensitas permainan. Arema FC melakukan pergantian pada awal babak kedua dengan memasukkan Leo Guntara menggantikan Johan Alfarizi. Persik kemudian melakukan perubahan pemain pada menit ke-57 dengan memasukkan Alfeandra Dewangga dan Samuel Otusanya dalam rangkaian pergantian yang terjadi sepanjang pertandingan.

Pergantian pemain membuat tempo laga tetap terjaga. Arema berusaha meningkatkan tekanan untuk mendapatkan gol kedua, sedangkan Persik mencoba memanfaatkan penguasaan bola yang lebih baik untuk membuka ruang di pertahanan tuan rumah.

Statistik akhir memperlihatkan Arema FC mencatat 11 tembakan sepanjang pertandingan. Empat tembakan mengarah ke gawang, sementara tujuh lainnya melebar atau tidak tepat sasaran. Persik membukukan delapan percobaan, dengan dua tembakan tepat sasaran dan enam lainnya tidak mengenai target.

Pertandingan juga diwarnai beberapa peluang pada babak kedua. Arema mendapatkan kesempatan melalui Salman Daffa pada menit ke-82. Persik kemudian memiliki peluang melalui Djalo Marcelo tiga menit berselang. Namun, tidak ada yang berhasil mengubah kedudukan.

Menjelang pertandingan berakhir, sempat terjadi gol yang dianulir karena handball pada menit ke-87. Keputusan tersebut membuat skor tetap 1-1 hingga waktu normal selesai. Dengan demikian, tidak ada tim yang mampu memanfaatkan fase akhir pertandingan untuk mencetak gol penentu.

Hasil imbang tersebut menjadi tambahan satu poin bagi kedua kesebelasan. Arema FC sebelumnya datang ke pertandingan dengan modal hasil 3-3 ketika bertandang ke markas PSM Makassar pada 13 September. Sebelumnya, Singo Edan mengawali kompetisi dengan kemenangan telak 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC pada 4 September.

Artinya, Arema FC kembali meraih hasil imbang dalam pertandingan keduanya secara beruntun setelah sebelumnya bermain 3-3 melawan PSM. Dalam dua pertandingan tersebut, lini depan Arema mampu mencetak total empat gol, tetapi pertahanan juga kebobolan empat kali.

Situasi berbeda dialami Persik Kediri sebelum datang ke Kanjuruhan. Berdasarkan catatan pertandingan yang tersedia, Persik kalah 0-1 dari Dewa United pada 5 September, kemudian bangkit dengan kemenangan 2-0 atas Garudayaksa FC pada 11 September. Hasil imbang melawan Arema membuat Persik melanjutkan rangkaian pertandingan dengan tambahan satu poin.

Derbi Jawa Timur ini memang mempertemukan dua tim dengan modal yang berbeda. Arema FC datang setelah hasil imbang dramatis di Makassar, sedangkan Persik membawa kemenangan tandang 2-0 atas Garudayaksa. Namun, catatan sebelum pertandingan tidak banyak memengaruhi ketatnya duel di Kanjuruhan.

Sebelum pertandingan, pelatih Arema FC Marcos Santos memang mengakui bahwa timnya memiliki waktu pemulihan yang singkat setelah menjalani perjalanan tandang ke Makassar. Meski begitu, dia menyatakan para pemain sudah mempersiapkan diri dengan baik.

“Pemulihan dan jeda pertandingan sangat singkat setelah perjalanan tandang dari PSM Makassar. Namun, para pemain sudah mempersiapkan diri dengan sangat baik, fokus, dan secara mental siap menghadapi derbi ini,” kata Marcos Santos melalui laman resmi Arema FC.

Pernyataan tersebut disampaikan sebelum pertandingan dan menjadi gambaran persiapan Arema menghadapi duel dengan Persik. Laga kemudian berlangsung dengan tempo kompetitif hingga menit akhir, meski kedua tim tidak mampu menciptakan gol tambahan setelah kedudukan menjadi 1-1.

Penjaga gawang Arema FC, Adi Satryo, sebelumnya juga menegaskan bahwa tim telah menerima instruksi dari jajaran pelatih. Ia menyebut persiapan dilakukan secara fokus sebelum pertandingan.

“Pertama-tama kita harus siap untuk pertandingan besok karena persiapan kita sudah sangat matang, sangat fokus, dan maksimal. Apa yang diarahkan oleh pelatih semua sudah disampaikan kepada pemain, jadi kita tinggal menunggu pertandingan dan mengaplikasikannya di lapangan,” ujar Adi Satryo.

Adi juga secara khusus mengingatkan lini belakang Arema FC agar mewaspadai penyerang Persik. Menurutnya, koordinasi antarpemain belakang menjadi salah satu bagian penting untuk menghadapi karakter serangan Macan Putih.

“Antisipasi saya mungkin dengan memperbanyak komunikasi dan mengingatkan teman-teman di lini belakang untuk menjaga satu lawan satu. Striker lawan ini tipenya cukup liar, duel udara dan penguasaan bolanya di dalam kotak penalti sangat bagus. Jadi saya harus ekstra mengingatkan teman-teman bek untuk disiplin menempel lawan,” kata Adi.

Dalam pertandingan, Persik memang mampu mencetak gol lebih dahulu. Namun, gol Zanadin Fariz pada menit keenam tidak cukup untuk membawa tim tamu pulang dengan tiga poin. Penalti Matheus Blade pada menit ke-30 membuat seluruh upaya kedua tim setelahnya kembali dimulai dari skor yang sama.

Bagi Arema FC, hasil 1-1 juga memperpanjang rangkaian pertandingan tanpa kekalahan di kompetisi pada awal musim berdasarkan hasil yang tersedia. Setelah menang 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC, Arema bermain 3-3 melawan PSM Makassar dan kemudian bermain 1-1 melawan Persik Kediri.

Catatan tersebut menunjukkan produktivitas gol Arema cukup tinggi dalam tiga pertandingan awal. Singo Edan mencetak delapan gol dari tiga pertandingan, tetapi juga kebobolan empat gol. Sementara itu, pertandingan melawan Persik menjadi laga pertama dari tiga pertandingan awal ketika Arema mencetak hanya satu gol.

Bagi Persik, pertandingan melawan Arema menjadi lanjutan dari upaya membangun konsistensi setelah meraih kemenangan atas Garudayaksa. Persik mampu mencetak gol cepat di Kanjuruhan, tetapi gagal mempertahankan keunggulan setelah Arema memperoleh penalti.

Riwayat pertemuan kedua tim juga menunjukkan persaingan yang cukup ketat. Pada pertemuan 3 Mei 2026, Persik menang 3-2 atas Arema. Sebelumnya, Arema FC menang 2-1 ketika menjamu Persik pada 11 Januari 2026. Kedua hasil tersebut memperlihatkan bahwa pertemuan kedua klub dalam beberapa laga terakhir berlangsung dengan selisih tipis.

Pertemuan lain pada 11 Mei 2025 berakhir dengan kemenangan Persik 3-0 atas Arema. Sementara pada 16 Desember 2024, Persik kembali menang dengan skor 1-0. Catatan tersebut menjadi bagian dari sejarah pertemuan kedua tim sebelum duel di Kanjuruhan pada 18 September 2026.

Namun, laga terbaru kembali menghasilkan cerita berbeda. Arema FC mampu menghindari kekalahan setelah tertinggal sejak menit keenam, sedangkan Persik harus puas membawa pulang satu poin meski sempat memimpin lebih dahulu.

Dari sisi penguasaan permainan, Persik terlihat lebih dominan. Tim tamu menguasai bola 56 persen berbanding 44 persen. Akan tetapi, Arema FC memiliki jumlah tembakan lebih banyak, yakni 11 berbanding delapan. Statistik shots on target juga menunjukkan Arema unggul 4-2.

Angka tersebut menunjukkan pertandingan tidak sepenuhnya dikuasai satu tim. Persik lebih banyak memegang bola, sementara Arema lebih sering menghasilkan percobaan tembakan. Perbedaan pendekatan itu membuat laga tetap terbuka hingga penghujung pertandingan.

Kedua kesebelasan juga melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga kondisi fisik dan memberikan perubahan dalam permainan. Arema memasukkan Leo Guntara, Alfeandra Dewangga, Alessandro Fransiskus, Gustavo Franca, dan Salman Daffa dalam beberapa tahap pertandingan. Persik juga melakukan perubahan komposisi pemain, termasuk memasukkan Alfeandra Dewangga dan Samuel Otusanya.

Hingga peluit akhir, semua perubahan tersebut belum menghasilkan gol tambahan. Skor 1-1 tetap bertahan dan menutup pertandingan pekan ketiga Super League antara Arema FC dan Persik Kediri.

Bagi Arema FC, satu poin di kandang membuat mereka belum kembali meraih kemenangan setelah sukses mengalahkan Isenmulang Kalteng FC pada laga pembuka. Sementara Persik mendapatkan tambahan poin setelah sebelumnya meraih kemenangan atas Garudayaksa.

Laga ini juga memperlihatkan bagaimana momentum pertandingan dapat berubah dengan cepat. Persik hanya membutuhkan enam menit untuk membuka skor. Arema kemudian membutuhkan waktu 24 menit untuk menyamakan kedudukan melalui penalti. Setelah itu, tidak ada gol yang mampu memisahkan kedua tim.

Dari keseluruhan pertandingan, dua gol pada babak pertama menjadi penentu hasil akhir. Zanadin Fariz mencetak gol pembuka untuk Persik, sedangkan Matheus Blade mengembalikan keseimbangan melalui titik penalti. Babak kedua berjalan tanpa gol meski kedua tim tetap menciptakan peluang.

Pertandingan Arema FC vs Persik Kediri akhirnya menjadi duel yang berakhir sama kuat. Tidak ada pemenang di Kanjuruhan, tetapi kedua tim sama-sama membawa pulang satu poin dari derbi Jawa Timur tersebut.

Dengan hasil 1-1, Arema FC dan Persik Kediri menutup pertandingan dengan skor yang sama seperti kedudukan setelah babak pertama. Gol cepat Persik tidak mampu dipertahankan, sementara Arema juga gagal memanfaatkan sejumlah peluang pada babak kedua untuk mengamankan kemenangan di kandang.

Skor imbang tersebut sekaligus menjadi gambaran akhir dari duel yang berjalan ketat selama 90 menit. Persik unggul dalam penguasaan bola, sedangkan Arema mencatat lebih banyak tembakan dan tembakan tepat sasaran. Namun, tidak ada perbedaan kualitas penyelesaian yang cukup untuk menghasilkan gol ketiga.

Pada akhirnya, derbi Jawa Timur di Stadion Kanjuruhan ditutup dengan hasil 1-1. Persik membuka pertandingan dengan keunggulan Zanadin Fariz, Arema membalas melalui penalti Matheus Blade, dan skor tersebut bertahan sampai peluit akhir. Kedua klub pun harus berbagi angka dari pertandingan pekan ketiga BRI Super League 2026/2027.

Editor : Mahendra Aditya
BRI Super League 2026/2027 Arema FC vs Persik Kediri hasil Arema FC vs Persik skor Arema FC Persik Kediri