RADAR KUDUS - Arema FC dan Persik Kediri masih bermain imbang 1-1 hingga memasuki menit ke-89 dalam duel pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (18/9/2026). Persik lebih dulu memimpin melalui Zanadin Fariz pada menit keenam, sebelum Arema FC menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti Matheus Blade pada babak pertama.
Pertandingan derbi Jawa Timur tersebut berlangsung ketat sejak awal. Kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk menambah gol, tetapi hingga memasuki penghujung pertandingan belum ada yang mampu kembali memecah kebuntuan. Data pertandingan menunjukkan Arema FC mencatat 43 persen penguasaan bola, sedangkan Persik sedikit lebih dominan dengan 57 persen.
Hasil sementara itu membuat laga di Kanjuruhan berjalan sesuai gambaran kedua tim sebelum pertandingan. Arema FC datang dengan misi menjaga momentum di kandang, sementara Persik Kediri membawa modal positif dari dua pertandingan awal musim. Pertemuan kedua tim juga menjadi salah satu laga yang mendapat perhatian karena mempertemukan dua klub Jawa Timur dalam atmosfer derbi.
Arema FC sebenarnya sudah mendapat peringatan sejak awal pertandingan. Baru enam menit laga berjalan, Persik mampu mengubah skor menjadi 0-1. Zanadin Fariz memanfaatkan bola liar dan melepaskan tendangan voli dari luar kotak penalti yang tidak mampu dihentikan kiper Arema FC, Adi Satryo. Gol cepat tersebut membuat Persik berada dalam posisi menguntungkan.
Keunggulan itu sekaligus menunjukkan efektivitas Persik dalam memanfaatkan situasi di area pertahanan Arema. Zanadin tidak membutuhkan banyak kesempatan untuk memberikan ancaman. Bola yang lepas kemudian disambut dengan tembakan keras sehingga Arema harus mengejar ketertinggalan sejak menit-menit awal.
Arema berusaha merespons melalui tekanan di lini depan. Salah satu peluang datang dari Careca pada menit ke-18. Pemain Arema tersebut memperoleh ruang untuk melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti, tetapi bola masih melambung di atas gawang Persik yang dikawal Andhika Ramadhani.
Tekanan Arema akhirnya menghasilkan peluang emas pada pertengahan babak pertama. Wasit menunjuk titik putih setelah Arkhan Fikri dijatuhkan Park Junheong di dalam kotak penalti. Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkan Arema untuk menghapus keunggulan Persik.
Matheus Blade maju sebagai eksekutor. Tembakannya mengarah ke sisi kanan gawang. Andhika Ramadhani sempat menyentuh bola dan berusaha menghalau tendangan tersebut, tetapi bola tetap bergerak masuk ke gawang. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga akhir babak pertama.
Gol penyama kedudukan membuat pertandingan kembali terbuka. Setelah kedua tim berada dalam posisi sama kuat, permainan berlangsung lebih berhati-hati sekaligus tetap menghadirkan ancaman dari kedua sisi. Persik tidak berhenti mencari ruang untuk kembali unggul, sedangkan Arema mencoba memanfaatkan dukungan publik Kanjuruhan untuk menekan pertahanan lawan.
Menjelang turun minum, Persik kembali memiliki peluang. Zanadin Fariz memberikan umpan silang yang kemudian disambut sundulan Marcelo pada menit ke-43. Namun, upaya tersebut masih dapat diamankan Adi Satryo. Babak pertama akhirnya berakhir dengan skor 1-1 setelah tambahan waktu tiga menit.
Memasuki babak kedua, kedua pelatih melakukan sejumlah perubahan untuk menjaga intensitas permainan. Arema memasukkan Leo Guntara menggantikan Johan Alfarizi pada awal babak kedua. Persik kemudian melakukan pergantian pemain pada menit ke-57 dengan memasukkan Alfeandra Dewangga dan Samuel Otusanya dalam rangkaian perubahan yang dilakukan kedua tim.
Pergantian tersebut membuat dinamika permainan tetap terjaga. Arema mencoba meningkatkan tekanan dari sektor tengah dan sayap, sementara Persik berusaha mempertahankan penguasaan bola untuk membangun serangan secara bertahap. Statistik sementara menunjukkan Persik memiliki keunggulan penguasaan bola 57 persen berbanding 43 persen milik Arema.
Namun, keunggulan penguasaan bola belum otomatis menghasilkan perbedaan skor. Hingga penghujung pertandingan, Persik dan Arema sama-sama tercatat melepaskan delapan dan tujuh tembakan. Dari jumlah tersebut, masing-masing hanya menghasilkan dua tembakan tepat sasaran.
Situasi tersebut menggambarkan ketatnya duel di Kanjuruhan. Kedua tim mampu menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir menjadi faktor yang membuat skor masih bertahan 1-1. Arema juga harus menghadapi tekanan untuk mencetak gol tambahan di kandang sendiri setelah sebelumnya kehilangan kemenangan pada pertandingan tandang melawan PSM Makassar.
Sebelum menghadapi Persik, Arema FC memang baru saja menjalani pertandingan dramatis melawan PSM Makassar pada 13 September 2026. Pertandingan tersebut berakhir 3-3 setelah keunggulan Arema yang sempat berada di depan akhirnya sirna pada menit-menit akhir. Kondisi itu membuat konsentrasi hingga peluit panjang menjadi salah satu perhatian utama tim.
Pelatih Arema FC Marcos Santos sebelumnya mengakui timnya memiliki waktu pemulihan yang relatif singkat setelah perjalanan dari Makassar. Meski demikian, ia menyebut para pemain telah mempersiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi Persik.
“Pemulihan dan jeda pertandingan sangat singkat setelah perjalanan tandang dari PSM Makassar. Namun, para pemain sudah mempersiapkan diri dengan sangat baik, fokus, dan secara mental siap menghadapi derbi ini,” kata Marcos Santos.
Pernyataan tersebut menjadi relevan melihat jalannya pertandingan di Kanjuruhan. Arema harus menjaga intensitas permainan meski sebelumnya menjalani perjalanan tandang. Persik, di sisi lain, tampil dengan kemampuan mempertahankan bola dan mengembangkan serangan melalui lini tengah.
Marcos sebelumnya juga telah mengingatkan timnya mengenai karakter permainan Persik. Menurut dia, Macan Putih memiliki kemampuan menguasai bola sekaligus berbahaya ketika melakukan transisi cepat. Jose Henrique menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian khusus karena dinilai mampu memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti.
“Persik adalah tim yang suka menguasai bola dan sangat berbahaya dalam transisi serangan balik. Jose Henrique adalah penyerang yang tahu betul cara mencetak gol meski hanya memanfaatkan satu peluang kecil,” ujar Marcos.
Kewaspadaan itu juga sebelumnya disampaikan penjaga gawang Arema FC, Adi Satryo. Menghadapi mantan klubnya, Adi menyebut koordinasi dengan barisan pertahanan menjadi salah satu aspek yang harus diperkuat untuk meredam lini serang Persik.
“Antisipasi saya mungkin dengan memperbanyak komunikasi dan mengingatkan teman-teman di lini belakang untuk menjaga satu lawan satu. Striker lawan ini cukup liar, duel udara dan penguasaan bolanya di dalam kotak penalti sangat bagus. Jadi saya harus ekstra mengingatkan teman-teman bek untuk disiplin menempel lawan,” kata Adi.
Jalannya pertandingan kemudian memperlihatkan bahwa ancaman dari Persik tidak hanya datang dari satu pemain. Zanadin Fariz justru menjadi pemain yang membuka keunggulan tim tamu melalui tembakan jarak jauh pada menit keenam. Persik juga mampu menciptakan sejumlah peluang lain sepanjang pertandingan.
Di kubu Arema, Matheus Blade menjadi pemain yang menjaga tim tetap berada dalam pertandingan. Penalti yang dieksekusinya pada babak pertama mengembalikan kedudukan menjadi seimbang. Gol tersebut sekaligus membuat Arema memiliki kesempatan untuk mengejar kemenangan ketika pertandingan memasuki fase akhir.
Babak kedua berjalan tanpa tambahan gol hingga mendekati menit ke-90. Arema tercatat melakukan beberapa pergantian pemain, termasuk memasukkan Alessandro Fransiskus, Gustavo Franca, dan Salman Daffa. Persik juga mengubah komposisi pemain untuk mempertahankan energi serta mencari peluang mencetak gol kedua.
Tekanan kembali muncul pada menit-menit akhir. Berdasarkan catatan pertandingan, Arema sempat menciptakan peluang melalui Salman Daffa pada menit ke-82, sedangkan Persik memperoleh kesempatan melalui Djalo Marcelo pada menit ke-85. Satu gol yang sempat terjadi pada menit ke-87 kemudian dianulir karena handball. Hingga menit ke-89, skor tetap 1-1.
Dengan waktu normal yang tinggal beberapa menit, kedua tim masih memiliki peluang untuk menentukan hasil akhir. Arema tentu membutuhkan gol tambahan jika ingin mewujudkan target tiga poin di hadapan pendukungnya. Persik pun memiliki kesempatan membawa pulang hasil maksimal apabila mampu memanfaatkan ruang yang tersedia di pertahanan tuan rumah.
Secara statistik, pertandingan berlangsung cukup seimbang dalam hal produktivitas peluang. Arema menghasilkan tujuh tembakan, dua di antaranya tepat sasaran. Persik sedikit lebih agresif dengan delapan tembakan dan juga dua tembakan tepat sasaran. Perbedaan paling terlihat berada pada penguasaan bola, dengan Persik unggul 57 persen.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa skor 1-1 bukan hasil yang lahir dari pertandingan satu arah. Persik memang lebih banyak menguasai bola, tetapi Arema tetap mampu menciptakan ancaman. Sebaliknya, dominasi penguasaan bola Persik belum mampu dikonversi menjadi gol kedua.
Derbi Jawa Timur ini juga menjadi lanjutan persaingan kedua klub pada kompetisi musim 2026/2027. Sebelum pertandingan, Persik telah mengantongi hasil positif pada dua laga awal. Berdasarkan data ILeague, Persik menang 1-0 atas Dewa United Banten FC pada 5 September dan kemudian menang 2-0 atas Garudayaksa FC pada 11 September 2026.
Sementara itu, Arema memulai musim dengan performa yang juga cukup produktif. Dalam dua pertandingan awal, Singo Edan mencetak tujuh gol. Marcos Santos menyebut timnya masih mengembangkan opsi di posisi penyerang tengah karena dalam dua laga awal Arema belum menggunakan pemain nomor sembilan murni.
Situasi tersebut menjadi bagian dari konteks pertandingan melawan Persik. Arema memiliki produktivitas yang cukup tinggi, tetapi lawan kali ini mampu memberikan perlawanan melalui organisasi permainan dan transisi. Skor sementara 1-1 menjadi gambaran bahwa keunggulan produktivitas dari pertandingan sebelumnya tidak otomatis membuat Arema mampu menguasai laga.
Pertemuan Arema dan Persik juga memiliki sejarah persaingan yang cukup ketat. Pada pertemuan terakhir sebelum laga 18 September, Persik menang 3-2 atas Arema di Gelora Joko Samudro pada 3 Mei 2026. Sebelumnya, Arema menang 2-1 atas Persik di Kanjuruhan pada 11 Januari 2026. Data pertemuan ILeague juga mencatat Persik menang 3-0 di Kanjuruhan pada Mei 2025.
Karena itu, hasil sementara 1-1 di Kanjuruhan kembali menunjukkan rapatnya persaingan kedua tim. Baik Arema maupun Persik masih memiliki kesempatan mengubah skor sebelum pertandingan benar-benar berakhir.
Arema memasuki menit-menit terakhir dengan tekanan untuk menjaga pertandingan kandang tetap menghasilkan poin maksimal. Persik, sementara itu, memiliki modal dari penguasaan bola yang lebih tinggi serta beberapa peluang yang telah dibuat sepanjang pertandingan. Namun, kedua faktor tersebut belum cukup untuk menentukan pemenang.
Pertandingan masih berlangsung ketika waktu menunjukkan sekitar menit ke-89. Dengan skor 1-1, satu momen saja dapat mengubah hasil derbi. Gol tambahan bagi Arema akan membawa tuan rumah berbalik unggul, sementara gol Persik dapat membuat Macan Putih kembali memimpin setelah sebelumnya unggul cepat melalui Zanadin Fariz.
Yang sudah pasti hingga fase tersebut adalah pertandingan berjalan jauh dari kata mudah bagi kedua tim. Persik mampu memberikan kejutan lewat gol cepat, tetapi Arema merespons melalui penalti Matheus Blade. Setelah itu, kedua tim saling mencari celah tanpa berhasil menghasilkan gol tambahan dalam waktu yang panjang.
Perhatian kini tertuju pada sisa waktu pertandingan di Kanjuruhan. Arema perlu mempertahankan konsentrasi agar tidak kembali kehilangan hasil pada fase akhir seperti yang terjadi saat menghadapi PSM. Persik juga harus tetap disiplin menghadapi tekanan tuan rumah.
Sebelum laga, Adi Satryo menyatakan kesiapan Arema untuk menerapkan instruksi pelatih di lapangan. “Apa yang diarahkan oleh pelatih semua sudah disampaikan kepada pemain, jadi kami tinggal menunggu pertandingan dan mengaplikasikannya di lapangan,” kata Adi.
Kini, penerapan instruksi tersebut memasuki fase paling menentukan. Hingga menit ke-89, skor Arema FC vs Persik Kediri masih 1-1. Zanadin Fariz membawa Persik unggul lebih dulu pada menit keenam, sedangkan Matheus Blade menyamakan kedudukan melalui penalti pada babak pertama. Dengan pertandingan masih berjalan, kedua tim masih memiliki peluang untuk menentukan siapa yang keluar dari Kanjuruhan dengan hasil maksimal.
Editor : Mahendra Aditya