RADAR KUDUS – Bali United masih mencari solusi setelah Joao Ferrari dipastikan absen dalam waktu lama akibat cedera lutut parah. Menjelang penutupan bursa transfer Super League 2026/2027, nama bek asal Kolombia Jose Abad Cuenu Rodriguez mulai dikaitkan dengan Serdadu Tridatu sebagai kandidat pengganti.
Rumor mengenai Jose Cuenu muncul ketika jendela transfer Super League 2026/2027 memasuki fase akhir. Nama bek berusia 31 tahun tersebut beredar melalui unggahan akun Instagram @iqbalfauzan2511 pada Kamis (17/9).
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa Cuenu masuk radar Bali United ketika batas akhir transfer semakin dekat. Namun, informasi itu belum mendapatkan konfirmasi resmi dari klub asal Pulau Dewata tersebut.
Pantauan di situs Transfermarkt pada Jumat (18/9/2026) juga belum menunjukkan nama Cuenu sebagai bagian dari aktivitas transfer Bali United. Kondisi itu membuat status sang pemain hingga kini masih sebatas rumor.
Media Officer Bali United Alexander Mahaputra turut menegaskan bahwa kabar tersebut belum menjadi keputusan resmi klub. Saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan kedatangan Cuenu, Alex menyebut informasi tersebut masih berada pada tahap rumor.
Baca Juga: Persebaya vs Garudayaksa FC, Risto Mitrevski Minta Green Force Tak Lengah
“Masih rumor. Itu sudah biasa dalam sepak bola dan ketika jendela transfer belum ditutup,” kata Alexander Mahaputra, Jumat (18/9/2026).
Alexander menjelaskan bahwa kesempatan bagi klub untuk melakukan aktivitas transfer masih terbuka. Bursa transfer Super League musim 2026/2027 dijadwalkan berlangsung hingga 23 September.
Karena itu, Bali United belum memberikan kepastian mengenai siapa pemain yang akan mengisi slot asing yang ditinggalkan Ferrari. Klub meminta publik dan suporter menunggu keputusan resmi sebelum menarik kesimpulan mengenai pemain baru.
“Ditunggu saja,” ujar Alexander singkat.
Situasi tersebut tidak terlepas dari kondisi Joao Ferrari. Bek asal Brasil itu mengalami cedera lutut parah sehingga harus menjalani masa pemulihan panjang. Absennya Ferrari kemudian membuat Bali United memiliki kebutuhan untuk memperkuat sektor pertahanan, terlebih kompetisi masih berjalan.
Pelatih Bali United Johnny Jansen sebelumnya juga telah membuka kemungkinan klub mencari pemain untuk menggantikan Ferrari. Namun, keputusan tersebut tidak bisa dibuat sepihak oleh sang pelatih karena harus melalui pembahasan bersama manajemen.
“Saya tidak bisa langsung memutuskan. Harus dibicarakan dengan manajemen,” ujar Johnny Jansen sebelumnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan merekrut bek baru memang telah menjadi bagian dari pembahasan internal Bali United. Meski demikian, belum ada pernyataan klub yang secara resmi menyebut Jose Cuenu sebagai pemain yang akan didatangkan.
Di tengah rumor tersebut, profil Cuenu membuat namanya cukup menarik perhatian. Pemain dengan nama lengkap Jose Abad Cuenu Rodriguez itu lahir di Kolombia pada 17 Februari 1995. Dengan tinggi badan 1,92 meter, Cuenu berposisi sebagai bek tengah.
Baca Juga: Jelang Persebaya vs Garudayaksa FC, Bernardo Tavares Soroti Kualitas Pemain Lawan
Saat ini Cuenu tercatat memperkuat Operario-PR yang bermain di Serie B Brasil. Sepanjang musim berjalan, ia telah mencatatkan 35 penampilan di berbagai kompetisi bersama klub tersebut dan menyumbangkan satu gol.
Data yang dikutip dari sumber transfer dalam artikel menyebutkan nilai pasar Cuenu berada di kisaran Rp5,21 miliar. Kontraknya bersama Operario-PR tercatat berlaku hingga 30 November 2026.
Karier Cuenu sebelum bermain di Brasil lebih banyak berlangsung di kompetisi Kolombia. Ia pernah memperkuat sejumlah klub, antara lain Orsomarso SC, Bucaramanga, Millonarios, Deportes Tolima, Rionegro Aguilas, Deportivo Pasto, dan Junior FC.
Pengalaman tersebut membuat Cuenu memiliki perjalanan karier yang cukup panjang di level klub. Posisi sebagai bek tengah juga menjadi salah satu faktor yang relevan dengan kebutuhan Bali United setelah Ferrari mengalami cedera.
Namun, rekam jejak Cuenu tidak hanya diwarnai penampilan di lini pertahanan. Sepanjang kariernya, ia tercatat mengoleksi 57 kartu kuning. Beberapa kartu kuning tersebut berujung pada kartu merah akibat akumulasi.
Cuenu juga pernah menerima kartu merah langsung sebanyak dua kali ketika memperkuat Junior FC dan Deportes Tolima. Catatan disiplin tersebut menjadi bagian dari rekam jejaknya sebagai pemain bertahan yang telah menjalani karier profesional di sejumlah klub.
Di sisi prestasi, Cuenu pernah menjadi bagian dari tim yang meraih gelar di kompetisi domestik Kolombia. Bersama Junior FC, ia tercatat menjadi bagian dari skuad yang menjuarai liga Kolombia pada musim 2024/2025.
Sebelumnya, Cuenu juga pernah merasakan gelar piala liga ketika memperkuat Millonarios FC pada musim 2021/2022. Dua pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum melanjutkan kiprah ke Brasil.
Jika dikaitkan dengan kebutuhan Bali United, keberadaan bek tengah berpostur 1,92 meter seperti Cuenu secara profil dapat memberikan opsi di sektor pertahanan. Namun, sejauh ini belum ada pernyataan resmi yang memastikan bahwa pemain tersebut menjadi target final Serdadu Tridatu.
Bali United masih memiliki waktu hingga 23 September untuk menentukan langkah sebelum jendela transfer Super League 2026/2027 ditutup. Dalam periode tersebut, klub dapat mengambil keputusan terkait kebutuhan skuad setelah kehilangan Ferrari.
Rumor transfer pada fase akhir bursa memang kerap berkembang seiring klub mencari pemain yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam kasus Bali United, kebutuhan tersebut muncul setelah cedera panjang yang dialami Ferrari sehingga klub harus mempertimbangkan opsi untuk menjaga kedalaman lini belakang.
Bagi Bali United, keputusan mengenai pengganti Ferrari juga perlu mempertimbangkan kebutuhan tim sepanjang musim. Kehadiran pemain baru bukan sekadar mengisi daftar pemain asing, tetapi juga menyangkut kesiapan pemain untuk beradaptasi dengan tim dan kompetisi yang sedang berjalan.
Karena itu, nama Jose Cuenu untuk sementara masih berada dalam kategori rumor. Belum ada pengumuman resmi dari Bali United yang memastikan bek Kolombia tersebut akan menjadi bagian dari skuad Serdadu Tridatu.
Kepastian baru dapat diketahui setelah klub mengambil keputusan dan menyampaikannya secara resmi. Hingga saat itu, suporter Bali United masih harus menunggu perkembangan bursa transfer yang akan berakhir pada 23 September.
Yang jelas, absennya Joao Ferrari telah membuka kebutuhan Bali United untuk mencari opsi di lini belakang. Johnny Jansen sebelumnya mengakui kemungkinan tersebut, sementara manajemen klub masih belum mengonfirmasi nama pemain yang menjadi target.
Dengan waktu bursa yang semakin singkat, rumor Jose Cuenu menjadi salah satu kabar yang menarik perhatian menjelang penutupan transfer. Namun, berdasarkan keterangan Bali United, kabar tersebut belum lebih dari rumor dan belum dapat disebut sebagai transfer yang telah disepakati.
Editor : Mahendra Aditya