RADAR KUDUS – Risto Mitrevski mengingatkan Persebaya Surabaya agar tidak terlena ketika menghadapi Garudayaksa FC pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Bek Green Force tersebut menilai status tim promosi tidak bisa dijadikan alasan untuk menganggap pertandingan di Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9), sebagai laga mudah.
Menurut Risto, setiap tim di kompetisi musim ini memiliki pemain berkualitas dan motivasi tersendiri ketika menghadapi Persebaya. Situasi itu membuat tuan rumah harus menjaga konsentrasi sejak awal hingga peluit akhir.
Pertemuan kedua tim dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (19/9) pukul 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo. Persebaya datang dengan modal kemenangan 1-0 atas PSIM Yogyakarta pada 13 September 2026. Dalam pertandingan tersebut, Alex Martins menjadi penentu kemenangan melalui gol pada menit ke-81.
Hasil itu memang menjadi modal bagi Green Force sebelum kembali tampil di hadapan pendukungnya. Namun, Risto tidak ingin kemenangan sebelumnya membuat rekan-rekannya kehilangan kewaspadaan.
Baca Juga: Jelang Persebaya vs Garudayaksa FC, Bernardo Tavares Soroti Kualitas Pemain Lawan
“Tidak ada pertandingan yang mudah di liga ini. Dari pertandingan ke pertandingan, kami melihat setiap lawan memiliki pemain dan skuad yang bagus. Mereka sangat termotivasi, terutama ketika datang ke sini untuk menghadapi Persebaya,” ujar Risto Mitrevski dalam konferensi pers, Jumat (18/9).
Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan cara Risto melihat Garudayaksa. Bagi dia, kualitas lawan tidak cukup dinilai dari posisi mereka sebagai pendatang baru di kompetisi. Motivasi ketika berhadapan dengan Persebaya di kandang juga menjadi faktor yang patut diperhitungkan.
Risto menilai tim tamu berpotensi memberikan persoalan jika Persebaya kehilangan konsentrasi. Terlebih, pertandingan di GBT menghadirkan situasi yang berbeda dibandingkan laga biasa karena tuan rumah harus mampu mengelola ekspektasi sekaligus tekanan untuk meraih hasil maksimal.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Risto adalah kemampuan Persebaya mempertahankan permainan setelah memulai laga dengan baik. Pengalaman dari pertandingan sebelumnya menjadi pengingat bahwa dominasi pada menit-menit awal belum otomatis membuat pertandingan berada dalam kendali penuh.
“Pada pertandingan terakhir, Anda bisa melihat kami menekan selama 15 sampai 20 menit awal. Seandainya kami mencetak gol, mungkin kami bisa menang dengan selisih dua atau tiga gol,” kata Risto.
Tekanan awal memang memberikan peluang bagi Persebaya untuk menciptakan keunggulan lebih besar. Akan tetapi, situasi pertandingan kemudian berubah ketika lawan mampu merespons dan meningkatkan permainan.
Bagi Risto, perubahan tersebut harus menjadi bahan evaluasi. Persebaya tidak cukup hanya tampil agresif ketika pertandingan dimulai. Tim juga perlu mempunyai respons ketika lawan mulai menemukan ritme dan keluar dari tekanan.
“Setelah itu mereka mulai bangkit dan bermain bagus. Tidak ada pertandingan yang mudah di liga ini, dan situasi seperti itu harus kami hadapi dengan lebih baik,” ujar Risto.
Pesan tersebut menjadi relevan menjelang kedatangan Garudayaksa. Sebagai tim promosi, mereka memiliki motivasi untuk menunjukkan kemampuan di kompetisi level tersebut. Sementara itu, Persebaya memiliki keuntungan bermain di hadapan publik sendiri yang diharapkan bisa membantu tim mengendalikan jalannya pertandingan.
Namun, keuntungan sebagai tuan rumah juga menuntut Persebaya tampil lebih konsisten. Ketika tekanan dari tim lawan mulai meningkat, pemain harus tetap mampu menjaga organisasi permainan dan tidak kehilangan fokus.
Risto tidak memandang pertandingan sebagai duel yang dapat ditentukan hanya berdasarkan kualitas individu. Menurutnya, kemampuan seluruh tim menjalankan rencana permainan akan menjadi bagian penting dalam menghadapi lawan yang mampu mengubah jalannya pertandingan.
Karena itu, Persebaya harus siap menghadapi berbagai kemungkinan selama 90 menit. Jika tekanan awal tidak menghasilkan gol, Green Force tetap perlu menjaga intensitas dan tidak terburu-buru mengambil keputusan.
Begitu pula ketika Garudayaksa mulai menemukan ruang untuk menyerang. Persebaya harus mampu mengurangi kesalahan yang dapat memberikan kesempatan kepada tim tamu untuk mengembangkan permainan.
Risto menilai pengalaman pada pertandingan sebelumnya memberikan pelajaran penting. Persebaya sempat mampu menekan lawan sejak awal, tetapi pertandingan berubah setelah lawan menemukan cara untuk memberikan respons.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa kontrol permainan perlu dipertahankan secara konsisten. Tim tidak bisa hanya mengandalkan periode tertentu untuk kemudian berharap pertandingan berjalan sesuai rencana.
Hal itu pula yang membuat Risto meminta rekan-rekannya tetap fokus menghadapi Garudayaksa. Setiap perubahan permainan lawan perlu direspons dengan cepat agar Persebaya tidak kehilangan kendali.
Selain aspek taktik, motivasi Garudayaksa juga menjadi perhatian. Bermain menghadapi Persebaya di Gelora Bung Tomo dapat menjadi kesempatan bagi tim promosi untuk menunjukkan kemampuan. Kondisi tersebut membuat Green Force perlu mempersiapkan pertandingan dengan pendekatan serius.
Status Persebaya sebagai tuan rumah tidak otomatis membuat pertandingan menjadi mudah. Dukungan suporter memang dapat memberikan energi tambahan, tetapi hasil akhir tetap ditentukan oleh permainan kedua tim di lapangan.
Bagi Risto, prinsip tersebut berlaku untuk seluruh pertandingan di Super League. Setiap lawan memiliki pemain yang dapat memberikan ancaman apabila diberikan ruang.
Karena itu, pemain Persebaya perlu menjaga fokus sejak menit pertama. Tekanan awal yang kuat harus diikuti kemampuan mempertahankan kontrol ketika pertandingan memasuki fase berikutnya.
Konsistensi menjadi kata kunci yang ditekankan Risto. Persebaya harus mampu menjaga performa meskipun pertandingan mengalami perubahan tempo atau lawan mulai meningkatkan intensitas.
Kemenangan 1-0 atas PSIM Yogyakarta sebelumnya juga menjadi pengingat bahwa pertandingan dapat ditentukan melalui momen tertentu. Gol Alex Martins pada menit ke-81 menunjukkan bahwa peluang untuk mencetak gol bisa datang hingga fase akhir laga.
Karena itu, Persebaya tidak boleh kehilangan kesabaran apabila belum mampu mencetak gol pada periode awal. Pada saat bersamaan, lini belakang harus tetap disiplin agar tidak memberikan kesempatan kepada Garudayaksa untuk mengambil keuntungan.
Bagi Risto, target Persebaya tetap membutuhkan kerja kolektif. Pemain belakang, gelandang, hingga lini depan harus menjalankan perannya agar tim dapat mengatasi perubahan permainan lawan.
Garudayaksa juga tidak bisa dipandang hanya dari hasil atau statusnya sebagai tim promosi. Kualitas skuad dan motivasi mereka ketika menghadapi Persebaya menjadi dua faktor yang menurut Risto layak diperhitungkan.
Pertandingan di GBT pun menjadi kesempatan bagi Persebaya untuk melanjutkan hasil positif sekaligus menguji kemampuan mereka dalam mengelola laga secara penuh. Kemenangan sebelumnya memberi tambahan kepercayaan diri, tetapi konsistensi tetap menjadi pekerjaan yang harus dijaga.
Di sisi lain, Garudayaksa akan datang dengan peluang untuk mencuri hasil dari kandang Persebaya. Kondisi itu membuat Green Force perlu mengantisipasi setiap perubahan permainan yang terjadi di lapangan.
Risto secara tidak langsung menegaskan bahwa pertandingan tidak akan ditentukan oleh nama besar atau status sebuah tim. Kesiapan, konsentrasi, dan kemampuan menjalankan rencana permainan menjadi faktor yang harus diperhatikan selama pertandingan berlangsung.
Dengan waktu kick-off yang semakin dekat, Persebaya kini bersiap menghadapi ujian berikutnya di awal Super League 2026/2027. Duel melawan Garudayaksa FC akan berlangsung Sabtu (19/9) pukul 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo.
Pesan Risto Mitrevski menjelang pertandingan cukup jelas: Green Force perlu menjaga kewaspadaan dan tidak menganggap enteng lawan. Tekanan awal harus diikuti konsistensi hingga akhir pertandingan agar perubahan permainan Garudayaksa tidak mengganggu upaya Persebaya mengejar hasil maksimal.
Editor : Mahendra Aditya