Hasil Lengkap Liga Europa 2026 Semalam: Milan Kalah, Leverkusen, Lyon - Sunderland Raih Tiga Poin

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 08:00 WIB
Saelemaekers - AC Milan saat berebut bola dengan pemain Benfica.
Saelemaekers - AC Milan saat berebut bola dengan pemain Benfica.

RADAR KUDUS - AC Milan mengawali perjalanan di Liga Europa 2026-2027 dengan hasil mengecewakan. Bermain di San Siro, Rossoneri justru dipaksa menyerah 0-2 oleh Benfica pada matchday pertama fase liga, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB. Dua gol tim tamu dicetak Dodi Lukebakio pada menit ke-16 dan Jakub Kaminski pada menit ke-53. Hasil tersebut membuat Milan gagal memanfaatkan keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri.

Kekalahan tersebut juga menjadi catatan penting bagi Benfica. Berdasarkan laporan resmi klub Portugal itu, kemenangan 2-0 di San Siro merupakan kemenangan pertama Benfica dalam pertandingan resmi melawan Milan. Lukebakio membuka keunggulan melalui tembakan dari luar kotak penalti, sedangkan Kaminski menggandakan skor setelah turun minum.

Milan sebenarnya mencoba mengendalikan pertandingan sejak awal. Namun, Benfica mampu memberikan ancaman lebih dulu dan membuat lini pertahanan tuan rumah bekerja keras. Ketika laga memasuki menit ke-16, koordinasi pertahanan Milan kembali diuji. Kaminski mengawali rangkaian serangan dari sisi kanan sebelum Lukebakio bergerak ke tengah dan melepaskan tembakan keras yang mengarah ke sudut gawang Mike Maignan.

Gol tersebut membuat Benfica semakin percaya diri. Milan berusaha merespons dengan meningkatkan tekanan, tetapi peluang yang mereka ciptakan tidak berujung gol. Salah satu kesempatan datang melalui Goncalo Ramos yang memperoleh ruang untuk menyambut bola pada menit ke-11, tetapi tandukannya masih melebar. Setelah tertinggal, Rossoneri juga kesulitan menemukan celah di pertahanan Benfica.

Baca Juga: Rekor 111 Tahun Barcelona Pecah! Tujuh Kemenangan Beruntun dan 33 Gol Awali Musim

Situasi tidak banyak berubah setelah jeda. Milan memang tampil lebih agresif, tetapi justru Benfica yang kembali mencatatkan namanya di papan skor. Pada menit ke-53, Kaminski memanfaatkan peluang untuk membawa tim tamu unggul 2-0. Gol itu semakin memperberat tugas Milan yang membutuhkan setidaknya dua gol untuk menyamakan kedudukan.

Ruben Amorim kemudian harus melihat upaya timnya mencari jalan keluar tidak menghasilkan perubahan skor hingga pertandingan berakhir. Sebelum laga, pelatih Milan tersebut memang sudah menegaskan bahwa target timnya di kompetisi Eropa bukan sekadar menjalani pertandingan. Dalam konferensi pers prapertandingan, Amorim mengatakan, "Di Liga Europa tidak ada target minimum. Konsep seperti itu tidak ada di klub seperti Milan. Kami menargetkan kemenangan."

Setelah pertandingan berakhir dengan kekalahan, Amorim memberikan evaluasi terhadap permainan Milan. Ia menilai timnya masih memiliki pekerjaan besar, terutama dalam menciptakan ancaman di area pertahanan lawan.

"Kami menguasai bola, tetapi tidak cukup menciptakan masalah bagi lawan. Kami kekurangan kreativitas di sekitar kotak penalti," kata Amorim setelah kekalahan dari Benfica, seperti dikutip Gazzetta.

Hasil di San Siro sekaligus memperlihatkan perbedaan start sejumlah klub besar Eropa pada matchday pertama Liga Europa 2026-2027. Ketika Milan harus menerima kekalahan di kandang, Bayer Leverkusen dan Olympique Lyon justru membuka kampanye mereka dengan kemenangan.

Leverkusen tampil meyakinkan saat menjamu Celje di BayArena. Wakil Jerman tersebut menang 2-0 dan mampu mengontrol permainan dalam waktu yang cukup panjang. Keunggulan Leverkusen bahkan sudah hadir pada menit ke-15 setelah Svit Seslar memasukkan bola ke gawangnya sendiri.

Gol bunuh diri tersebut menjadi satu-satunya gol pada babak pertama. Leverkusen mendominasi jalannya pertandingan, tetapi penyelesaian akhir mereka belum cukup tajam untuk segera memperlebar keunggulan. Celje mampu bertahan dan menjaga selisih satu gol hingga turun minum.

Tekanan Leverkusen berlanjut pada paruh kedua. Tuan rumah tetap menguasai permainan dan terus mencari gol tambahan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-74 melalui Facundo Medina.

Bek asal Argentina itu mencetak gol setelah memanfaatkan situasi sepak pojok yang dikirim Aleix Garcia. Medina menyambut bola dengan tembakan langsung untuk mengubah kedudukan menjadi 2-0. Skor tersebut bertahan sampai peluit panjang dan memastikan Leverkusen mengamankan tiga poin pada penampilan perdana mereka di fase liga.

Baca Juga: Klasemen Barcelona Vs Racing Santander Terbaru: Kokoh di Puncak, Unggul 3 Poin dari Real Madrid

Kemenangan tersebut menjadi awal positif bagi Leverkusen di kompetisi Eropa. Selain mencatatkan clean sheet, mereka juga menunjukkan kemampuan mengontrol pertandingan ketika menghadapi Celje. Situs resmi klub mencatat Leverkusen menguasai jalannya pertandingan dalam sebagian besar babak pertama dan melanjutkan dominasi tersebut setelah turun minum.

Hasil positif lainnya datang dari Olympique Lyon. Klub Prancis itu membawa pulang kemenangan 2-1 dari markas Anderlecht. Lyon langsung tampil agresif sejak awal dan berhasil mencetak dua gol pada babak pertama.

Noah Nartey membuka keunggulan Lyon pada menit kedelapan. Empat belas menit berselang, Keito Nakamura menambah gol kedua untuk membuat tim tamu berada dalam posisi nyaman. Anderlecht baru mampu memperkecil jarak pada menit ke-61 melalui Mihajlo Cvetkovic.

Setelah gol tersebut, pertandingan berubah menjadi lebih sulit bagi Lyon. Anderlecht meningkatkan tekanan dan mencoba mencari gol penyama kedudukan. Namun, Lyon mampu mempertahankan keunggulan 2-1 hingga pertandingan selesai. Laporan pertandingan mencatat Anderlecht tampil lebih menekan pada paruh kedua, tetapi gagal memaksimalkan peluang yang mereka miliki.

Di Inggris, Sunderland menghadirkan salah satu cerita menarik pada pertandingan pembuka Liga Europa. Mereka mengalahkan AZ Alkmaar dengan skor 1-0 di Stadium of Light melalui gol penalti Enzo Le Fee pada menit ke-66. Kemenangan tersebut terasa lebih spesial karena menjadi penampilan Eropa pertama Sunderland dalam 53 tahun.

Sunderland terakhir kali tampil di kompetisi Eropa pada 1973. Karena itu, pertandingan melawan AZ bukan sekadar laga pembuka bagi klub tersebut, tetapi juga menjadi penanda kembalinya Sunderland ke panggung kontinental setelah penantian lebih dari lima dekade.

Pertandingan berjalan cukup ketat. Sunderland tampil agresif pada babak pertama dan mampu menciptakan sejumlah peluang. Setelah jeda, AZ meningkatkan tekanan dan sempat memberikan ancaman kepada pertahanan tuan rumah. Namun, Sunderland mendapatkan kesempatan melalui titik putih yang kemudian diselesaikan Le Fee pada menit ke-66.

Gelandang asal Prancis itu mengeksekusi penalti dengan baik dan membawa Sunderland unggul 1-0. AZ berusaha mencari gol balasan, tetapi pertahanan Sunderland mampu mempertahankan keunggulan sampai pertandingan berakhir.

Pelatih Sunderland, Régis Le Bris, menilai kemenangan tersebut tidak datang dengan mudah. Ia mengakui AZ merupakan lawan yang bagus dan anak asuhnya harus bekerja keras untuk mempertahankan hasil.

"Saya bangga dan senang untuk para pemain, klub, dan para suporter. Ini pertandingan yang sulit seperti yang kami perkirakan karena mereka adalah tim yang sangat bagus," kata Le Bris setelah pertandingan. Ia juga menyebut timnya bermain dengan hati dan kebersamaan meski menghadapi kelelahan setelah pertandingan melawan Arsenal beberapa hari sebelumnya.

Le Bris juga memberikan perhatian khusus kepada Le Fee yang menjadi penentu kemenangan. Pelatih Sunderland itu mengatakan dirinya percaya kepada sang pemain untuk mengambil tanggung jawab dalam situasi penalti.

Baca Juga: MU Tumbang 2-3 dari Brighton, Rekor 50 Tahun Manchester United Akhirnya Terhenti

"Saya mempercayainya. Dia kembali mengambil tanggung jawab dengan keberanian. Pemain seperti ini memiliki daya juang," ujar Le Bris.

Bagi Sunderland, hasil tersebut juga menjadi kemenangan Eropa pertama setelah penantian panjang. Le Fee menjadi pemain yang memastikan malam bersejarah di Stadium of Light berakhir dengan tiga poin.

Sementara itu, kejutan terjadi ketika Celta Vigo harus pulang dari Siprus tanpa membawa poin. Klub Spanyol tersebut kalah 0-1 dari Omonia. Pertandingan berjalan tanpa gol dalam waktu panjang sebelum Jure Balkovec mencetak gol pada menit ke-88 untuk memastikan kemenangan tuan rumah.

Kekalahan Celta menjadi salah satu hasil yang mencuri perhatian karena terjadi pada fase akhir pertandingan. Celta yang mampu bertahan hingga menit-menit terakhir akhirnya harus kehilangan poin setelah Omonia menemukan celah menjelang peluit panjang.

Pada pertandingan lain, Sparta Praha juga mencatat kemenangan meyakinkan. Mereka menghantam Ararat-Armenia dengan skor 4-1 di Yerevan. Sparta sudah unggul dua gol pada babak pertama melalui Tobias Guddal yang mencetak dua gol pada menit ke-20 dan 22.

Ararat-Armenia sempat memperkecil ketertinggalan melalui Bruno Wilson pada menit ke-55. Namun, Sparta tidak kehilangan kendali. John Mercado memperlebar keunggulan menjadi 3-1 pada menit ke-53 sebelum Patrik Vydra menutup kemenangan dengan gol pada menit ke-71. Laporan resmi Sparta mencatat kemenangan 4-1 tersebut menjadi awal positif mereka dalam fase liga Liga Europa.

Olympiakos juga meraih kemenangan setelah menundukkan Jagiellonia dengan skor 2-1. Hasil serupa dicatat Lyon ketika menghadapi Anderlecht. Sementara itu, Sturm Graz dan Rennes harus puas berbagi angka setelah pertandingan berakhir 0-0.

Hasil imbang tanpa gol juga terjadi dalam pertandingan Hapoel Beer-Sheva melawan Dinamo Zagreb. Kedua tim tidak mampu mencetak gol sepanjang 90 menit sehingga harus berbagi satu poin pada pertandingan pertama fase liga. UEFA mencatat laga tersebut berakhir 0-0.

Rangkaian hasil tersebut menunjukkan bahwa matchday pertama Liga Europa 2026-2027 langsung menghadirkan beragam cerita. Ada klub yang memulai kompetisi dengan kemenangan meyakinkan, ada pula tim besar yang harus menerima kekalahan di kandang sendiri.

Milan menjadi salah satu sorotan utama karena status mereka sebagai tuan rumah tidak mampu mencegah Benfica mencuri kemenangan. Sebaliknya, Leverkusen memulai perjalanan dengan kemenangan 2-0, Lyon membawa pulang tiga poin dari Belgia, sementara Sunderland merayakan kemenangan pada malam kembalinya mereka ke kompetisi Eropa setelah 53 tahun.

Bagi Milan, kekalahan dari Benfica membuat pertandingan berikutnya menjadi penting untuk memperbaiki posisi mereka di fase liga. Format Liga Europa saat ini menggunakan fase liga dengan sejumlah pertandingan yang harus dimainkan setiap peserta. Karena itu, satu hasil buruk pada pertandingan pembuka belum menentukan perjalanan keseluruhan sebuah tim, tetapi kehilangan poin di kandang tetap menjadi hasil yang harus segera ditebus pada laga-laga berikutnya.

Benfica sendiri meninggalkan San Siro dengan modal yang sangat positif. Selain membawa pulang tiga poin, kemenangan 2-0 tersebut mencatatkan sejarah tersendiri karena menjadi kemenangan resmi pertama klub Portugal itu atas Milan.

Leverkusen juga memiliki alasan untuk menatap pertandingan selanjutnya dengan kepercayaan diri setelah mencatat kemenangan tanpa kebobolan. Facundo Medina menjadi salah satu pemain penting dalam hasil tersebut setelah golnya pada menit ke-74 memastikan Celje tidak memiliki kesempatan untuk mengejar.

Sunderland bahkan memperoleh nilai lebih dari sekadar tiga poin. Kemenangan atas AZ menjadi bagian dari perjalanan mereka kembali ke kompetisi Eropa setelah 53 tahun. Enzo Le Fee kemudian menjadi nama yang paling diingat setelah eksekusi penaltinya menentukan hasil pertandingan.

Dengan demikian, pertandingan pembuka Liga Europa 2026-2027 menghadirkan kontras yang cukup tajam. AC Milan harus menerima kekalahan di depan pendukung sendiri, sedangkan Leverkusen dan Lyon memulai perjalanan dengan kemenangan. Sunderland pun berhasil menjadikan malam comeback Eropa mereka sebagai perayaan setelah menaklukkan AZ Alkmaar 1-0.

Editor : Mahendra Aditya
hasil Liga Europa 2026-2027 AC Milan vs Benfica Bayer Leverkusen Liga Europa Lyon Liga Europa Sunderland vs AZ Alkmaar