RADAR KUDUS - Vanja Bukilic sudah menantikan pertemuan dengan Megawati Hangestri setelah keduanya kembali tampil di Liga Voli Korea dengan seragam berbeda. Mantan tandem di Daejeon JungKwanJang Red Sparks itu kini membela klub yang sama seperti sebelumnya, sementara Megawati telah bergabung dengan Hyundai Hillstate. Pertemuan kedua pemain tersebut menjadi salah satu duel yang dinanti pada musim 2026/2027.
Bukilic kembali ke Red Sparks setelah sempat meninggalkan Korea Selatan dan menjalani musim bersama klub Italia. Pevoli asal Serbia itu kemudian dipilih kembali oleh Red Sparks melalui sistem draft kuota pemain asing untuk menghadapi V-League 2026/2027.
Kembalinya Bukilic sekaligus membuka kembali cerita lama bersama Red Sparks. Pada musim 2024/2025, ia menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan klub tersebut bersama Megawati. Keduanya pernah menjadi tandem di lini serang dan membantu Red Sparks mencapai final untuk pertama kalinya dalam 13 tahun.
Red Sparks akhirnya harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Suwon Hyundai Engineering & Construction Hillstate dengan skor 2-3 pada pertandingan final. Setelah musim tersebut berakhir, Bukilic dan Megawati memilih jalur berbeda. Bukilic melanjutkan kariernya di Italia, sedangkan Megawati kembali beraktivitas di Indonesia sebelum akhirnya kembali ke Korea Selatan untuk bergabung dengan Hillstate.
Kini, situasinya berbalik. Bukilic kembali mengenakan seragam Red Sparks, sedangkan Megawati menjadi bagian dari Hyundai Hillstate. Karena itu, pertemuan kedua pemain bukan lagi sebagai rekan satu tim, melainkan sebagai lawan di lapangan.
Bukilic tidak menyembunyikan antusiasmenya untuk menghadapi pemain yang pernah menjadi tandemnya tersebut. Kepada media Korea, seperti dikutip My Daily, pemain Serbia itu mengatakan dirinya memang menunggu pertandingan melawan Megawati.
"Saya menantikan pertandingan melawan Megawati Hangestri. Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang menarik," ujar Bukilic.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pertemuan dengan Megawati memiliki daya tarik tersendiri bagi Bukilic. Keduanya sudah pernah memahami karakter permainan masing-masing ketika menjadi tandem Red Sparks. Namun, musim ini mereka harus mempelajari cara menghadapi satu sama lain karena berada di kubu berbeda.
Perubahan tersebut membuat duel Red Sparks kontra Hyundai Hillstate berpotensi menghadirkan cerita yang berbeda dibandingkan musim-musim sebelumnya. Bukilic kini menjadi salah satu tumpuan Red Sparks, sedangkan Megawati memulai lembaran baru bersama Hillstate setelah dua musim memperkuat Red Sparks.
Kembalinya Bukilic ke Korea Selatan sendiri berlangsung lebih lambat dibandingkan sejumlah pemain asing lainnya. Ia baru tiba pada 11 September 2026 setelah menyelesaikan agenda bersama Timnas Voli Putri Serbia. Red Sparks kemudian menyambut kedatangannya di Korea Selatan dan bersiap memasukkannya ke dalam persiapan tim menghadapi musim baru.
Keterlambatan tersebut membuat Bukilic memiliki waktu persiapan yang relatif lebih singkat bersama Red Sparks. Meski begitu, ia bukan wajah baru bagi klub maupun kompetisi Korea Selatan. Pengalaman sebelumnya bersama Red Sparks menjadi modal bagi Bukilic untuk kembali beradaptasi dengan lingkungan klub.
Perubahan terbesar justru terletak pada komposisi tim. Jika sebelumnya Bukilic dan Megawati menjadi duet di Red Sparks, kini Bukilic harus membangun koneksi baru dengan rekan-rekan setimnya. Salah satu pemain yang diproyeksikan menjadi tandemnya adalah Zhong Hui, pemain asal China yang bergabung melalui kuota Asia. Media yang mengutip wawancara Bukilic menyebut pemain Serbia itu optimistis dapat membangun sinergi dengan Zhong Hui.
"Saya pikir Zhong Hui dan saya dapat menciptakan sinergi yang baik bersama. Kami dapat menjadi duo yang tangguh di JungKwanJang musim ini," kata Bukilic seperti dikutip Naver.
Pernyataan itu menunjukkan fokus Bukilic tidak hanya tertuju pada pertemuan dengan Megawati. Ia juga harus membangun pola permainan baru bersama Red Sparks setelah kembali ke klub tersebut.
Bukilic bahkan memberikan penilaian terhadap kekuatan Hyundai Hillstate. Menurutnya, tim yang kini diperkuat Megawati bukan lawan yang mudah karena memiliki organisasi permainan yang baik.
"Hyundai Hillstate adalah tim yang sulit dihadapi karena organisasi permainan mereka sangat baik. Namun, saya juga merasa kami telah membangun tim yang bagus musim ini, jadi saya yakin pertandingan nanti akan berlangsung seru," ujar Bukilic.
Ucapan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Bukilic tidak menganggap pertemuan dengan Megawati hanya sebagai reuni dua mantan rekan setim. Baginya, duel tersebut juga menjadi ujian bagi Red Sparks untuk mengukur kekuatan mereka setelah melakukan perubahan komposisi pemain.
Red Sparks memang memasuki musim baru dengan wajah yang berbeda. Musim lalu, klub tersebut menjalani kompetisi tanpa Megawati dan Bukilic setelah keduanya meninggalkan tim. Kini Bukilic kembali, tetapi Megawati justru berada di kubu lawan.
Situasi itu membuat nama Megawati tetap berkaitan erat dengan perjalanan Red Sparks, meskipun pemain asal Indonesia tersebut sudah berganti klub. Selama dua musim memperkuat Red Sparks, Megawati menjadi salah satu pemain yang mendapatkan perhatian besar dalam kompetisi voli Korea.
Salah satu pencapaian penting terjadi pada musim 2024/2025 ketika Red Sparks mampu melangkah hingga final. Bukilic dan Megawati menjadi bagian dari tim yang membawa klub tersebut kembali ke pertandingan perebutan gelar. Mereka akhirnya harus mengakui keunggulan Hillstate setelah pertandingan berlangsung lima set.
Kini, kisah tersebut memasuki babak berbeda. Megawati justru bergabung dengan klub yang pernah mengalahkan Red Sparks di final. Sementara Bukilic kembali memperkuat Red Sparks dengan target menjalani musim baru bersama komposisi pemain yang berbeda.
Pertemuan keduanya menjadi semakin menarik karena bukan hanya menyangkut perpindahan klub. Ada pengalaman dua musim ketika mereka bermain sebagai tandem yang kini harus diterapkan untuk membaca permainan lawan.
Bagi Bukilic, situasi tersebut tentu berbeda dibandingkan musim 2024/2025. Ketika itu, Megawati berada di sisi yang sama dengannya. Mereka berbagi tanggung jawab dalam membangun serangan Red Sparks. Pada musim 2026/2027, Bukilic harus mencari cara untuk menghentikan serangan Megawati ketika kedua klub bertemu.
Sebaliknya, Megawati juga akan menghadapi pemain yang sudah mengetahui karakter permainannya. Karena pernah berada dalam satu tim, Bukilic memiliki pengalaman langsung mengenai pola permainan Megawati. Namun, pengalaman tersebut tidak otomatis menentukan hasil pertandingan karena komposisi kedua tim telah berubah.
Selain itu, pertandingan Red Sparks melawan Hyundai Hillstate bukan satu-satunya agenda yang menanti kedua pemain. Sebelum memasuki musim reguler V-League, keduanya akan menjalani turnamen KOVO Cup 2026.
KOVO Cup sektor putri dijadwalkan berlangsung di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Korea Selatan, pada 11-18 Oktober 2026. Turnamen tersebut menjadi ajang kompetitif yang mempertemukan klub-klub peserta sebelum memasuki persaingan liga utama.
Hyundai Hillstate berada di Grup B bersama Korea Expressway Hi-Pass dan GS Caltex. Megawati dan rekan-rekannya dijadwalkan menghadapi Hi-Pass pada 14 Oktober, kemudian bertemu GS Caltex pada 16 Oktober. Dua tim terbaik dari grup tersebut berhak melaju ke semifinal.
Red Sparks berada di Grup A bersama SOOP, Pink Spiders, dan IBK Altos. Fase grup mereka berlangsung lebih panjang karena Grup A berisi empat tim. Dua tim teratas kemudian melaju ke semifinal yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober, sedangkan final digelar sehari kemudian.
KOVO Cup menjadi panggung penting bagi Megawati karena akan menjadi bagian dari awal perjalanan kompetitifnya bersama Hyundai Hillstate. Setelah dua musim bersama Red Sparks, pemain Indonesia tersebut memasuki fase baru dalam kariernya di Korea.
Bagi Bukilic, turnamen yang sama menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat Red Sparks setelah absen dari kompetisi Korea pada musim sebelumnya. Kehadirannya baru bergabung setelah menyelesaikan agenda internasional bersama Serbia, sehingga masa persiapannya bersama klub lebih singkat.
Namun, belum ada kepastian bahwa Bukilic dan Megawati akan langsung bertemu di KOVO Cup. Kedua klub berada di grup berbeda. Red Sparks berada di Grup A, sementara Hyundai Hillstate berada di Grup B. Artinya, pertemuan keduanya di turnamen tersebut baru mungkin terjadi jika masing-masing tim berhasil melewati fase grup dan bertemu di semifinal atau final.
Karena itu, duel yang paling ditunggu tetap menjadi bagian dari perjalanan musim reguler V-League. Kompetisi Liga Voli Korea 2026/2027 akan menjadi panggung utama bagi Bukilic dan Megawati untuk saling berhadapan sebagai pemain dari dua klub berbeda.
Pertandingan tersebut juga menjadi kesempatan bagi penggemar untuk melihat bagaimana hubungan dua mantan tandem berubah menjadi persaingan di lapangan. Mereka sudah mengetahui karakter satu sama lain, tetapi kali ini masing-masing membawa kepentingan klub yang berbeda.
Di kubu Red Sparks, Bukilic harus beradaptasi dengan sistem permainan baru. Ia tidak lagi memiliki Megawati sebagai rekan serang seperti ketika Red Sparks mencapai final. Sebagai gantinya, Bukilic akan membangun chemistry dengan pemain-pemain baru dan mencoba membawa Red Sparks tampil lebih kompetitif setelah musim sebelumnya berakhir di posisi bawah.
Sementara itu, Megawati memiliki tantangan yang juga berbeda. Ia harus membangun koneksi baru bersama para pemain Hyundai Hillstate setelah meninggalkan Red Sparks. Kepindahan tersebut menjadikan musim 2026/2027 sebagai babak baru bagi pemain Indonesia itu di Liga Voli Korea.
Duel Bukilic dan Megawati karena itu bukan sekadar pertemuan dua pemain asing dan pemain Indonesia yang pernah satu klub. Pertandingan tersebut mempertemukan dua pemain yang pernah berbagi tanggung jawab di sisi serangan, tetapi kini harus saling membaca dan mencari kelemahan satu sama lain.
Bukilic sendiri sudah menyatakan bahwa dirinya menantikan pertandingan tersebut. Ia tidak menggunakan nada berlebihan ketika membicarakan Megawati, tetapi menyebut laga itu sebagai pertandingan yang menarik. Pada saat yang sama, ia menegaskan bahwa Hyundai Hillstate memiliki organisasi permainan yang kuat dan Red Sparks harus tampil dengan persiapan terbaik.
Kembalinya Bukilic juga memberikan warna tersendiri bagi Red Sparks. Setelah pernah menjadi bagian dari perjalanan bersejarah klub menuju final, pemain Serbia tersebut kembali dengan misi berbeda. Kali ini ia harus menjadi salah satu motor serangan Red Sparks sekaligus menghadapi mantan tandemnya dalam pertandingan resmi.
Sementara Megawati akan menghadapi klub yang menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya di Korea dengan status berbeda. Ia tidak lagi memakai seragam Red Sparks, tetapi justru akan berhadapan dengan mantan klub dan sejumlah pemain yang pernah menjadi rekan setimnya.
Dengan KOVO Cup lebih dulu digelar pada Oktober, persiapan kedua klub akan segera memasuki fase kompetitif. Megawati akan menjalani debut resminya bersama Hyundai Hillstate, sementara Bukilic kembali menjalani pertandingan kompetitif bersama Red Sparks setelah sempat berkarier di luar Korea.
Pada akhirnya, duel Bukilic melawan Megawati memiliki daya tarik karena mempertemukan dua pemain dengan cerita yang sama di masa lalu, tetapi tujuan yang berbeda pada musim baru. Mereka pernah bekerja sama membawa Red Sparks menuju final. Kini, keduanya akan berdiri di sisi berlawanan.
Bukilic sudah lebih dulu menyampaikan bahwa ia menunggu momen tersebut. Megawati pun akan memiliki kesempatan menjawabnya di lapangan ketika Hyundai Hillstate dan Red Sparks akhirnya bertemu. Musim baru Liga Voli Korea pun menghadirkan satu duel personal yang lahir dari perubahan besar dalam komposisi kedua klub.
Editor : Mahendra Aditya