RADAR KUDUS - Manchester United menelan kekalahan 2-3 dari Brighton & Hove Albion pada putaran ketiga Carabao Cup di Old Trafford, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB. Kekalahan tersebut bukan sekadar membuat Setan Merah tersingkir dari Piala Liga Inggris, tetapi juga mengakhiri catatan 50 tahun tanpa kekalahan di kandang setelah sempat unggul dua gol.
MU sebenarnya memulai pertandingan dengan cara yang nyaris sempurna. Dalam 10 menit pertama, tim asuhan Michael Carrick sudah mencetak dua gol dan membuat Brighton berada dalam posisi sulit. Shea Lacey membuka keunggulan pada menit kedelapan, lalu Mason Mount menggandakannya dua menit kemudian.
Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan. Brighton bangkit sebelum turun minum melalui Charalampos Kostoulas. Setelah jeda, Pascal Gross menyamakan skor sebelum Maxim De Cuyper menyelesaikan comeback empat menit kemudian. Brighton pun pulang dari Old Trafford dengan kemenangan 3-2 sekaligus tiket ke babak 16 besar Carabao Cup.
Baca Juga: MU Kalah dari Brighton, Michael Carrick Tegaskan Tekanan Pemecatan Tak Mengganggunya
Hasil itu menjadi catatan buruk bagi Manchester United. Untuk pertama kalinya sejak 1976, mereka kalah di Old Trafford setelah terlebih dahulu memimpin dengan selisih dua gol. Sebelumnya, situasi tersebut terakhir terjadi ketika Tottenham Hotspur menang 3-2 atas MU pada 1976. Sky Sports mencatat Manchester United sebelumnya memenangi 143 dari 145 pertandingan ketika unggul 2-0 di Old Trafford.
Artinya, pertandingan melawan Brighton bukan hanya soal tersingkir dari kompetisi domestik. MU kehilangan salah satu catatan kandang yang telah bertahan selama setengah abad setelah gagal mengelola keunggulan yang seharusnya menjadi modal besar untuk mengamankan kemenangan.
Gol pembuka Manchester United lahir dari pemain muda Shea Lacey. Dalam penampilan pertamanya sebagai starter di tim senior, Lacey membawa tuan rumah memimpin ketika pertandingan baru berjalan delapan menit.
Dua menit berselang, Mount membuat skor berubah menjadi 2-0. Gelandang Inggris tersebut memanfaatkan bola hasil tembakan Marcus Rashford yang lebih dulu diblok pemain Brighton. Mount berada di posisi yang tepat untuk menyambar bola dan menambah keunggulan Manchester United.
Dua gol dalam rentang dua menit membuat pertandingan tampak berada dalam kendali MU. Brighton harus mengejar defisit yang cukup besar sementara pertandingan baru memasuki fase awal.
Akan tetapi, momentum tersebut tidak bertahan lama. Manchester United mulai kehilangan tekanan yang sebelumnya membuat Brighton kesulitan mengembangkan permainan. Sebaliknya, tim tamu perlahan menemukan ruang untuk membangun serangan dan mengancam pertahanan tuan rumah.
Brighton akhirnya memperoleh gol balasan pada penghujung babak pertama. Kostoulas memanfaatkan peluang yang didapat timnya untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Gol tersebut menjadi sangat penting karena membuat Brighton memasuki ruang ganti hanya tertinggal satu gol.
Situasi itu mengubah pertandingan. Manchester United tidak lagi memasuki babak kedua dengan keunggulan dua gol yang nyaman. Brighton justru mendapatkan kepercayaan diri setelah berhasil mencetak gol sebelum jeda.
Setelah turun minum, tekanan Brighton semakin terasa. Manchester United kesulitan menciptakan respons yang sepadan dan harus menghadapi serangan tim tamu yang semakin terorganisasi.
Pada menit ke-65, Brighton menyamakan kedudukan. Pascal Gross mendapatkan ruang di sekitar tepi kotak penalti setelah bola hasil sapuan jatuh kepadanya. Tanpa mendapat tekanan berarti, Gross mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan yang melewati Karl Darlow.
Skor 2-2 membuat keadaan berubah total. Manchester United yang semula unggul dua gol kini harus mempertahankan diri dari tekanan Brighton.
Empat menit setelah gol Gross, Brighton mencetak gol ketiga. Maxim De Cuyper yang masuk sebagai pemain pengganti menyelesaikan rangkaian serangan tim tamu dan membawa Brighton berbalik unggul 3-2. Gol tersebut membuat Old Trafford yang sebelumnya merayakan dua gol cepat MU berubah menjadi penuh tekanan.
Baca Juga: MU Vs Brighton: Unggul 2-0, Manchester United Kena Comeback Malah Tersingkir dari Carabao Cup
Dalam waktu kurang dari lima menit, Manchester United kehilangan seluruh keunggulannya. Dua gol Brighton pada babak kedua membuat tuan rumah harus mengejar pertandingan yang sebelumnya mereka kendalikan.
Carrick kemudian memasukkan Bruno Fernandes untuk menambah kreativitas dan pengalaman di lini tengah. Kapten Manchester United tersebut masuk pada menit ke-72 ketika timnya membutuhkan gol untuk menyelamatkan pertandingan.
Peluang menyamakan kedudukan akhirnya datang melalui Rashford. Fernandes memberikan umpan yang membuka ruang bagi penyerang MU tersebut, tetapi penyelesaian Rashford berhasil dihentikan Jason Steele. Peluang itu menjadi salah satu kesempatan penting Manchester United untuk kembali membuat skor imbang.
Brighton bahkan masih mampu mengancam gawang Manchester United setelah berbalik unggul. Diego Gomez hampir mencetak gol keempat, tetapi Darlow berhasil menggagalkan peluang tersebut.
Manchester United terus mencari gol hingga menit-menit terakhir, tetapi tidak ada tambahan gol yang tercipta. Peluit panjang memastikan Brighton menang 3-2 dan Manchester United tersingkir dari Carabao Cup.
Kekalahan tersebut juga memperpanjang rangkaian hasil buruk Manchester United di kompetisi domestik. Ini menjadi kekalahan ketiga beruntun mereka di ajang piala domestik, setelah sebelumnya mengalami eliminasi dari kompetisi yang sama dan kalah dari Brighton di Piala FA pada Januari.
Performa Manchester United di awal musim juga menjadi sorotan. Sebelum menghadapi Brighton, MU kalah dalam Derby Manchester dari City. Kekalahan itu terjadi meski Manchester City harus bermain dengan 10 pemain setelah Phil Foden menerima kartu merah.
Rentetan hasil tersebut membuat tekanan terhadap Carrick semakin besar. Namun, setelah kekalahan dari Brighton, sang pelatih tidak menghindari tanggung jawab atas apa yang terjadi di lapangan.
“Kami tidak bisa menerima itu sebagai sebuah kelompok. Saya bertanggung jawab,” kata Carrick setelah pertandingan.
Carrick juga mengakui bahwa penampilan Manchester United setelah unggul tidak sesuai standar yang seharusnya. Baginya, tim harus segera memberikan respons, terutama karena jadwal kompetisi tidak memberi banyak kesempatan untuk terlalu lama memikirkan hasil buruk.
“Saya tidak merasa berada di bawah tekanan. Apa pun itu, hal tersebut sama sekali tidak mengganggu saya,” ujar Carrick ketika ditanya mengenai sorotan terhadap posisinya. Ia juga menegaskan memahami bagaimana dunia sepak bola bekerja dan mengetahui adanya perhatian besar dari luar klub.
Sikap Carrick tersebut datang dalam situasi ketika Manchester United baru mengumpulkan empat poin dari empat pertandingan Premier League. Sebelum pertandingan Carabao Cup melawan Brighton, MU tercatat berada di posisi ke-13 klasemen liga dengan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.
Meski hasil-hasil tersebut menjadi sorotan, Carrick tetap meyakini Manchester United mempunyai kemampuan untuk memperbaiki keadaan. Ia menunjuk kualitas pemain yang dimiliki sebagai alasan untuk tetap percaya bahwa tim dapat segera kembali meraih kemenangan.
“Tentu saja kami bisa membalikkan keadaan. Kami punya beberapa pemain yang sangat bagus dan rasanya memang buruk saat ini karena kami tidak menjalani pekan yang bagus, atau dua atau tiga pekan,” kata Carrick.
“Tetapi itu tidak berarti Anda tidak bisa segera memenangkan pertandingan sepak bola lagi. Para pemain sebelumnya sudah menunjukkan apa yang mampu mereka lakukan dan begitu juga kami sebagai sebuah kelompok,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menjadi penting karena Manchester United harus segera mengalihkan perhatian ke Premier League. Setelah tersingkir dari Carabao Cup, pertandingan berikutnya adalah lawatan ke markas Fulham di Craven Cottage. Situs resmi Manchester United mencatat Fulham sebagai lawan berikutnya dalam jadwal liga.
Bagi MU, pertandingan tersebut akan menjadi kesempatan untuk merespons hasil mengecewakan di Old Trafford. Namun, persoalan yang terlihat ketika menghadapi Brighton tidak bisa diabaikan begitu saja.
Manchester United mampu mencetak dua gol dalam 10 menit, tetapi setelah itu gagal menjaga intensitas permainan. Mereka juga tidak mampu memberikan respons memadai setelah Brighton memperkecil skor sebelum turun minum.
Statistik pertandingan yang dirangkum Sky Sports menunjukkan betapa sulitnya MU menciptakan ancaman setelah start tersebut. Setelah mencetak dua gol dalam 10 menit pertama, Manchester United tidak kembali mencatatkan tembakan tepat sasaran hingga menit ke-76.
Kondisi itu menggambarkan perubahan drastis dalam pertandingan. Dua gol awal membuat MU terlihat dominan, tetapi Brighton justru semakin nyaman seiring berjalannya waktu.
Di sisi lain, Brighton menunjukkan ketahanan setelah tertinggal dua gol. Mereka tidak panik dan terus membangun tekanan sampai mendapatkan gol pertama. Setelah itu, tim asuhan Fabian Hurzeler memanfaatkan momentum untuk menyamakan kedudukan dan akhirnya mencetak gol kemenangan.
Bagi Brighton, kemenangan tersebut mengantar mereka ke babak 16 besar Carabao Cup. Bagi Manchester United, hasil ini menutup perjalanan mereka di Piala Liga Inggris sekaligus menambah satu catatan buruk dalam periode awal musim.
Kekecewaan di Old Trafford juga terlihat setelah pertandingan. Pendukung Brighton merayakan kemenangan di salah satu sudut stadion, sementara suporter Manchester United memberikan respons negatif ketika tim meninggalkan lapangan. Guardian melaporkan suara cemoohan terdengar setelah peluit akhir.
Kini perhatian Manchester United beralih sepenuhnya ke Premier League. Carabao Cup sudah berakhir, sementara catatan 50 tahun tanpa kekalahan setelah unggul dua gol di Old Trafford juga telah terputus.
Carrick memilih tetap tenang menghadapi sorotan. Ia mengakui tanggung jawab atas keruntuhan tim dan meminta para pemain menunjukkan respons. Pertandingan melawan Fulham akan menjadi kesempatan berikutnya bagi Manchester United untuk memperbaiki hasil sekaligus menunjukkan apakah mereka mampu bangkit dari kekalahan dramatis melawan Brighton.
Editor : Mahendra Aditya