MU Kalah dari Brighton, Michael Carrick Tegaskan Tekanan Pemecatan Tak Mengganggunya

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 07:10 WIB
MU Tersingkir dari Carabao Cup, Carrick: Saya Tidak Merasa Berada di Bawah Tekanan.
MU Tersingkir dari Carabao Cup, Carrick: Saya Tidak Merasa Berada di Bawah Tekanan.

RADAR KUDUS - Michael Carrick menegaskan dirinya tidak terganggu dengan tekanan yang mulai mengarah kepadanya setelah Manchester United mengalami keruntuhan dramatis saat menghadapi Brighton & Hove Albion di Carabao Cup. MU sempat unggul 2-0 di Old Trafford, tetapi akhirnya kalah 2-3 dan tersingkir dari kompetisi.

Hasil tersebut membuat situasi di sekitar Carrick menjadi sorotan. Kekalahan dari Brighton merupakan kemunduran lain bagi Manchester United setelah sebelumnya takluk dari Manchester City dalam Derby Manchester. Dalam pertandingan melawan Brighton, Setan Merah sebenarnya memulai laga dengan sangat baik, tetapi gagal mempertahankan keunggulan yang sudah dibangun sejak 10 menit pertama.

Shea Lacey membawa MU unggul pada menit kedelapan sebelum Mason Mount menggandakan skor dua menit berselang. Namun, Brighton bangkit melalui Charalampos Kostoulas pada masa injury time babak pertama. Pascal Gross kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-65, sebelum Maxim De Cuyper mencetak gol penentu empat menit kemudian.

Baca Juga: MU Vs Brighton: Unggul 2-0, Manchester United Kena Comeback Malah Tersingkir dari Carabao Cup

Kekalahan itu memiliki catatan historis tersendiri bagi Manchester United. Untuk pertama kalinya dalam 50 tahun, mereka kalah di Old Trafford setelah sempat memimpin dengan selisih dua gol. MU juga untuk pertama kalinya sejak 1984 kalah di kandang setelah memasuki babak kedua dalam posisi unggul.

Situasi tersebut membuat pembicaraan mengenai posisi Carrick semakin mengemuka. Namun, ketika ditanya mengenai tekanan terhadap pekerjaannya, pelatih Manchester United itu mengatakan dirinya tidak merasa terbebani.

“Saya tidak merasa berada di bawah tekanan. Apa pun itu, hal tersebut sama sekali tidak mengganggu saya. Secara umum, itu sama sekali tidak mengganggu saya,” kata Carrick, seperti dikutip Manchester Evening News.

Carrick mengaku memahami bahwa sorotan merupakan bagian dari pekerjaan di Manchester United. Menurut dia, perhatian dari luar klub tidak seharusnya mengubah fokusnya terhadap pekerjaan yang harus dilakukan bersama tim.

“Saya memahami apa yang terjadi di luar dan bagaimana dunia bekerja, tetapi itu tidak mengganggu saya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah malam yang mengecewakan bagi Manchester United. Pendukung tuan rumah meluapkan kekecewaan setelah tim kehilangan keunggulan dua gol. Suara cemoohan terdengar di Old Trafford ketika pertandingan berakhir.

Bagi Carrick, persoalan utama bukan sekadar tekanan yang datang dari luar. Ia justru meminta para pemain Manchester United menunjukkan kemampuan untuk menghadapi situasi sulit yang menjadi bagian dari kehidupan di klub sebesar MU.

“Kami semua tahu itu ada di sana, entah itu baik atau tidak baik. Cara Anda menghadapinya adalah hal yang penting,” kata Carrick.

“Berada di sini membuat Anda lebih tangguh seiring berjalannya waktu, dan itu tergantung pada bagaimana Anda menghadapinya,” lanjutnya.

Pesan tersebut datang setelah Manchester United gagal mengelola pertandingan yang sempat berada sepenuhnya dalam kendali mereka. Dua gol cepat Lacey dan Mount memberikan keuntungan besar, tetapi MU kemudian kehilangan intensitas dan membiarkan Brighton perlahan kembali ke permainan.

Kostoulas menjadi pemain yang membuka jalan bagi kebangkitan Brighton. Golnya tepat sebelum turun minum membuat selisih kedua tim kembali menjadi satu gol. Momentum tersebut kemudian berlanjut setelah jeda hingga Brighton mampu menyamakan kedudukan dan akhirnya berbalik unggul.

Carrick menerima tanggung jawab atas penampilan Manchester United setelah pertandingan. Ia menyebut performa tim, khususnya setelah keunggulan 2-0 menghilang, sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.

“Kami tidak bisa menerima itu sebagai sebuah kelompok. Saya bertanggung jawab,” kata Carrick setelah pertandingan.

Pelatih berusia 45 tahun itu juga meminta timnya segera memberikan respons. Manchester United tidak memiliki banyak waktu untuk berlarut-larut dalam kekecewaan karena pertandingan berikutnya sudah menunggu.

Laga tersebut adalah kunjungan ke markas Fulham dalam lanjutan Premier League. Situs resmi Manchester United mencatat Fulham menjadi lawan berikutnya di Craven Cottage setelah pertandingan melawan Brighton.

Carrick tetap percaya bahwa Manchester United memiliki kualitas untuk keluar dari periode sulit tersebut. Menurutnya, hasil buruk dalam beberapa pertandingan tidak serta-merta menghapus kemampuan yang sebelumnya telah diperlihatkan tim.

“Tentu saja kami bisa membalikkan keadaan. Kami punya beberapa pemain yang sangat bagus dan rasanya memang buruk saat ini karena kami tidak menjalani pekan yang bagus, atau dua atau tiga pekan,” kata Carrick.

“Tetapi itu tidak berarti Anda tidak bisa segera memenangkan pertandingan sepak bola lagi. Para pemain sebelumnya sudah menunjukkan apa yang mampu mereka lakukan dan begitu juga kami sebagai sebuah kelompok.”

Keyakinan itu menjadi penting karena Manchester United kini harus mengalihkan perhatian sepenuhnya ke kompetisi yang masih mereka ikuti. Kekalahan dari Brighton memastikan perjalanan MU di Carabao Cup berakhir pada putaran ketiga.

Manchester United sebenarnya memiliki awal pertandingan yang sangat sesuai dengan rencana. Lacey mencetak gol pada menit kedelapan, kemudian Mount memperlebar keunggulan hanya dua menit berselang. Dengan keunggulan 2-0 dalam waktu singkat, MU berada dalam posisi yang sangat menguntungkan.

Namun, Brighton tidak kehilangan organisasi permainan. Setelah mampu melewati tekanan awal, tim tamu mulai mendapatkan lebih banyak ruang dan mengurangi dominasi Manchester United. Gol Kostoulas menjelang turun minum menjadi bukti bahwa pertandingan belum selesai.

Babak kedua kemudian menjadi cerita yang berbeda. Brighton semakin percaya diri, sementara Manchester United tidak mampu memberikan respons yang cukup setelah lawan menyamakan kedudukan.

Gross membuat skor 2-2 pada menit ke-65. Empat menit kemudian, De Cuyper mencetak gol ketiga Brighton sekaligus menyelesaikan comeback.

Manchester United masih mempunyai waktu untuk mencari gol penyeimbang, tetapi upaya mereka tidak membuahkan hasil. Brighton mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dan memastikan tiket ke babak berikutnya.

Kegagalan tersebut menjadi semakin mencolok karena MU sebelumnya telah memiliki keunggulan dua gol. Catatan historis dari pertandingan itu menambah sorotan terhadap cara Manchester United kehilangan kendali setelah start yang sangat baik.

Carrick kini menghadapi periode yang menuntut respons langsung dari timnya. Namun, ia memilih tidak menjadikan tekanan eksternal sebagai pusat perhatian. Fokusnya adalah memperbaiki performa dan memastikan Manchester United kembali mendapatkan hasil positif.

“Saya memahami apa yang terjadi di luar dan bagaimana dunia bekerja, tetapi itu tidak mengganggu saya,” kata Carrick.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan sikap Carrick setelah kekalahan dari Brighton. Ia mengakui buruknya penampilan tim, menerima tanggung jawab, tetapi tetap mempertahankan keyakinan bahwa Manchester United mampu bangkit.

Yang menjadi perhatian berikutnya adalah bagaimana MU merespons kekalahan tersebut di Premier League. Pertandingan melawan Fulham akan menjadi laga berikutnya bagi skuad Carrick setelah tersingkir dari Carabao Cup.

Manchester United juga perlu memperbaiki persoalan yang terlihat ketika menghadapi Brighton. Keunggulan dua gol yang kemudian berubah menjadi kekalahan menunjukkan bahwa hasil pertandingan tidak hanya ditentukan oleh awal yang kuat, tetapi juga kemampuan mempertahankan konsistensi sepanjang 90 menit.

Carrick sendiri tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Ia sebelumnya menyebut penampilan pada bagian akhir pertandingan sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima dan menyatakan bertanggung jawab atas apa yang terjadi.

Di sisi lain, Brighton meninggalkan Old Trafford dengan kemenangan yang membawa mereka melaju di Carabao Cup. Comeback mereka diselesaikan melalui tiga gol yang dicetak Kostoulas, Gross, dan De Cuyper setelah sempat tertinggal dua gol.

Bagi Manchester United, kekalahan itu menjadi pengingat bahwa keunggulan cepat belum cukup ketika permainan tidak mampu dipertahankan. Dua gol dalam 10 menit pertama ternyata tidak menjamin kemenangan, karena Brighton berhasil mengubah jalannya pertandingan secara bertahap.

Carrick kini harus mengarahkan perhatian timnya ke pertandingan berikutnya. Ia menegaskan tekanan dari luar tidak mengganggunya, sementara tanggung jawab untuk memperbaiki penampilan tetap berada di dalam tim.

Dengan Carabao Cup sudah berakhir bagi MU, respons di Premier League akan menjadi bagian penting dari perjalanan Manchester United berikutnya. 
Carrick menyatakan keyakinannya bahwa skuadnya memiliki kemampuan untuk bangkit, tetapi hasil di lapangan yang akan menunjukkan bagaimana tim merespons kekalahan dari Brighton.

 

 

Editor : Mahendra Aditya
MU vs Brighton tekanan Carrick manchester united carabao cup michael carrick