MU Vs Brighton: Unggul 2-0, Manchester United Kena Comeback Malah Tersingkir dari Carabao Cup

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 07:04 WIB
Bruno Miguel Borges Fernandes Gelandang Manchester United
Bruno Miguel Borges Fernandes Gelandang Manchester United

RADAR KUDUS - Manchester United harus mengakhiri kiprahnya di Carabao Cup 2026/2027 lebih cepat setelah kalah 2-3 dari Brighton & Hove Albion di Old Trafford, Kamis (17/9/2026) dini hari WIB. Sempat unggul dua gol hanya dalam 10 menit pertama melalui Shea Lacey dan Mason Mount, MU kehilangan kendali pertandingan dan kebobolan tiga gol yang membuat Brighton berbalik menang.

Hasil tersebut membuat Manchester United tersingkir pada putaran ketiga Carabao Cup. Kekalahan itu terasa semakin mengecewakan karena Setan Merah sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat meyakinkan. Dalam waktu kurang dari 10 menit, tim asuhan Michael Carrick sudah memiliki keunggulan dua gol atas Brighton.

Gol pertama lahir pada menit kedelapan. Shea Lacey memanfaatkan peluang di area pertahanan Brighton dan melepaskan penyelesaian yang membawa MU memimpin 1-0. Gol tersebut menjadi momentum penting bagi pemain muda tersebut dalam penampilannya bersama tim utama.

Dua menit kemudian, MU menggandakan keunggulan. Tekanan yang diberikan pemain-pemain tuan rumah ketika Brighton membangun permainan dari tendangan gawang menghasilkan peluang bagi Mason Mount. Gelandang tersebut kemudian menuntaskannya untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Start cepat itu sempat membuat Old Trafford berada dalam suasana positif. Manchester United mampu menekan lawan dan membuat Brighton kesulitan membangun serangan. Tim tamu bahkan lebih sering mengandalkan percobaan dari luar kotak penalti ketika kesulitan menembus pertahanan MU.

Namun, keunggulan dua gol tidak mampu dipertahankan. Setelah mendapatkan keuntungan besar pada fase awal pertandingan, intensitas tekanan Manchester United mulai menurun. Brighton perlahan menemukan ruang untuk mengembangkan permainan dan mulai lebih aktif memenangkan duel di lini tengah.

Perubahan tersebut menjadi titik balik pertandingan. Brighton yang semula tertinggal dua gol mulai memberikan tekanan lebih besar kepada pertahanan MU. Manchester United tidak lagi memiliki kendali seperti pada 10 menit pertama dan lebih banyak menghadapi serangan dari tim tamu.

Tekanan Brighton akhirnya membuahkan hasil pada masa injury time babak pertama. Charalampos Kostoulas memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-45+1. Gol itu membuat Brighton kembali memiliki peluang untuk membalikkan keadaan sekaligus mengubah situasi pertandingan menjelang turun minum.

Manchester United memasuki babak kedua dengan keunggulan tipis. Namun, gol Kostoulas membuat pertandingan berubah. Brighton semakin percaya diri, sementara MU kesulitan mengembalikan intensitas permainan seperti yang mereka tunjukkan pada awal laga.

Memasuki menit ke-65, Brighton akhirnya menyamakan kedudukan. Pascal Gross mencetak gol untuk membuat skor menjadi 2-2. Gol tersebut lahir setelah Brighton berhasil mempertahankan tekanan di area pertahanan MU dan memanfaatkan bola yang berada di sekitar kotak penalti.

Hanya berselang empat menit, keadaan berbalik sepenuhnya. Brighton mencetak gol ketiga pada menit ke-69 melalui Maxim De Cuyper. Pemain yang masuk sebagai pemain pengganti itu menyelesaikan serangan Brighton dan membawa tim tamu unggul 3-2.

Dalam waktu kurang dari lima menit, Manchester United yang sebelumnya memimpin 2-1 pada babak pertama berubah menjadi tim yang tertinggal 2-3. Tiga gol Brighton—Kostoulas, Gross, dan De Cuyper—membalikkan pertandingan sekaligus mengancam peluang MU untuk bertahan di kompetisi.

Setelah tertinggal, Carrick mencoba mengubah keadaan dengan melakukan sejumlah pergantian pemain. Bruno Fernandes, Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, Joshua Zirkzee, dan Kobbie Mainoo mendapat kesempatan untuk membantu Manchester United mengejar ketertinggalan sesuai perubahan yang dilakukan selama pertandingan.

Namun, pergantian tersebut belum mampu menghasilkan gol penyama kedudukan. Brighton justru sempat memperoleh peluang tambahan untuk memperlebar jarak. Manchester United juga memiliki kesempatan untuk kembali mencetak gol, tetapi penyelesaian akhir tidak menghasilkan gol ketiga.

Salah satu peluang penting MU datang ketika Marcus Rashford mendapat ruang untuk berhadapan dengan kiper Brighton. Akan tetapi, peluang tersebut berhasil digagalkan Jason Steele. Manchester United kemudian tetap berusaha menekan sampai menit-menit akhir, tetapi Brighton mampu mempertahankan keunggulan.

Peluit panjang memastikan Brighton menang 3-2 dan melaju ke babak berikutnya. Sebaliknya, Manchester United harus mengakhiri perjalanan mereka di Carabao Cup setelah hanya menjalani satu pertandingan.

Kekalahan tersebut juga mencatatkan fakta penting dalam sejarah pertandingan MU di Old Trafford. Menurut laporan Sky Sports, Manchester United untuk pertama kalinya dalam 50 tahun kalah di kandang setelah sebelumnya unggul dua gol. Sebelum laga ini, MU tercatat memiliki hasil sangat kuat dalam situasi tersebut.

Artinya, masalah Manchester United dalam pertandingan ini bukan sekadar gagal mempertahankan skor. MU kehilangan keunggulan yang sudah dibangun sejak awal pertandingan dan kemudian tidak mampu merespons ketika Brighton mengubah momentum.

Perubahan permainan itu terlihat jelas dari jalannya pertandingan. Manchester United tampil agresif pada awal laga, mencetak dua gol dalam waktu singkat, tetapi kemudian Brighton secara bertahap mengambil alih permainan. Setelah memperkecil skor sebelum turun minum, tim tamu berhasil mencetak dua gol pada babak kedua untuk menyelesaikan comeback.

Kemenangan Brighton juga menunjukkan bagaimana keunggulan cepat tidak selalu menjamin hasil akhir. Manchester United memang mendapatkan awal ideal melalui Lacey dan Mount, tetapi Brighton mampu tetap berada dalam pertandingan dan terus memberikan tekanan sampai mendapatkan kesempatan untuk menyamakan skor.

Bagi Lacey, pertandingan ini menjadi salah satu momen penting karena ia mencetak gol pada menit kedelapan. Manchester United sebelumnya juga menyoroti perkembangan sang pemain muda. Carrick mengatakan Lacey telah melakukan hal-hal yang tepat untuk mendapatkan kesempatan bermain.

Namun, gol Lacey pada akhirnya tidak cukup untuk membawa MU ke putaran berikutnya. Mount juga menyumbangkan satu gol pada awal laga, tetapi keunggulan tersebut terhapus setelah Brighton meningkatkan tekanan.

Kekalahan dari Brighton sekaligus menjadi lanjutan periode sulit Manchester United. Sebelum menghadapi Brighton, MU baru saja menelan kekalahan dari Manchester City di Old Trafford dalam pertandingan Premier League. Carabao Cup sempat menjadi kesempatan bagi tim Carrick untuk merespons hasil tersebut, tetapi justru berakhir dengan kekalahan lainnya di kandang.

Carrick sendiri mengakui bahwa performa Manchester United setelah memimpin tidak dapat diterima. Seusai pertandingan, ia menyatakan bertanggung jawab atas penampilan tim, khususnya pada bagian akhir pertandingan.

“Kami tidak bisa menerima itu sebagai sebuah kelompok. Saya bertanggung jawab. Penampilan pada akhir babak kedua adalah tanggung jawab saya.”

Carrick juga menegaskan bahwa Manchester United harus segera memperbaiki keadaan dan kembali meraih kemenangan. Ia menyebut pertandingan berikutnya sebagai fokus utama setelah MU tersingkir dari Carabao Cup.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana hasil melawan Brighton menjadi evaluasi penting bagi Carrick dan skuadnya. Manchester United tidak hanya kehilangan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan di kompetisi domestik, tetapi juga harus segera memperbaiki permainan sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.

Sebelum pertandingan melawan Brighton, Carrick sebenarnya sudah menyampaikan ambisi Manchester United untuk terus bermain di berbagai kompetisi. Dalam pernyataan sebelum laga, ia mengatakan timnya ingin memainkan sebanyak mungkin pertandingan dan terus bersaing di semua ajang.

Target tersebut langsung berakhir setelah MU tersingkir pada putaran ketiga. Brighton menjadi tim yang mendapatkan keuntungan dari perubahan momentum setelah Manchester United mencetak dua gol cepat.

Dari sisi Brighton, kemenangan ini menjadi comeback penting karena mereka mampu bangkit dari defisit dua gol di kandang Manchester United. Kostoulas membuka jalan dengan gol sebelum turun minum, kemudian Gross dan De Cuyper menyelesaikan pembalikan keadaan pada babak kedua.

Brighton sebenarnya tidak langsung mendominasi pertandingan setelah tertinggal 0-2. Namun, mereka mampu menjaga tekanan dan memanfaatkan penurunan intensitas Manchester United. Cara tersebut membuat pertandingan yang semula terlihat berada dalam kendali tuan rumah berubah total.

Gol Kostoulas pada menit ke-45+1 menjadi sangat penting. Tanpa gol tersebut, Manchester United akan memasuki ruang ganti dengan keunggulan dua gol. Sebaliknya, skor 2-1 membuat Brighton masih memiliki momentum ketika pertandingan memasuki babak kedua.

Momentum itu kemudian dimanfaatkan dengan baik. Gross mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-65, sebelum De Cuyper membawa Brighton unggul empat menit kemudian.

Manchester United mencoba mengejar pada sisa pertandingan, tetapi Brighton mampu bertahan. Sampai pertandingan berakhir, skor tetap 2-3.

Susunan pemain Manchester United pada laga tersebut terdiri dari Karl Darlow sebagai penjaga gawang, dengan lini belakang Diogo Dalot, Ayden Heaven, Leny Yoro, dan Noussair Mazraoui. Andrey Santos dan Youri Tielemans bermain di lini tengah, sementara Shea Lacey, Mason Mount, dan Marcus Rashford mendukung Benjamin Sesko di lini depan.

Sejumlah perubahan dilakukan sepanjang laga. Andrey Santos digantikan Kobbie Mainoo pada menit ke-66, sementara Lacey juga ditarik keluar pada menit yang sama untuk memberi ruang kepada Bryan Mbeumo. Mount kemudian digantikan Bruno Fernandes pada menit ke-73 dan Rashford keluar pada menit ke-80 untuk Matheus Cunha. Sesko juga digantikan Joshua Zirkzee pada menit ke-66.

Di kubu Brighton, Jason Steele tampil sebagai penjaga gawang. Lini belakang diisi antara lain oleh Andres, Valentin Barco? — tetapi susunan resmi pertandingan mencatat pemain yang tampil adalah Costinha, Struijk, Luka Vuskovic, dan pemain lainnya sesuai daftar pertandingan. Pergantian juga dilakukan Brighton untuk mempertahankan energi pada babak kedua, termasuk memasukkan Maxim De Cuyper yang kemudian mencetak gol kemenangan.

Dengan kemenangan 3-2 tersebut, Brighton melangkah ke babak berikutnya Carabao Cup. Manchester United sebaliknya harus mengalihkan perhatian ke kompetisi lain setelah perjalanan mereka di Piala Liga Inggris berakhir di Old Trafford.

Pertandingan ini pada akhirnya akan dikenang karena perubahan skor yang sangat drastis. MU mencetak dua gol dalam 10 menit pertama dan terlihat berada dalam posisi nyaman. Namun, satu gol Brighton menjelang turun minum mengubah situasi, sebelum dua gol tambahan pada babak kedua memastikan comeback.

Bagi Manchester United, tantangan berikutnya bukan lagi mempertahankan peluang di Carabao Cup, melainkan merespons kekalahan tersebut dalam pertandingan Premier League. Setelah kehilangan keunggulan dua gol dari Brighton, Carrick dan para pemainnya harus segera memperbaiki sejumlah persoalan permainan yang terlihat sepanjang laga.

Brighton meninggalkan Old Trafford dengan kemenangan 3-2, sedangkan Manchester United harus menerima kenyataan bahwa keunggulan dua gol tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari eliminasi. Hasil tersebut sekaligus membuat pertandingan yang semula berjalan sempurna bagi MU berubah menjadi salah satu comeback paling mencolok di Old Trafford dalam beberapa tahun terakhir.

Editor : Mahendra Aditya
brighton Carabao Cup 2026/2027 MU vs Brighton hasil Manchester United vs Brighton manchester united