JAKARTA — Jay Idzes harus menepi setelah mengalami cedera otot quadriceps kaki kiri saat Sassuolo menghadapi Juventus pada pekan keempat Serie A 2026/2027. Cedera tersebut menjadi pukulan bagi Sassuolo sekaligus menimbulkan tanda tanya terhadap kesiapan kapten Timnas Indonesia menjelang FIFA ASEAN Cup 2026 yang dimulai kurang dari dua pekan lagi.
Idzes mengalami masalah pada penghujung pertandingan ketika Sassuolo menjamu Juventus di Mapei Stadium, Minggu (13/9/2026). Bek asal Indonesia itu masih menjadi bagian dari lini belakang Sassuolo hingga sekitar menit ke-80 sebelum pelatih Alberto Aquilani menariknya keluar dan memasukkan Duje Caleta-Car.
Sassuolo akhirnya mengamankan kemenangan dramatis 3-2 atas Juventus. Namun, hasil positif tersebut harus dibayar dengan kehilangan salah satu pemain penting di lini pertahanan.
Baca Juga: Audero dan Paes Sama-Sama Menang dan Tampil Gemilang, Siapa Kiper Utama Timnas Indonesia?
Pemeriksaan medis yang dilakukan setelah pertandingan memastikan Idzes mengalami lesi tingkat sedang pada quadriceps kaki kiri. Sassuolo menyatakan pemainnya telah memulai proses rehabilitasi. Klub tidak mencantumkan secara resmi berapa lama Idzes harus menjalani pemulihan.
Perbedaan estimasi waktu pemulihan kemudian muncul dari sejumlah media Italia. SportMediaset memperkirakan Idzes membutuhkan sekitar satu bulan untuk kembali bermain, sedangkan SassuoloNews menyebut kemungkinan waktu pemulihan berada di kisaran satu setengah hingga dua bulan. Kedua angka tersebut merupakan perkiraan media, bukan durasi pemulihan resmi yang ditetapkan Sassuolo.
Artinya, belum ada kepastian bahwa Idzes harus absen selama enam sampai delapan pekan seperti yang disebut dalam laporan CNN Indonesia. Yang sudah terkonfirmasi adalah jenis cederanya, tingkat cederanya, serta dimulainya proses rehabilitasi. Kepastian mengenai tanggal comeback masih bergantung pada perkembangan pemulihan sang pemain.
Situasi tersebut menjadi persoalan tersendiri karena jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 sudah sangat dekat. Berdasarkan jadwal resmi FIFA, Division 1 yang berlangsung di Indonesia dimulai pada 25 September dan berakhir pada 5 Oktober. Indonesia tergabung di Grup A bersama Bangladesh, Malaysia, dan Singapura.
Dengan demikian, hanya terdapat sekitar 12 hari dari cedera Idzes pada 13 September menuju pertandingan pertama Indonesia di FIFA ASEAN Cup pada 25 September. Tim Garuda dijadwalkan menghadapi Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada laga pembuka Grup A.
Kondisi tersebut membuat peluang Idzes untuk tampil di turnamen belum bisa dipastikan hanya berdasarkan estimasi waktu pemulihan. Jika proses rehabilitasi berjalan sesuai perkiraan satu bulan, ia masih berpotensi belum pulih ketika fase grup Indonesia berlangsung. Namun, karena Sassuolo belum mengumumkan tanggal kembalinya, belum tepat pula menyatakan secara definitif bahwa Idzes pasti absen sepanjang turnamen.
Yang jelas, Idzes sudah dipastikan melewatkan pertandingan Sassuolo berikutnya melawan Monza pada 18 September. Cedera tersebut membuat Aquilani harus mencari formula baru di lini belakang Sassuolo, setidaknya untuk pertandingan setelah jeda internasional.
Cedera Idzes juga menjadi perhatian karena perannya di Sassuolo semakin penting pada awal musim ini. Ia dipercaya sebagai starter ketika menghadapi Juventus dan menjadi bagian dari pertahanan yang mampu menahan tekanan lawan dalam pertandingan yang berjalan ketat.
Sassuolo bahkan harus melewati fase akhir laga tanpa Idzes. Setelah bek Timnas Indonesia ditarik keluar, Caleta-Car masuk untuk mengisi posisinya. Sassuolo tetap mampu mempertahankan kemenangan, tetapi media Italia menilai absennya Idzes dapat memberikan pengaruh terhadap keseimbangan pertahanan tim.
SassuoloNews menggambarkan Idzes sebagai salah satu figur penting di lini belakang tim asuhan Aquilani. Media tersebut menyoroti perpaduan kekuatan fisik, kemampuan membaca permainan, serta karakter yang dimiliki Idzes sebagai faktor yang membuatnya penting bagi pertahanan Sassuolo.
Baca Juga: Rating Audero dan Paes Tembus 7, Ini Persaingan Kiper Timnas Indonesia Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
Dalam analisisnya, SassuoloNews juga menilai kehilangan Idzes bukan sekadar persoalan mengganti satu nama dengan pemain lain. Menurut media tersebut, pengganti Idzes juga harus mampu mengambil alih aspek kepemimpinan, mengorganisasi lini pertahanan, serta memberikan rasa percaya diri dalam membaca arah permainan.
Pandangan tersebut merupakan analisis media Italia, bukan pernyataan resmi dari klub. Namun, konteksnya memperlihatkan mengapa cedera Idzes menjadi perhatian setelah kemenangan atas Juventus.
Bagi Sassuolo, pertandingan melawan Juventus seharusnya menjadi momentum penting setelah berhasil mengalahkan salah satu tim besar Serie A. Kemenangan 3-2 tersebut didapat melalui pertandingan yang berlangsung ketat hingga menit-menit akhir.
Vasilije Adzic menjadi penentu kemenangan Sassuolo dengan gol pada menit ke-94. Gol tersebut memastikan tim asuhan Aquilani meraih tiga poin di kandang. Seusai pertandingan, Adzic menyebut kemenangan itu sebagai pengalaman yang tidak terlupakan.
"Saya sangat senang untuk tim dan atas penampilan luar biasa Sassuolo," kata Adzic seperti dikutip dalam laporan pascapertandingan.
Kemenangan itu menjadi semakin berarti karena Sassuolo harus bermain dalam situasi pertahanan yang berubah setelah Idzes keluar. Kendati demikian, tim tuan rumah mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang.
Bagi Idzes sendiri, pertandingan melawan Juventus menjadi penampilan yang berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Ia sebelumnya dipercaya mengisi lini belakang Sassuolo sejak awal laga. Masalah pada quadriceps kemudian membuatnya tidak dapat menyelesaikan pertandingan.
Cedera otot pada paha memang membutuhkan penanganan dan pemulihan bertahap. Dalam kasus Idzes, Sassuolo menyatakan bahwa pemain tersebut sudah memasuki proses rehabilitasi setelah menjalani pemeriksaan instrumental. Namun, klub belum memberikan informasi mengenai tahapan rehabilitasi atau target tanggal kembali bermain.
Kondisi itu membuat perkembangan Idzes dalam beberapa hari ke depan menjadi penting, terutama bagi Timnas Indonesia. FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung dalam kalender internasional September-Oktober, sehingga klub harus mengelola kondisi pemain yang dipanggil ke tim nasional sesuai regulasi dan kondisi medis masing-masing.
Indonesia sendiri akan memainkan tiga pertandingan Grup A dalam fase awal. Setelah melawan Singapura pada 25 September, skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Malaysia pada 28 September di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pertandingan terakhir fase grup mempertemukan Indonesia dengan Bangladesh pada 1 Oktober.
Baca Juga: Cedera Jay Idzes: Harus Istirahat 1,5-2 Bulan, Bagaimana Peluang Main di FIFA ASEAN Cup?
Jika Indonesia melaju hingga pertandingan terakhir, turnamen Division 1 berlangsung sampai 5 Oktober. FIFA menetapkan format dua grup berisi empat tim. Juara masing-masing grup lolos ke final, sedangkan runner-up grup bertanding dalam perebutan tempat ketiga.
Jadwal tersebut membuat persoalan kebugaran Idzes menjadi semakin sensitif. Cedera terjadi ketika turnamen tinggal hitungan hari. Bahkan apabila pemulihannya berjalan lebih cepat dari perkiraan, keputusan untuk memainkan seorang pemain yang baru pulih dari cedera tetap membutuhkan pertimbangan medis dan teknis.
Di sisi lain, Timnas Indonesia tidak seharusnya hanya bergantung pada satu pemain di posisi bek tengah. Skuad yang dipersiapkan untuk turnamen tentu memiliki sejumlah pilihan pemain belakang. Namun, pengalaman dan status Idzes sebagai kapten membuat keberadaannya memiliki arti tersendiri dalam struktur tim.
Idzes sebelumnya juga telah menjadi salah satu pemain penting dalam perjalanan Timnas Indonesia di bawah pelatih John Herdman. Perannya bukan hanya sebagai bek tengah, tetapi juga sebagai salah satu pemain senior yang memiliki pengalaman menghadapi pertandingan internasional dengan tekanan tinggi.
Karena itu, kabar cedera tersebut datang pada waktu yang kurang ideal bagi Timnas Indonesia. Tim Garuda sedang memasuki periode persiapan akhir menuju turnamen perdana FIFA ASEAN Cup. Indonesia bahkan bertindak sebagai tuan rumah Division 1 bersama Hong Kong, China yang menjadi tuan rumah Division 2.
FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan edisi perdana turnamen tersebut. Sebanyak 14 negara ambil bagian, termasuk seluruh 11 anggota ASEAN dan tiga tim tamu. Kompetisi dibagi ke dalam dua divisi, dengan Division 1 digelar di Jakarta dan Bandung, sementara Division 2 berlangsung di Hong Kong.
Indonesia berada di Grup A Division 1 bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Sementara Grup B dihuni Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina. Setiap grup menggunakan format satu putaran, sehingga setiap tim memainkan tiga pertandingan di fase grup.
Bagi skuad Garuda, pertandingan pembuka melawan Singapura akan berlangsung pada 25 September pukul 20.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Tiga hari kemudian Indonesia menghadapi Malaysia pada pukul 19.30 WIB, kemudian bertemu Bangladesh pada 1 Oktober pukul 19.30 WIB.
Rentang waktu tersebut menjadi alasan mengapa kondisi Idzes akan terus menjadi perhatian. Jika estimasi pemulihan sekitar satu bulan yang diberitakan SportMediaset menjadi acuan, maka waktu kembalinya berada di sekitar pertengahan Oktober, setelah seluruh rangkaian FIFA ASEAN Cup selesai. Namun, estimasi itu tetap bukan keputusan medis resmi Sassuolo.
Sementara itu, perkiraan satu setengah sampai dua bulan yang ditulis SassuoloNews akan membuat masa pemulihan Idzes lebih panjang lagi. Dengan rentang tersebut, bek Indonesia berpotensi baru kembali setelah kompetisi FIFA ASEAN Cup berakhir. Sekali lagi, angka tersebut merupakan perkiraan media dan bukan target resmi dari klub.
Baca Juga: Kabar Buruk! Jay Idzes Cedera Otot Paha, Kapten Timnas Indonesia Terancam Absen FIFA ASEAN Cup 2026
Karena itu, pertanyaan terbesar saat ini bukan sekadar berapa pekan Idzes harus menepi, melainkan bagaimana perkembangan cederanya dalam beberapa pekan pertama rehabilitasi. Evaluasi lanjutan akan menjadi dasar yang lebih kuat untuk menentukan kapan sang bek dapat kembali berlatih penuh dan bertanding.
Untuk Sassuolo, kehilangan Idzes berarti Aquilani harus menyiapkan komposisi pertahanan baru. Untuk Timnas Indonesia, situasinya menjadi persoalan yang harus dipantau menjelang pemanggilan pemain dan persiapan FIFA ASEAN Cup.
Belum ada pernyataan resmi yang memastikan Idzes absen dari seluruh turnamen. Karena itu, informasi mengenai peluang tampilnya harus ditempatkan secara hati-hati. Yang sudah pasti, ia mengalami lesi tingkat sedang pada quadriceps kaki kiri dan telah memulai rehabilitasi.
Cedera tersebut juga membuat pertandingan Sassuolo melawan Juventus meninggalkan dua cerita berbeda. Di satu sisi, tim Aquilani meraih kemenangan penting 3-2 atas Juventus melalui gol dramatis pada masa injury time. Di sisi lain, mereka kehilangan Idzes yang harus meninggalkan lapangan sebelum pertandingan berakhir.
Bagi Timnas Indonesia, perkembangan kondisi bek kelahiran Belanda tersebut kini menjadi salah satu hal yang patut ditunggu menjelang FIFA ASEAN Cup 2026. Waktu menuju laga pertama semakin pendek, sedangkan proses pemulihan baru saja dimulai.
Dengan belum adanya target comeback resmi dari Sassuolo, keputusan mengenai keterlibatan Idzes bersama Timnas Indonesia sebaiknya menunggu perkembangan medis berikutnya.
Untuk sementara, fokus utama sang pemain adalah menjalani rehabilitasi, sementara Aquilani dan John Herdman harus menyiapkan alternatif jika Idzes belum dapat kembali tepat waktu.
Editor : Mahendra Aditya