RADAR KUDUS — Jay Idzes diperkirakan harus menepi cukup lama setelah mengalami cedera otot quadriceps paha kiri saat Sassuolo menghadapi Juventus. Media Italia memperkirakan bek Timnas Indonesia itu membutuhkan waktu sekitar satu setengah hingga dua bulan untuk pulih, meski Sassuolo belum menetapkan durasi absennya secara resmi.
Cedera tersebut menjadi kabar penting bagi Timnas Indonesia karena terjadi hanya sekitar 11 hari sebelum skuad Garuda menjalani pertandingan pertama di FIFA ASEAN Cup 2026. Indonesia dijadwalkan menghadapi Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 25 September 2026.
Dengan perkiraan pemulihan satu setengah sampai dua bulan, Jay Idzes berpotensi tidak hanya melewatkan pertandingan pembuka. Jika estimasi tersebut sesuai dengan kondisi medisnya, sang kapten juga berisiko absen dalam rangkaian pertandingan Indonesia selama FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung sampai 5 Oktober.
Baca Juga: Kabar Buruk! Jay Idzes Cedera Otot Paha, Kapten Timnas Indonesia Terancam Absen FIFA ASEAN Cup 2026
Namun, penting dicatat bahwa angka tersebut belum merupakan keputusan medis resmi dari Sassuolo. Klub hanya mengonfirmasi bahwa Idzes mengalami cedera quadriceps kaki kiri dengan tingkat sedang dan sudah memulai program rehabilitasi. Tidak ada batas waktu resmi mengenai kapan pemain berusia 26 tahun tersebut dapat kembali bermain.
Sassuolo mengumumkan hasil pemeriksaan Idzes setelah bek tersebut mengalami masalah pada kaki kirinya ketika menghadapi Juventus. Dalam pertandingan Serie A di Mapei Stadium, Idzes tampil sebagai starter sebelum ditarik keluar pada menit ke-80.
Pemeriksaan lanjutan kemudian memastikan bahwa cedera yang dialaminya bukan sekadar masalah ringan. Hasil pemeriksaan instrumental menunjukkan adanya lesi tingkat sedang pada otot quadriceps kaki kiri. Setelah diagnosis tersebut diketahui, Idzes langsung menjalani proses rehabilitasi.
Sassuolo News menjadi salah satu media Italia yang memperkirakan waktu pemulihan Idzes berada di kisaran satu setengah sampai dua bulan. Sementara itu, laporan lain dari SportMediaset menyebut kemungkinan sang pemain menepi sekitar satu bulan. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa durasi pemulihan masih berupa perkiraan media, bukan jadwal comeback yang sudah ditetapkan klub.
Karena itu, pertanyaan mengenai Jay Idzes harus menepi berapa lama belum memiliki jawaban final. Data paling kuat saat ini adalah diagnosis resmi Sassuolo, sedangkan rentang satu setengah hingga dua bulan merupakan perkiraan dari media Italia.
Jika menggunakan estimasi tersebut sebagai gambaran, situasinya cukup berat bagi Timnas Indonesia. FIFA ASEAN Cup Division 1 akan berlangsung pada 25 September sampai 5 Oktober di Indonesia. Indonesia tergabung di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.
Indonesia membuka turnamen dengan menghadapi Singapura pada 25 September. Setelah itu, skuad Garuda dijadwalkan melawan Malaysia dan Bangladesh dalam fase grup. FIFA menggunakan format satu putaran, sehingga setiap tim memainkan tiga pertandingan pada fase grup.
Bagi Idzes, persoalannya menjadi semakin rumit karena pertandingan pertama Indonesia hanya berjarak kurang dari dua pekan dari cedera yang dialaminya. Sementara itu, perkiraan pemulihan paling cepat yang beredar dari media Italia adalah sekitar satu bulan.
Artinya, bahkan jika pemulihan berlangsung sesuai perkiraan yang lebih singkat, Idzes tetap berpotensi melewatkan sebagian besar atau seluruh pertandingan FIFA ASEAN Cup. Namun, kesimpulan mengenai absennya sepanjang turnamen belum bisa dipastikan sebelum ada perkembangan medis lebih lanjut dari Sassuolo maupun Timnas Indonesia.
Cedera itu terjadi setelah Idzes baru saja melewati periode pemulihan sebelumnya. Pada awal musim 2026/2027, ia sempat menepi akibat masalah cedera sehingga melewatkan sejumlah pertandingan pramusim Sassuolo.
Baca Juga: Ipswich Vs Arsenal 2-4: Max Dowman Brace, The Gunners Lolos ke Babak Keempat
Idzes kemudian kembali tampil sebagai starter ketika Sassuolo menghadapi Torino pada 30 Agustus 2026. Pertandingan tersebut menjadi comeback-nya setelah sebelumnya absen pada sebagian besar persiapan musim baru. Ia tampil selama 90 menit dan membantu Sassuolo meraih kemenangan 2-1.
Saat itu, Idzes mengaku senang dapat kembali bermain. Ia juga menyinggung bahwa dirinya belum banyak berlatih bersama tim setelah menjalani masa pemulihan.
"Saya sangat senang. Pekan lalu di Bergamo kami bermain bagus, tetapi kalah. Tentu saja kami ingin memenangi pertandingan pertama di awal musim. Hari ini kami bermain bagus dan saya senang untuk tim, juga untuk diri saya sendiri karena belum banyak berlatih bersama tim. Hari ini saya bermain sejak awal dan saya bahagia," kata Idzes seusai kemenangan atas Torino.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Idzes sebelumnya memang baru kembali dari masa pemulihan ketika mendapatkan kesempatan bermain penuh melawan Torino. Beberapa pekan kemudian, ia kembali menghadapi masalah fisik saat melawan Juventus.
Dalam laga melawan Juventus, Idzes sebenarnya kembali dipercaya tampil sejak menit pertama. Ia berada di lapangan selama sekitar 80 menit sebelum meminta diganti karena mengalami masalah pada otot kaki kirinya. Sassuolo kemudian melanjutkan pertandingan tanpa sang bek tengah.
Sassuolo akhirnya memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 3-2. Kemenangan dramatis itu harus dibayar dengan cederanya salah satu pemain penting di lini belakang.
Reuters mencatat Sassuolo sempat unggul lebih dulu melalui Sebastiano Esposito, kemudian Juventus menyamakan kedudukan. Pertandingan berlangsung ketat hingga penghujung laga sebelum Sassuolo memastikan kemenangan lewat gol pada masa tambahan waktu.
Bagi Sassuolo, kehilangan Idzes juga menjadi persoalan tersendiri. Pemain yang sebelumnya memperkuat Venezia itu merupakan salah satu pilihan utama di sektor pertahanan.
Sementara untuk Timnas Indonesia, persoalannya lebih besar karena Idzes bukan hanya berstatus sebagai pemain belakang. Ia juga merupakan kapten skuad Garuda. Kehadirannya selama ini menjadi bagian penting dari komposisi lini belakang Indonesia.
Meski begitu, belum ada keputusan resmi bahwa Idzes dicoret dari FIFA ASEAN Cup 2026. Kondisinya masih akan bergantung pada perkembangan rehabilitasi dan evaluasi medis.
Hal tersebut perlu ditekankan karena waktu pemulihan cedera otot tidak selalu sama antara satu pemain dengan pemain lainnya. Perkiraan media dapat menjadi gambaran awal, tetapi keputusan untuk kembali berlatih dan bertanding tetap membutuhkan penilaian tim medis.
Baca Juga: Hasil Liverpool vs Tottenham 3-1: Mac Allister, Gakpo, Szoboszlai Antar The Reds Lolos
Dengan kondisi tersebut, peluang Idzes untuk tampil pada FIFA ASEAN Cup 2026 masih menjadi tanda tanya. Yang sudah pasti adalah ia membutuhkan waktu untuk menjalani rehabilitasi setelah pemeriksaan menunjukkan lesi tingkat sedang pada quadriceps kaki kiri.
FIFA ASEAN Cup sendiri akan menjadi turnamen internasional perdana dengan nama tersebut. FIFA memastikan edisi pertama kompetisi melibatkan 14 tim yang dibagi ke dalam dua divisi. Divisi 1 diikuti delapan negara, sedangkan Divisi 2 diikuti enam negara.
Indonesia menjadi tuan rumah Divisi 1 bersama Bandung dan Jakarta. Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi salah satu venue utama, sedangkan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, digunakan untuk pertandingan Grup B. Grup A yang dihuni Indonesia berlangsung di Jakarta.
FIFA menetapkan Grup A Divisi 1 berisi Indonesia, Bangladesh, Malaysia, dan Singapura. Sementara Grup B dihuni Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina. Setiap grup memainkan pertandingan dengan sistem satu putaran.
Juara masing-masing grup akan melaju ke final. Sementara dua tim yang finis sebagai runner-up di Divisi 1 Indonesia akan bertemu dalam perebutan tempat ketiga. Final dan pertandingan perebutan tempat ketiga dijadwalkan berlangsung pada 5 Oktober di SUGBK.
Jadwal tersebut membuat potensi absennya Idzes menjadi persoalan yang harus segera diantisipasi tim pelatih Indonesia. Jika sang kapten tidak dapat pulih tepat waktu, opsi pemain di posisi bek tengah harus dipersiapkan sejak awal.
Namun, belum ada dasar untuk menyatakan bahwa Idzes pasti absen dalam seluruh turnamen. Estimasi satu setengah hingga dua bulan dari media Italia harus dibedakan dari keterangan resmi Sassuolo yang hingga kini hanya menyebut adanya cedera quadriceps tingkat sedang dan dimulainya rehabilitasi.
Begitu pula dengan perkiraan absensi sekitar satu bulan yang diberitakan SportMediaset. Laporan tersebut dapat menjadi referensi mengenai kemungkinan waktu pemulihan, tetapi bukan konfirmasi resmi mengenai tanggal kembalinya Idzes.
Jika menggunakan rentang satu bulan sebagai skenario pemulihan tercepat yang diberitakan, Idzes tetap akan berpacu dengan waktu karena laga pertama Indonesia berlangsung pada 25 September. Apabila menggunakan estimasi satu setengah hingga dua bulan, masa pemulihan bahkan dapat melewati seluruh periode turnamen yang berakhir 5 Oktober.
Baca Juga: Manchester United Tetap Percaya Michael Carrick meski Start Buruk, 4 Poin dari 4 Laga
Dengan demikian, perkembangan dalam beberapa hari dan pekan berikutnya akan menjadi penentu. Pemeriksaan lanjutan dan respons tubuh terhadap rehabilitasi akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kapan Idzes bisa kembali ke latihan.
Situasinya juga menjadi perhatian karena Idzes baru saja mendapatkan kembali ritme bermain bersama Sassuolo. Setelah lama menepi, ia tampil penuh ketika menghadapi Torino dan kemudian kembali menjadi starter dalam sejumlah pertandingan berikutnya sebelum mengalami cedera melawan Juventus.
Bagi Indonesia, kehilangan kapten menjelang turnamen tentu mengubah persiapan di lini belakang. Namun, sampai ada keterangan lebih lanjut dari pihak klub atau tim nasional, status Idzes paling tepat disebut diragukan untuk FIFA ASEAN Cup 2026, bukan dipastikan absen.
Keterangan resmi Sassuolo saat ini hanya memastikan diagnosis dan proses rehabilitasi. Klub belum menyampaikan berapa lama pemain tersebut akan berada di ruang perawatan.
Sementara itu, laporan Sassuolo News yang memperkirakan waktu pemulihan satu setengah hingga dua bulan menjadi gambaran yang paling panjang dari sumber yang tersedia saat ini. Jika rentang tersebut benar-benar terjadi, Idzes kemungkinan besar harus melewatkan FIFA ASEAN Cup yang berlangsung hingga 5 Oktober.
Jadi, Jay Idzes harus menepi berapa lama? Untuk saat ini belum ada angka resmi dari Sassuolo. Diagnosisnya adalah cedera quadriceps kaki kiri tingkat sedang, rehabilitasi sudah dimulai, sedangkan perkiraan media Italia berada di kisaran satu bulan hingga satu setengah-dua bulan.
Dengan pertandingan pertama Indonesia tinggal sekitar 11 hari sejak cedera tersebut terjadi, waktu pemulihan menjadi faktor utama. Timnas Indonesia masih menunggu perkembangan kondisi sang kapten sebelum dapat mengetahui apakah Idzes bisa mengejar FIFA ASEAN Cup 2026 atau harus menyaksikan turnamen dari luar lapangan.
Yang jelas, cedera ini datang pada momentum yang kurang menguntungkan bagi Idzes. Ia baru kembali dari cedera sebelumnya dan mulai mendapatkan menit bermain reguler bersama Sassuolo. Kini, proses rehabilitasi kembali menjadi bagian dari perjalanan musimnya.
Untuk Timnas Indonesia, keputusan akhir mengenai keterlibatan Idzes akan sangat bergantung pada laporan medis terbaru dan kesiapan fisiknya. Sampai saat ini belum ada pengumuman resmi yang memastikan kapten Garuda tersebut absen sepanjang FIFA ASEAN Cup 2026.
Editor : Mahendra Aditya