RADAR KUDUS — Timnas Indonesia terancam kehilangan kaptennya, Jay Idzes, pada FIFA ASEAN Cup 2026. Bek Sassuolo tersebut mengalami cedera otot quadriceps paha kiri saat memperkuat klubnya menghadapi Juventus di Serie A.
Cedera itu menjadi perhatian karena FIFA ASEAN Cup 2026 akan dimulai kurang dari dua pekan lagi. Divisi 1 turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung di Indonesia mulai 25 September hingga 5 Oktober 2026. Indonesia berada di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.
Jay Idzes mengalami masalah pada kaki kirinya ketika Sassuolo menghadapi Juventus. Dalam pertandingan yang berlangsung di Mapei Stadium tersebut, Idzes turun sejak menit pertama sebelum harus meninggalkan lapangan pada menit ke-81.
Sassuolo kemudian melakukan pemeriksaan medis terhadap pemain berusia 26 tahun tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya robekan sedang pada otot quadriceps paha kiri.
Baca Juga: Ipswich Vs Arsenal 2-4: Max Dowman Brace, The Gunners Lolos ke Babak Keempat
Idzes kini telah memulai program rehabilitasi untuk memulihkan kondisinya. Namun, hingga laporan ini dibuat, Sassuolo belum mengumumkan secara resmi berapa lama bek tengah tersebut harus menepi.
Karena itu, peluang Idzes untuk memperkuat Indonesia pada FIFA ASEAN Cup 2026 belum dapat dipastikan. Perkiraan dari media Italia Sassuolo News menyebut sang pemain berpotensi membutuhkan waktu sekitar satu setengah hingga dua bulan untuk menjalani pemulihan. Angka tersebut masih berupa perkiraan media, bukan durasi pemulihan resmi yang diumumkan Sassuolo.
Yang sudah pasti, Idzes tidak akan tersedia ketika Sassuolo menjalani pertandingan berikutnya melawan Monza pada Sabtu, 19 September 2026. Cedera tersebut datang pada saat yang cukup krusial karena jadwal FIFA ASEAN Cup sudah semakin dekat.
FIFA menetapkan edisi perdana FIFA ASEAN Cup berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026. Khusus Divisi 1 yang diikuti Indonesia, pertandingan berlangsung di Indonesia pada 25 September hingga 5 Oktober.
Indonesia menjadi tuan rumah Divisi 1 sekaligus menempati Grup A. Seluruh pertandingan Grup A dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Tiga lawan yang akan dihadapi skuad Garuda adalah Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.
Laga pertama Indonesia dijadwalkan menghadapi Singapura pada 25 September. Tiga hari kemudian, Indonesia bertemu Malaysia sebelum menutup fase grup melawan Bangladesh pada 1 Oktober. Dengan demikian, seluruh pertandingan fase grup Indonesia akan berlangsung dalam rentang waktu hanya enam hari.
Situasi itu membuat kondisi fisik pemain menjadi salah satu faktor penting dalam persiapan turnamen. Bagi Idzes, persoalannya kini bukan sekadar apakah dapat bermain pada pertandingan pertama, tetapi juga seberapa cepat otot yang mengalami cedera dapat pulih dan apakah kondisinya memungkinkan untuk kembali tampil dalam pertandingan kompetitif.
Sassuolo sendiri belum memberikan batas waktu pemulihan. Karena itu, belum tepat untuk memastikan Idzes pasti absen sepanjang turnamen maupun menyatakan dirinya akan kembali tepat waktu.
Kondisi tersebut menjadi lebih penting bagi Indonesia karena Idzes merupakan salah satu pemain yang memiliki peran besar di lini belakang. Ia juga dipercaya sebagai kapten Timnas Indonesia.
Baca Juga: Hasil Liverpool vs Tottenham 3-1: Mac Allister, Gakpo, Szoboszlai Antar The Reds Lolos
Di level klub, Idzes baru saja kembali menjalani periode penting bersama Sassuolo setelah sebelumnya sempat menjalani program pemulihan akibat cedera pada masa persiapan musim. Sassuolo News pada awal September melaporkan bahwa Idzes telah kembali berlatih bersama tim setelah melewatkan seluruh pertandingan pramusim klub.
Tidak lama setelah kembali ke lapangan, Idzes langsung mendapatkan tempat di starting XI. Ia juga tampil dalam sejumlah pertandingan awal musim bersama Sassuolo.
Pada akhir Agustus, setelah Sassuolo mengalahkan Torino 2-1, Idzes sempat berbicara mengenai kembalinya dirinya ke lapangan. Saat itu ia mengatakan, “Saya sangat senang dengan kemenangan ini. Di Bergamo kami juga memainkan pertandingan yang bagus, hari ini kami berhasil menang. Saya baru menjalani beberapa latihan, tetapi menyenangkan bisa kembali untuk membantu.” Pernyataan tersebut disampaikan Idzes setelah pertandingan Sassuolo-Torino dan menggambarkan proses kembalinya sang pemain dari masalah fisik sebelumnya.
Kini, Idzes kembali harus menjalani proses rehabilitasi. Bedanya, cedera terbaru berkaitan dengan otot quadriceps paha kiri dan terjadi ketika kompetisi sedang berjalan.
Sassuolo mendapat keuntungan besar dari kehadiran Idzes di lini pertahanan sejak pemain tersebut bergabung dengan klub. Catatan statistik yang dipublikasikan Sassuolo pada Maret 2026 bahkan menunjukkan Idzes menjadi pemain dengan jumlah pemulihan bola terbanyak di Serie A musim 2025/2026 pada saat itu, dengan 190 recoveries.
Perannya tidak hanya berkaitan dengan jumlah menit bermain. Posisi sebagai bek tengah membuat Idzes menjadi bagian penting dalam organisasi pertahanan tim. Karena itu, absennya pemain kelahiran 2000 tersebut menjadi persoalan yang harus segera diantisipasi Sassuolo sekaligus menjadi perhatian bagi Timnas Indonesia.
Di sisi lain, cedera Idzes tidak serta-merta membuat Indonesia dipastikan tanpa sang kapten pada seluruh pertandingan FIFA ASEAN Cup. Penentuan tersebut masih bergantung pada perkembangan rehabilitasi, hasil pemeriksaan lanjutan, serta keputusan tim medis dan tim kepelatihan.
Jarak waktu antara cedera dan pertandingan pertama Indonesia memang sangat pendek. Idzes mengalami cedera ketika Sassuolo menghadapi Juventus pada pertengahan September, sedangkan Indonesia akan memulai pertandingan FIFA ASEAN Cup pada 25 September.
Artinya, hanya tersedia waktu sekitar satu setengah pekan menuju pertandingan pembuka Indonesia. Apabila perkiraan pemulihan satu setengah hingga dua bulan tersebut benar, peluang Idzes untuk tampil di turnamen menjadi sangat berat. Namun, karena durasi tersebut belum diumumkan secara resmi oleh Sassuolo, kondisi aktual sang pemain masih perlu dipantau.
Indonesia sendiri memiliki agenda yang cukup padat di fase grup. Setelah melawan Singapura pada 25 September, skuad Garuda akan menghadapi Malaysia pada 28 September. Laga ketiga melawan Bangladesh digelar 1 Oktober. Jika Indonesia melaju ke final atau pertandingan perebutan tempat ketiga, masih ada pertandingan pada 5 Oktober.
Baca Juga: Manchester United Tetap Percaya Michael Carrick meski Start Buruk, 4 Poin dari 4 Laga
Format FIFA ASEAN Cup 2026 membuat juara masing-masing grup berhak melaju ke final. Sementara itu, runner-up Grup A dan Grup B akan bertemu dalam pertandingan perebutan tempat ketiga. Dengan format satu putaran, setiap tim Divisi 1 memainkan tiga pertandingan pada fase grup.
Turnamen ini merupakan edisi perdana FIFA ASEAN Cup. FIFA menyebut kompetisi tersebut diikuti 14 negara yang terbagi ke dalam dua divisi. Sebanyak delapan negara bermain di Divisi 1, sedangkan enam negara berada di Divisi 2.
FIFA menjelaskan turnamen tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan kompetitif bagi tim nasional dalam kalender pertandingan internasional putra. Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan, “FIFA ASEAN Cup diluncurkan untuk memberikan kesempatan kompetitif yang berarti kepada tim nasional dalam kalender pertandingan internasional putra.” Menurutnya, turnamen itu juga ditujukan untuk memperkuat hubungan sepak bola di kawasan Asia Tenggara.
Indonesia menjadi salah satu negara tuan rumah pada edisi pertama tersebut. Selain Jakarta, Bandung juga menjadi kota penyelenggara untuk pertandingan Divisi 1. Stadion Si Jalak Harupat digunakan sebagai venue Grup B, sementara Grup A dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Untuk Indonesia, perhatian kini tertuju pada kesiapan skuad menjelang pertandingan pertama. Kehilangan Idzes, jika benar-benar terjadi, akan membuat tim pelatih harus menyiapkan opsi lain di posisi bek tengah.
Namun, sampai saat ini belum ada keputusan resmi bahwa Idzes dicoret dari skuad FIFA ASEAN Cup 2026. Statusnya masih bergantung pada perkembangan cedera dan proses pemulihan.
Hal tersebut penting karena kondisi cedera otot tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan perkiraan waktu di media. Tim medis perlu melihat perkembangan pemain dari waktu ke waktu sebelum menentukan apakah ia dapat kembali menjalani latihan penuh dan kemudian bertanding.
Bagi Sassuolo, fokus terdekat adalah pemulihan Idzes setelah cedera yang dialaminya ketika menghadapi Juventus. Sementara bagi Timnas Indonesia, keputusan mengenai keterlibatan sang kapten dalam FIFA ASEAN Cup akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi tersebut.
Kemenangan Sassuolo 3-2 atas Juventus akhirnya harus dibayar dengan cedera salah satu pemain penting mereka. Dalam pertandingan itu, Idzes menjadi starter dan baru meninggalkan lapangan pada menit ke-81. Reuters juga mencatat Sassuolo mengamankan kemenangan dramatis 3-2 atas Juventus setelah pertandingan berlangsung ketat hingga menit-menit akhir.
Dengan FIFA ASEAN Cup tinggal hitungan hari, perkembangan pemulihan Jay Idzes menjadi salah satu informasi yang akan ditunggu pendukung Timnas Indonesia. Untuk sementara, belum ada kepastian kapan ia dapat kembali bermain dan apakah waktunya cukup untuk mengejar pertandingan pertama Indonesia.
Baca Juga: Liverpool 3-1 Tottenham, Szoboszlai Cetak Gol Spektakuler dan Bawa The Reds ke Putaran Keempat Carab
Yang telah terkonfirmasi adalah adanya robekan sedang pada otot quadriceps paha kiri, dimulainya program rehabilitasi, serta absennya Idzes pada pertandingan Sassuolo berikutnya melawan Monza. Adapun durasi pemulihan dan peluang tampil bersama Indonesia masih menunggu perkembangan medis selanjutnya.
Jika Idzes tidak dapat pulih tepat waktu, tim pelatih Indonesia harus menyiapkan komposisi pertahanan tanpa kaptennya. Sebaliknya, jika proses pemulihan berjalan lebih cepat dari perkiraan dan tim medis memberikan lampu hijau, peluang untuk kembali bergabung dengan skuad tetap terbuka.
Untuk saat ini, status Jay Idzes di FIFA ASEAN Cup 2026 masih berada pada tahap pemantauan. Belum ada pengumuman resmi yang memastikan ia absen dari seluruh turnamen maupun memastikan dirinya dapat tampil.
Editor : Mahendra Aditya