JEPARA — Ada kekecewaan yang tampak, utamanya dari para suporter. Hal tersebut terlihat jelas usai kekalahan beruntun Persijap Jepara.
Sebelumnya Persijap kalah 0-2 saat bertandang di markas Madura United pada Minggu (6/9).
Kemudian, dalam laga kandang saat menjamu Borneo FC Sabtu (12/9), Laskar Kalinyamat takluk 1-0.
Penggantian Mario Lemos untuk mengisi kembali posisi Head Coach telah terbaca usai partai kandang.
Para suporter di tribun, menggemakan nama 'Lemos' beberapa kali. Gaung tersebut menjadi atmosfer yang tak terbendung. Disaksikan oleh para tim pelatih, hingga manajemen dan presiden klub.
Juan Cortes mengaku, ia masih membutuhkan waktu untuk meracik tim. Apalagi dengan para pemain legiun asing yang baru berdatangan.
Hal tersebut disampaikan setelah menjamu Borneo FC. Namun tampaknya pihak manajemen tak mau menunggu lebih lama.
Apalagi pada putaran ketiga, Persijap akan berlaga menghadapi King Persib, pada Minggu (20/9).
Pengalaman serangan yang tumpul, pemain yang tak fokus dalam dua laga terakhir. Hingga distribusi bola yang acak-acakan menjadi perhatian.
Apalagi dengan kombinasi susunan pemain yang dinilai kurang matang.
Antara kepercayaan dan kebanggaan atas suksesi Mario Lemos, yang berhasil membawa Persijap bertahan di Liga 1 pada musim 2025/2026.
Kali ini pun sama. Keinginan para suporter sontak dijawab kontan oleh manajemen. Menarik kembali Mario Lemos ke dalam posisi awal. Mengarsiteki dan mengasuh pemain.
Pengumuman tersebut disampaikan pada Selasa (15/9), melalui akun Instagram resmi Persijap Jepara.
Langkah tersebut sebenarnya pun bukan gaya baru. Geser menggeser posisi pelatih kepala dan direktur teknik juga sempat dilakukan sebelumnya. Termasuk dengan pelatih Divaldo Alves musim lalu.
Presiden Klub Persijap M. Iqbal Hidayat pun sempat memberikan sinyal.
Bahwa posisi tersebut menjadi penting, untuk membawa Persijal fokus dalam putaran pertama di musim ini. 17 laga menjadi awal yang menentukan.
Setelah kini,Mario Lemos kembali ditunjuk sebagai Pelatih Kepala, Juan Cortes mengambil peran baru sebagai Direktur Teknik.
Kombinasi anyar namun lawas ini, diharapkan dapat membawa pengalaman dan perspektif berbeda. Untuk memperkuat struktur sepak bola Laskar Kalinyamat dari balik layar.(fik)
Editor : Mahendra Aditya