Juan Cortes: Ini Kandang Kami, Borneo FC Akan Sesak Napas

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 15:29 WIB
HUTANG KEKALAHAN: Jelang menjamu Boreno FC, Pelatih Kepala Persijap Jepara Juan Cortes didampingi Bek Persijap Marcos Blasco berikan keterangan saat Pre Match Press Conference (PMPC) di Stadion GBK Jepara, Jumat (11/9). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
HUTANG KEKALAHAN: Jelang menjamu Boreno FC, Pelatih Kepala Persijap Jepara Juan Cortes didampingi Bek Persijap Marcos Blasco berikan keterangan saat Pre Match Press Conference (PMPC) di Stadion GBK Jepara, Jumat (11/9). (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Persijap Jepara bertekad bangkit, membayar hutang kekalahan usai keok 2-0 di kandang Madura United, Minggu (6/9).

Pada pekan kedua kali ini, Persijap akan menjamu Borneo FC di laga kandang perdana BRI Super League 2025/2026, Sabtu (12/9). Kick off dimulai pukul 19.00.

Kekalahan dari Madura United pada laga sebelumnya, menjadi bahan evaluasi evaluasi penting.

Pelatih Kepala Persijap Jepara Juan Cortes menyebutkan, bermain di hadapan suporter sendiri menjadi tambahan motivasi bagi tim. 

“Kami merasa senang bisa bermain di home pertama ini melawan Borneo FC. Ada banyak suporter dan itu menjadi suntikan motivasi untuk para pemain dan staf,” ujarnya dalam Pre Match Press Conference (PMPC), Jumat (11/9).

Meski demikian, Juan mengaku belum puas dengan hasil pertandingan sebelumnya. Ia tak mau kesalahan terulang kembali.

“Kami tentu tidak puas dengan hasil pertama kemarin saat melawan Madura United. Kami akan memberikan yang terbaik untuk Persijap Jepara dan mendapatkan tiga poin,” tegasnya.

Ia menjelaskan, salah satu persoalan Persijap saat menghadapi Madura ialah minimnya kesempatan mencetak gol. Tim lebih banyak bertahan. 

Kondisi tersebut, membuat fisik pemain menurun ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir.

“Saat kondisi fisik menurun dan jarak antarpemain tidak bagus lagi. Mereka (Madura, red) mencuri gol,” terangnya.

Menghadapi Borneo, Persijap pun mengubah fokus latihan dan gaya bermain. Merancang kembali taktik, agar taring di lini depan lebih menggigit.

Ia menyebut, timnya tak hanya defense, tapi lebih banyak mempersiapkan aspek attacking. Karena pertandingan kali ini dimainkan di kandang sendiri.

“Di home, kami harus menguasai pertandingan. Kami sudah melatih pemain untuk tahu bagaimana membuat ruang dan memanfaatkan peluang,” bebernya.

Selain mengevaluasi permainan sendiri, tim pelatih juga mempelajari kekuatan Borneo melalui video analisis rekaman pertandingan.

Juan menilai, pihaknya telah mengetahui titik lemah pertandingan Borneo ketika menghadapi Persija Jakarta.

“Kami berbenah dari kesalahan di Madura. Kekurangan dan kelebihan Borneo kami analisis. Akan kami terapkan nanti di pertandingan,” imbuhnya.

Juan menyadari Borneo bukan lawan mudah. Tim berjuluk Pesut Etam tersebut berada di papan atas klasemen BRI Super League 2025/2026 dan berada di posisi kedua, persis di bawah Persib. 

Borneo juga memiliki pelatih asal Portugal, Mauro Jerónimo.

“Mereka tim yang berbeda, baik dari komposisi maupun style bermain. Kami respect kepada Borneo karena mereka tim besar,” katanya.

Namun, Borneo sendiri bertandang ke Jepara setelah menelan kekalahan 0-1 saat menjamu Persija Jakarta, Sabtu (5/9).

Satu-satunya gol dalam pertandingan itu tercipta melalui A. Jeremejeff pada menit 45+1.

Namun, hasil tersebut tidak membuat Juan menganggap remeh calon lawannya. 

Sebaliknya, ia meminta anak asuhnya tetap fokus. Menyajikan pertandingan penuh kejutan, sekaligus mengamankan tiga poin.

“Kita lihat besok. Memang Borneo tim bagus. Kami akan sajikan pertandingan terbaik. Kami harus dan perlu menang,” tegasnya.

Pelatih Kepala Persijap Jepara Juan Cortes. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
Pelatih Kepala Persijap Jepara Juan Cortes. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

Ia juga menegaskan dukungan suporter menjadi modal penting bagi Persijap. 

Dengan bermain di kandang sendiri, ia tidak ingin timnya kehilangan poin di hadapan publik Jepara.

“Ini home kami, jadi kami tidak akan memberikan poin kami kepada Borneo,” tegasnya.

Sementara itu, bek Persijap Jepara Marcos Blasco turut memberikan tanggapan jelang pertandingan, Sabtu (12/9).

Meskipun ia masih menyimpan kekecewaan setelah timnya kalah dari Madura United. Laga melawan Borneo adalah laga harga diri, untuk menebus hutang kekalahan.

“Kami bermain di rumah dan kami senang di sini. Sebagai pemain, tentu kami tidak senang karena kalah saat melawan Madura,” sebutnya.

Bek asal Spanyol ini menyebut kekalahan sebelumnya menjadi bahan pembelajaran bagi tim. 

Persijap kini berusaha memperbaiki permainan, terutama dalam penguasaan bola, distribusi hingga menciptakan peluang-peluang berakselerasi gol.

Marcos beserta segenap pemain akan berusaha maksimal, dalam laga kandang perdana yang kini di depan mata. 

“Kami akan bekerja, kemudian ketika mendapatkan bola harus tenang, melakukan pressing, dan memanfaatkan momen,” pungkasnya.(fik)

Editor : Ali Mustofa
Pemain Asing Persijap Persijap vs Borneo Gelora Bumi Kartini Jepara BRI Super League pekan kedua laskar kalinyamat