RADAR KUDUS - Benjamin Sesko menyebut kemenangan Manchester United 4-0 atas Sabah sebagai hasil yang sempurna untuk membuka perjalanan di Liga Champions 2026/2027.
Bagi penyerang asal Slovenia itu, kemenangan besar di Old Trafford bukan hanya menghasilkan tiga poin, tetapi juga memberikan suntikan kepercayaan diri bagi tim menjelang pertandingan penting berikutnya.
Manchester United mengawali comeback mereka di kompetisi elite Eropa dengan cara meyakinkan. Matheus Cunha, Bruno Fernandes, Sesko, dan Lisandro Martinez masing-masing mencetak gol untuk memastikan Sabah pulang dari Old Trafford tanpa mampu membalas satu pun gol.
Baca Juga: Rating Pemain Manchester United vs Sabah: Dorgu Tertinggi, Mainoo Paling Sibuk
Bagi Sesko, pertandingan tersebut menjadi momen penting secara pribadi. Ia untuk pertama kalinya dipercaya masuk starting XI Manchester United musim ini setelah sebelumnya absen dalam seluruh rangkaian pramusim akibat cedera. Kesempatan itu langsung dibayar dengan gol yang membawa United unggul 3-0 menjelang turun minum.
“Menurut saya, hasil ini sempurna untuk semua orang, terutama para penggemar kami. Ini sangat berarti bagi mereka, terutama ketika mereka melihat begitu banyak gol,” kata Sesko dalam wawancara seusai pertandingan.
Pernyataan tersebut menggambarkan suasana positif yang muncul di Old Trafford setelah Manchester United kembali tampil di Liga Champions. Klub Inggris itu terakhir kali bermain di kompetisi tersebut pada musim 2023/2024, sehingga kemenangan atas Sabah menjadi pembuka yang penting setelah cukup lama absen dari panggung tertinggi Eropa.
Kemenangan dengan skor 4-0 juga memberikan United modal psikologis yang berharga. Tiga gol sudah tercipta sebelum jeda, sehingga Michael Carrick dapat mengatur tempo pertandingan pada babak kedua dan memberikan menit bermain kepada sejumlah pemain dari bangku cadangan.
Sesko menilai banyaknya pemain yang mampu mencetak gol menjadi salah satu aspek positif dari penampilan United. Dalam pertandingan tersebut, empat gol lahir dari empat pemain berbeda. Cunha membuka skor pada menit ke-27, Fernandes menggandakannya pada menit ke-42, Sesko mencetak gol ketiga tiga menit kemudian, sedangkan Martinez melengkapi pesta gol pada menit ke-68.
“Saya pikir penting bahwa semua orang bisa mencetak gol. Saya berharap akan ada banyak pertandingan seperti itu,” ujar Sesko.
Gol Sesko lahir melalui proses yang menunjukkan ketenangan dalam memanfaatkan ruang. Bryan Mbeumo mengirimkan umpan terobosan yang membuat Sesko berada dalam posisi menguntungkan di belakang pertahanan Sabah. Ia kemudian melihat kiper Stas Pokatilov bergerak maju dan mengambil keputusan untuk melewati penjaga gawang tersebut sebelum menceploskan bola ke gawang yang kosong.
Sesko menjelaskan bahwa pergerakan kiper Sabah menjadi momen yang langsung ia manfaatkan.
“Saya melihat dia berlari keluar dan itu menjadi kesempatan bagus untuk mengambil bola darinya sehingga membuat gol menjadi sedikit lebih mudah. Tentu saja, saya senang dengan gol saya,” kata Sesko.
Baca Juga: Statistik Manchester United vs Sabah: Menang 4-0, MU Dominan dengan 21 Tembakan dan xG 3,68
Gol itu menjadi salah satu momen penting bagi penyerang berusia 23 tahun tersebut. Sebelumnya, ia belum pernah menjadi starter untuk United musim ini. Kondisi fisiknya memang harus dikelola setelah melewatkan seluruh pramusim akibat cedera, tetapi penampilannya melawan Sabah menunjukkan bahwa ia mulai mendapatkan kembali ritme pertandingan.
Michael Carrick sebelumnya juga memberikan gambaran mengenai kondisi Sesko. Sang pelatih mengatakan penyerang tersebut sudah berlatih penuh selama sekitar tiga pekan setelah menjalani periode panjang tanpa pertandingan. Carrick menilai Sesko berada dalam kondisi yang baik dan semakin dekat untuk mendapatkan kesempatan sebagai starter.
Keputusan Carrick menurunkan Sesko sejak menit pertama akhirnya membuahkan hasil. Ia tidak hanya mencetak gol, tetapi juga memberikan kehadiran yang berbeda di lini depan. Dalam data pertandingan, Sesko menghasilkan dua tembakan dengan expected goals (xG) mencapai 1,22. Ia juga mencatat lima sentuhan di kotak penalti Sabah.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa Sesko cukup aktif mencari posisi di area paling berbahaya meski jumlah sentuhannya secara keseluruhan hanya 18. Efektivitas tersebut menjadi salah satu catatan positif dari penampilan perdananya sebagai starter musim ini.
Kemenangan Manchester United juga tidak lepas dari performa lini serang secara keseluruhan. Cunha mencetak gol pembuka setelah menerima umpan dari Patrick Dorgu. Bruno kemudian memperlebar keunggulan sebelum Sesko membuat skor menjadi 3-0. Pada babak kedua, Martinez mencetak gol keempat setelah situasi bola mati yang melibatkan Bruno dan Joshua Zirkzee.
Empat pencetak gol berbeda membuat United menunjukkan bahwa ancaman mereka tidak hanya bergantung pada satu pemain. Sesko melihat kondisi tersebut sebagai sesuatu yang penting untuk perjalanan panjang musim ini.
“Menurut saya, ini penting, terutama karena semua orang bisa mencetak gol. Saya berharap kami bisa mendapatkan banyak pertandingan seperti ini,” ujar Sesko.
Dari sisi permainan, United juga memperlihatkan dominasi yang cukup jelas. Mereka mencatat 58 persen penguasaan bola dan melepaskan 21 tembakan, sementara Sabah hanya menghasilkan 11 percobaan. United bahkan mampu mengarahkan 10 tembakan ke gawang, sedangkan tim asal Azerbaijan tersebut tidak mencatat satu pun tembakan tepat sasaran.
Kualitas peluang yang diciptakan United juga jauh lebih tinggi. Manchester United membukukan xG 3,68, sedangkan Sabah hanya 0,92. Mereka juga mencatat lima peluang besar berbanding dua milik lawan.
Baca Juga: Manchester United vs Sabah 4-0: Setan Merah Pesta Gol di Old Trafford
Perbedaan tersebut membuat skor 4-0 terasa sejalan dengan jalannya pertandingan. Sabah memang mampu tampil cukup berani pada awal laga dan sempat memperoleh peluang untuk menyamakan kedudukan. Namun, setelah United menemukan gol pertama, permainan semakin berada dalam kendali tuan rumah.
Bagi Sesko, kemenangan ini bukan sekadar hasil bagus untuk laga pembuka Liga Champions. Ia melihatnya sebagai sumber motivasi untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.
“Saya pikir ini sangat bagus bagi kami secara keseluruhan untuk memberikan lebih banyak motivasi menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya,” ujarnya.
Momentum tersebut menjadi semakin penting karena Manchester United harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. Setelah menghadapi Sabah, United dijadwalkan menghadapi Manchester City dalam derby pada akhir pekan.
Derby Manchester tentu membawa tekanan yang berbeda. Jika kemenangan atas Sabah memberi ruang bagi United untuk membangun kepercayaan diri, pertandingan melawan City akan menjadi ujian yang jauh lebih berat terhadap perkembangan tim di bawah Carrick.
Sesko pun menyadari pentingnya memanfaatkan kemenangan tersebut tanpa terlalu lama larut dalam perayaan.
“Jelas. Peningkatan kepercayaan dirinya sangat besar. Sekarang yang penting adalah memulihkan kondisi dengan baik dan fokus pada pertandingan derby,” kata Sesko.
Komentar itu memperlihatkan bagaimana fokus United langsung bergeser setelah kemenangan di Liga Champions. Bagi Sesko, gol dan kemenangan telak tersebut memang penting, tetapi manfaat terbesar justru terletak pada kepercayaan diri yang bisa dibawa ke pertandingan berikutnya.
Manchester United juga mendapatkan keuntungan dari cara Carrick mengelola pertandingan. Keunggulan 3-0 pada babak pertama membuat sang pelatih dapat melakukan sejumlah pergantian pemain tanpa harus mempertaruhkan hasil. Mason Mount masuk menggantikan Youri Tielemans sejak awal babak kedua, sementara Andrey Santos dan Joshua Zirkzee kemudian mendapatkan kesempatan bermain.
Harry Amass dan Shea Lacey juga masuk pada babak kedua. Pergantian tersebut membuat United tetap mampu menjaga intensitas sekaligus mengurangi beban pemain yang sebelumnya tampil sejak menit pertama.
Sesko sendiri akhirnya ditarik keluar pada menit ke-64 dan digantikan Zirkzee. Pergantian itu menjadi bagian dari pengelolaan menit bermain setelah penyerang Slovenia tersebut baru kembali mendapatkan kesempatan bermain sejak awal.
Baca Juga: Rating Pemain Como vs RB Leipzig: Baturina 9,3 Jadi Bintang dalam Kemenangan 4-1
Meski demikian, kontribusinya sudah cukup untuk meninggalkan kesan. Gol melawan Sabah menjadi salah satu penanda bahwa Sesko mulai menemukan ritme setelah periode pemulihan yang membuatnya melewatkan pramusim.
Pertandingan tersebut juga menjadi bagian dari kembalinya Manchester United ke Liga Champions. UEFA mencatat laga ini sebagai kampanye Liga Champions ke-26 bagi United, sebuah rekor di antara klub-klub Inggris. Ini menjadi penampilan pertama mereka di kompetisi tersebut sejak musim 2023/2024.
Bagi klub sebesar Manchester United, kembali ke Liga Champions membawa ekspektasi besar. Karena itu, kemenangan telak pada laga pembuka menjadi hasil yang ideal, terlebih mereka mampu menjaga gawang tetap bersih.
Kembalinya United ke kompetisi Eropa juga memberikan panggung bagi pemain-pemain yang tengah berusaha memperkuat posisi mereka di skuad utama. Dorgu, misalnya, mencatat assist untuk gol Cunha dan tampil menonjol dari sisi kiri. Kobbie Mainoo mengendalikan distribusi bola di lini tengah, sementara Bruno kembali menjadi figur penting dalam serangan.
Namun, perhatian paling besar setelah pertandingan tetap tertuju kepada Sesko. Gol tersebut menjadi bukti awal bahwa kepercayaan Carrick untuk memasukkannya sebagai starter memiliki alasan kuat.
Bukan hanya karena gol, tetapi juga karena cara Sesko mencetaknya. Ia membaca pergerakan kiper dengan cepat, mengambil keputusan dalam waktu singkat, lalu menyelesaikan peluang tanpa membutuhkan sentuhan berlebihan.
Kemenangan 4-0 itu sekaligus memberikan gambaran mengenai potensi kombinasi lini depan United. Cunha dan Mbeumo sama-sama terlibat dalam gol, Bruno tetap menjadi pusat kreativitas, sementara Sesko menunjukkan kemampuan sebagai penyerang tengah yang mampu memanfaatkan ruang di belakang pertahanan.
Bagi Sesko sendiri, malam di Old Trafford menjadi awal yang sulit untuk dibuat lebih baik. Ia mendapatkan kesempatan pertama sebagai starter musim ini, mencetak gol, membantu United meraih kemenangan besar, dan pulang dengan kepercayaan diri yang meningkat.
Kini, tantangannya adalah mempertahankan momentum tersebut. Derby melawan Manchester City akan menghadirkan lawan dengan kualitas dan intensitas yang berbeda. Jika kemenangan atas Sabah menjadi fondasi, maka pertandingan berikutnya akan menjadi kesempatan bagi Sesko dan United untuk membuktikan bahwa hasil positif tersebut bukan sekadar karena menghadapi lawan yang berada di level berbeda.
Baca Juga: Statistik Pemain Como vs RB Leipzig: Baturina Jadi Bintang, Paz Sempurna dalam Dribel
Untuk sementara, Sesko memilih menikmati hasil yang sudah diraih sekaligus melihat ke depan. Baginya, kemenangan 4-0 dan empat pencetak gol berbeda merupakan awal yang ideal bagi perjalanan panjang United di Liga Champions.
“Ini sempurna untuk semua orang, terutama para penggemar. Sekarang kami harus memulihkan kondisi dengan baik dan fokus pada derby,” kata Sesko.
Editor : Mahendra Aditya