Rating Pemain Manchester United vs Sabah: Dorgu Tertinggi, Mainoo Paling Sibuk

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 07:50 WIB
Matheus Cunha, saat MU Kembali ke Liga Champions dengan Ganas, Sabah Dihantam 4-0 di Old Trafford. (Instagram Manchester United)
Matheus Cunha, saat MU Kembali ke Liga Champions dengan Ganas, Sabah Dihantam 4-0 di Old Trafford. (Instagram Manchester United)

RADAR KUDUS - Manchester United membuka perjalanan di Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas Sabah FK di Old Trafford, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB.

Di balik skor telak tersebut, sejumlah pemain United mencatat statistik individu yang memperlihatkan kontribusi berbeda-beda, dengan Patrick Dorgu menjadi pemain berating tertinggi, sementara Kobbie Mainoo tampil sebagai salah satu penggerak utama sirkulasi bola.

Berdasarkan statistik pertandingan, Dorgu mendapat rating 9,0, tertinggi di antara seluruh pemain Manchester United. Bek sayap tersebut bukan hanya menyumbangkan assist untuk gol pembuka Matheus Cunha, tetapi juga mencatat akurasi umpan 97 persen, dengan 37 dari 38 operannya berhasil mencapai sasaran. Ia juga melakukan sembilan sentuhan di kotak penalti Sabah, angka tertinggi di skuad United.

Di bawah Dorgu terdapat Bruno Fernandes dengan rating 8,5. Kapten Manchester United itu mencetak satu gol dan menyelesaikan 46 dari 52 operan. Fernandes juga melepaskan tiga tembakan serta mencatat expected goals (xG) 0,32. Perannya tidak berhenti sebagai pencetak gol karena ia juga menjadi bagian penting dalam membangun serangan United.

Baca Juga: Statistik Manchester United vs Sabah: Menang 4-0, MU Dominan dengan 21 Tembakan dan xG 3,68

Lisandro Martinez berada di posisi berikutnya dengan rating 8,3. Bek tengah asal Argentina itu mencetak gol keempat United sekaligus menutup kemenangan dengan skor 4-0. Martinez menghasilkan xG 0,98 dari satu tembakan, menyelesaikan 61 dari 67 umpan, serta melakukan 78 sentuhan sepanjang pertandingan.

Matheus Cunha mendapat rating 8,2. Penyerang yang dimainkan dari sisi sayap tersebut membuka keunggulan United pada menit ke-27. Cunha menjadi pemain dengan jumlah tembakan terbanyak bersama Noussair Mazraoui, yakni empat percobaan. Ia juga memiliki xG 0,61 dan tujuh sentuhan di kotak penalti Sabah.

Sementara itu, Benjamin Sesko mencatat rating 7,9 dan menjadi pemain dengan xG tertinggi di kubu Manchester United, yakni 1,22. Penyerang tersebut hanya melepaskan dua tembakan, tetapi salah satunya berbuah gol. Sesko juga menyentuh bola lima kali di kotak penalti lawan meski hanya mencatat 18 sentuhan secara keseluruhan.

Statistik tersebut menunjukkan perbedaan karakter kontribusi setiap pemain. Dorgu lebih menonjol dalam progresi dan distribusi bola dari sisi kiri, Fernandes menjadi penghubung serangan sekaligus pencetak gol, Martinez memberikan ancaman dari bola mati, Cunha aktif mencari ruang, sedangkan Sesko relatif efisien dalam memanfaatkan peluang.

Performa Dorgu menjadi salah satu cerita menarik dari kemenangan ini. Selain menjadi pemain dengan rating tertinggi 9,0, ia mencatat 65 sentuhan dan sembilan di antaranya terjadi di kotak penalti Sabah. Angka itu memperlihatkan bahwa peran Dorgu tidak hanya bertahan di area belakang.

Dorgu juga menjadi pemain yang membuka jalan bagi kemenangan United. Pada menit ke-27, ia mengirim bola ke area berbahaya yang kemudian diselesaikan Cunha dari jarak dekat. Assist tersebut menjadi salah satu kontribusi paling penting karena terjadi ketika pertandingan masih berlangsung ketat.

Setelah gol pembuka, United mulai menemukan ruang lebih banyak. Sabah yang sebelumnya mampu membangun serangan dan menguasai bola pada fase awal pertandingan mulai lebih sering dipaksa bertahan. Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan Bruno Fernandes untuk menggandakan keunggulan menjelang turun minum.

Bruno memiliki statistik yang cukup komplet. Tiga tembakan, satu gol, 70 sentuhan, dan akurasi umpan 88 persen memperlihatkan besarnya keterlibatan sang kapten dalam permainan. Ia juga mencatat xG 0,32, yang berarti kualitas peluangnya relatif lebih rendah dibanding Sesko dan Martinez, tetapi mampu dikonversi menjadi gol.

Peran Bruno kembali terlihat pada proses gol keempat. Tendangan bebasnya menciptakan situasi berbahaya di depan gawang Sabah. Joshua Zirkzee sempat mencoba memanfaatkan bola tersebut, tetapi setelah upayanya diblok, bola pantulan jatuh kepada Martinez yang kemudian mencetak gol.

Baca Juga: Statistik Manchester United vs Sabah: Menang 4-0, 21 Tembakan, 5 Peluang Besar, dan 58 Persen Pengua

Martinez sendiri memperlihatkan efektivitas yang berbeda. Ia hanya melepaskan satu tembakan sepanjang pertandingan, tetapi menghasilkan gol. Nilai xG-nya mencapai 0,98, menunjukkan bahwa peluang yang didapat bek tengah tersebut memiliki probabilitas cukup tinggi untuk menghasilkan gol.

Kontribusi lini tengah juga tidak kalah penting. Kobbie Mainoo memperoleh rating 8,0 dan menjadi pemain dengan jumlah sentuhan terbanyak di antara pemain United yang tercatat dalam data tersebut. Mainoo menyentuh bola 93 kali dan mencatat 81 operan akurat dari 83 percobaan atau 98 persen.

Angka 98 persen tersebut menempatkan Mainoo sejajar dengan Youri Tielemans dalam hal akurasi umpan. Tielemans mencatat 47 umpan sukses dari 48 percobaan, juga dengan tingkat keberhasilan 98 persen. Perbedaannya, Tielemans hanya mencatat 53 sentuhan, sedangkan Mainoo mencapai 93.

Dari statistik itu terlihat bahwa Mainoo lebih banyak terlibat dalam sirkulasi permainan. Ia menjadi salah satu pemain yang menjaga agar United tetap mampu mengalirkan bola secara stabil ketika Sabah berusaha menekan.

Tielemans juga memberikan kontribusi langsung. Ia menjadi pemberi assist untuk gol Bruno Fernandes sebelum digantikan Mason Mount pada awal babak kedua. Rating Tielemans mencapai 8,1, sedikit di atas Mainoo.

Bryan Mbeumo mendapat rating 7,7. Pemain sayap tersebut mencatat 54 sentuhan, 35 umpan sukses dari 44 percobaan, serta empat sentuhan di kotak penalti. Mbeumo juga membuat dua dari empat percobaan dribelnya berhasil dan memberikan assist untuk gol Sesko.

Umpan terobosan Mbeumo pada menit ke-45 menjadi salah satu momen penting pertandingan. Sesko berhasil memanfaatkan ruang di belakang pertahanan Sabah, melewati kiper Stas Pokatilov, lalu menyelesaikan peluang untuk membawa United unggul 3-0 sebelum jeda.

Mbeumo tidak mencatat jumlah tembakan sebanyak Cunha atau Fernandes. Namun, kontribusinya terlihat dari kualitas penciptaan peluang. Catatan assist tersebut memperlihatkan bahwa ancamannya tidak hanya berasal dari kemampuan mencetak gol, tetapi juga dalam menyediakan peluang bagi rekan setim.

Cunha menjadi pemain dengan empat tembakan, sama seperti Mazraoui. Bedanya, Cunha memiliki xG 0,61 dan berhasil mencetak gol dari salah satu peluangnya. Ia mencatat 63 sentuhan dan tujuh sentuhan di kotak penalti.

Mazraoui, yang juga mencatat empat tembakan, lebih banyak terlibat dalam sirkulasi bola. Bek sayap tersebut menyelesaikan 49 dari 51 umpan atau 96 persen dan mencatat 84 sentuhan. Rating-nya berada di angka 7,2.

Leny Yoro mendapatkan rating 7,3. Pemain belakang tersebut mencatat 60 sentuhan, 44 operan sukses dari 49 percobaan, serta satu tembakan. Akurasi umpannya mencapai 90 persen.

Youri Tielemans dan Bruno Fernandes saat MU Kembali ke Liga Champions dengan Ganas, Sabah Dihantam 4-0 di Old Trafford. (Instagram Manchester United)
Youri Tielemans dan Bruno Fernandes saat MU Kembali ke Liga Champions dengan Ganas, Sabah Dihantam 4-0 di Old Trafford. (Instagram Manchester United)

Di bawahnya terdapat Mason Mount dengan rating 7,0. Mount tampil sebagai pemain pengganti dan mencatat 41 operan sukses dari 49 percobaan. Ia juga mencatat satu dribel sukses dari satu percobaan, atau 100 persen.

Baca Juga: Manchester United vs Sabah 4-0: Setan Merah Pesta Gol di Old Trafford

Joshua Zirkzee memperoleh rating 6,9. Meski tidak mencetak gol, ia menunjukkan efektivitas dalam waktu bermainnya. Zirkzee mencatat tiga tembakan, xG 0,25, dan seluruh 12 umpannya berhasil diselesaikan. Yang paling mencolok, ia sukses melakukan tiga dribel dari tiga percobaan.

Statistik Zirkzee tersebut cukup menarik karena pemain asal Belanda itu menjadi salah satu pemain pengganti yang mampu memberikan energi tambahan bagi serangan. Ia juga terlibat dalam rangkaian yang berujung pada gol Martinez.

Di posisi penjaga gawang, Senne Lammens mendapat rating 6,8. Ia menyelesaikan 25 dari 28 operan dan mencatat akurasi 89 persen. Menariknya, Lammens tidak perlu melakukan penyelamatan karena tidak ada satu pun dari 11 tembakan Sabah yang tepat mengarah ke gawang Manchester United.

Kondisi tersebut bukan berarti Sabah tidak memiliki peluang. Mereka mencatat 11 tembakan dan dua big chances. Joy-Lance Mickels sempat memiliki peluang melalui sundulan, sedangkan sejumlah serangan lain juga mampu mencapai area pertahanan United. Namun, penyelesaian akhir mereka tidak cukup akurat untuk memaksa Lammens melakukan penyelamatan.

Andrey Santos yang masuk sebagai pemain pengganti mendapat rating 6,7. Ia menyelesaikan 35 dari 36 umpan atau 97 persen dan mencatat 41 sentuhan. Sementara itu, Harry Amass mencatat rating 6,6 setelah masuk menggantikan Dorgu. Amass mencatat seluruh 16 umpannya berhasil, sehingga akurasi operannya mencapai 100 persen.

Jika melihat keseluruhan statistik pemain, Manchester United memperlihatkan distribusi kontribusi yang cukup merata. Empat pemain berbeda mencetak gol, tiga pemain menghasilkan assist untuk gol-gol awal, sementara lini tengah menjaga akurasi operan tetap tinggi.

Data pertandingan secara keseluruhan juga mendukung gambaran tersebut. United menguasai 58 persen bola dan mencatat 21 tembakan, sedangkan Sabah memiliki 42 persen penguasaan bola dan 11 tembakan. United juga unggul jauh dalam sentuhan di kotak penalti, 41 berbanding 12.

Perbedaan paling mencolok ada pada kualitas peluang. United mencatat xG 3,68, sementara Sabah hanya 0,92. Dari 21 tembakan, United menghasilkan 10 tembakan tepat sasaran. Sabah tidak memiliki satu pun tembakan yang mengarah ke gawang.

Kemenangan tersebut menjadi modal positif bagi Michael Carrick dalam pertandingan pembuka Liga Champions. Sebelum laga, Carrick menegaskan bahwa Manchester United tidak kembali ke kompetisi elite Eropa sekadar untuk menikmati atmosfernya.

Benjamin Sesko saat MU Kembali ke Liga Champions dengan Ganas, Sabah Dihantam 4-0 di Old Trafford. (Instagram Manchester United)
Benjamin Sesko saat MU Kembali ke Liga Champions dengan Ganas, Sabah Dihantam 4-0 di Old Trafford. (Instagram Manchester United)

Baca Juga: 7 Fakta Menarik Debut Como di Liga Champions 2026/2027, Langsung Hancurkan RB Leipzig 4-1

“Ini adalah kompetisi yang ajaib. Di sinilah kami semua ingin berada. Ketika berada di luar kompetisi ini, Anda menyadari betapa spesialnya turnamen ini. Ketika sudah berada di dalamnya, Anda ingin memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin,” ujar Carrick menjelang pertandingan.

Pernyataan tersebut menjadi relevan setelah United mampu mengawali fase liga dengan kemenangan besar. UEFA mencatat pertandingan melawan Sabah sebagai kampanye Liga Champions ke-26 Manchester United, sekaligus yang pertama setelah absen dalam dua musim sebelumnya.

Bagi Dorgu dan sejumlah pemain lain, kemenangan ini juga memberikan kesempatan menunjukkan bahwa mereka dapat menjadi bagian penting dari skuad United dalam perjalanan panjang musim 2026/2027. Rating tinggi Dorgu, efektivitas Sesko, kreativitas Bruno dan Mbeumo, serta dominasi distribusi Mainoo menjadi beberapa catatan individu paling menonjol dari pertandingan tersebut.

Di sisi lain, Sabah harus menerima kenyataan bahwa statistik individu pemain mereka kalah jauh dibanding United. Perbedaan kualitas terlihat bukan hanya dari jumlah gol, tetapi juga dari jumlah peluang, akurasi tembakan, penguasaan area berbahaya, hingga kemampuan mengontrol bola.

Manchester United akhirnya meninggalkan Old Trafford dengan empat gol, clean sheet, dan tiga poin. Namun, dari sudut statistik pemain, kemenangan itu juga menunjukkan sesuatu yang lebih penting: United memiliki beberapa sumber ancaman sekaligus. Ketika satu pemain tidak menjadi pusat serangan, pemain lain mampu mengambil alih peran tersebut.

Dorgu menjadi pemain dengan rating tertinggi, Bruno tampil sebagai pengatur sekaligus pencetak gol, Martinez efektif memanfaatkan peluang, Cunha agresif dengan empat tembakan, Sesko memiliki xG tertinggi di lini depan, sedangkan Mainoo dan Tielemans memastikan sirkulasi bola tetap efisien.

Dengan kombinasi tersebut, kemenangan 4-0 atas Sabah bukan hanya menjadi hasil positif untuk membuka perjalanan Liga Champions. Statistik individual juga memberikan gambaran mengenai bagaimana Manchester United membangun kemenangan melalui kontribusi banyak pemain, bukan bergantung pada satu sosok saja.

Editor : Mahendra Aditya
MU vs Sabah 4-0 statistik pemain Manchester United vs Sabah rating pemain MU vs Sabah Dorgu Manchester United Bruno Fernandes vs Sabah