RADAR KUDUS - Manchester United mengawali kiprah di Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan meyakinkan. Tampil di Old Trafford, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB, Setan Merah menaklukkan Sabah FC dengan skor 4-0 sekaligus menandai kembalinya mereka ke kompetisi elite Eropa dengan pesta gol. UEFA mencatat laga tersebut sebagai pertandingan pertama fase liga Manchester United setelah tiga musim absen dari Liga Champions.
Empat gol United dicetak oleh empat pemain berbeda. Matheus Cunha membuka keunggulan pada menit ke-27, Bruno Fernandes menggandakan skor 15 menit kemudian, Benjamin Sesko membuat tuan rumah unggul 3-0 sesaat sebelum turun minum, sedangkan Lisandro Martinez menutup kemenangan melalui gol pada menit ke-68. Hasil tersebut sekaligus memberi Michael Carrick kemenangan pada debutnya sebagai pelatih Manchester United di Liga Champions.
Kemenangan dengan empat gol tanpa balas menjadi pembuka yang efektif bagi United setelah kembali ke panggung Liga Champions. Old Trafford kembali menjadi tuan rumah pertandingan kompetisi tersebut setelah absen selama dua musim, dan para pemain Carrick langsung memberikan respons lewat penampilan ofensif yang menghasilkan tiga gol sebelum jeda.
Meski begitu, pertandingan tidak langsung berjalan sepenuhnya satu arah. Sabah, yang menjalani debut di fase liga Liga Champions, berusaha mengambil inisiatif pada menit-menit awal. Klub asal Azerbaijan itu bahkan mampu menjaga bola dan mencoba menekan United sebelum tuan rumah secara perlahan mengambil kendali permainan.
Baca Juga: Rating Pemain Como vs RB Leipzig: Baturina 9,3 Jadi Bintang dalam Kemenangan 4-1
Sabah memang merupakan klub yang masih sangat muda karena baru berdiri pada 2017 dan menjadi klub termuda yang mencapai fase liga atau fase grup Liga Champions.
United baru mendapatkan peluang berbahaya setelah beberapa menit pertandingan berjalan. Bryan Mbeumo memberikan umpan kepada Cunha yang kemudian melepaskan tembakan mendatar dari dalam kotak penalti. Kiper Sabah, Stas Pokatilov, masih mampu mengamankan bola.
Peluang berikutnya memperlihatkan kombinasi permainan United di lini depan. Bruno Fernandes lolos dari jebakan offside setelah menerima umpan panjang Kobbie Mainoo. Kapten United tersebut kemudian mencoba mengirim bola kepada Sesko yang berada dalam posisi cukup menguntungkan, tetapi operannya berhasil dipotong pemain Sabah.
Tekanan United akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-27. Dari sebuah serangan cepat, Patrick Dorgu mengirimkan umpan silang ke area berbahaya. Cunha berada di posisi yang tepat dan menyelesaikan peluang tersebut dengan sontekan dari jarak dekat untuk membawa United unggul 1-0.
Gol itu menjadi momentum penting bagi tuan rumah. Sabah sebenarnya masih mampu menciptakan ancaman. Joy-Lance Mickels sempat mendapatkan peluang melalui sundulan setelah menerima umpan dari sisi kanan, tetapi bola hanya melebar dari sasaran.
United kemudian meningkatkan tekanan menjelang akhir babak pertama. Sesko hampir mencetak gol setelah menerima umpan silang Dorgu, tetapi penyelesaiannya masih melebar tipis dari tiang.
Gol kedua akhirnya hadir pada menit ke-42. Cunha terlibat dalam rangkaian serangan dari sisi kiri sebelum bola diteruskan kepada Bruno Fernandes. Sang kapten kemudian melepaskan tembakan kaki kanan dari jarak dekat yang tidak mampu dihentikan Pokatilov.
Hanya berselang beberapa menit, United kembali menemukan celah di pertahanan Sabah. Bryan Mbeumo bergerak ke tengah dan mengirim umpan terobosan kepada Sesko. Penyerang tersebut berhasil lolos dari kawalan, melewati Pokatilov, lalu memasukkan bola ke gawang yang sudah kosong.
Skor 3-0 sebelum jeda membuat United berada dalam posisi sangat nyaman. Tiga gol tersebut juga memperlihatkan distribusi kontribusi yang cukup merata. Cunha, Bruno dan Sesko masing-masing mencatatkan nama mereka di papan skor.
Sesko mendapat sorotan tersendiri karena gol tersebut menjadi bagian dari perkembangan positifnya bersama United. Penyerang Slovenia itu mendapat kesempatan menjadi starter dan berhasil mencetak gol setelah sebelumnya beberapa kali tampil dari bangku cadangan pada awal musim. Media Inggris mencatat penampilannya sebagai salah satu poin positif dari kemenangan tersebut.
Carrick kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain pada babak kedua. United tidak perlu mempertahankan intensitas setinggi babak pertama karena sudah memegang keunggulan tiga gol. Youri Tielemans ditarik keluar saat jeda, sementara beberapa pemain lain juga mendapatkan menit bermain setelah pertandingan memasuki fase akhir.
Namun, perubahan komposisi tidak membuat United kehilangan kendali. Sabah masih berusaha mencari gol balasan, tetapi lini pertahanan tuan rumah mampu menjaga gawang Senne Lammens tetap bersih.
Gol keempat datang pada menit ke-68. Bruno Fernandes mengirim bola dari situasi tendangan bebas menuju area pertahanan Sabah. Joshua Zirkzee mencoba memanfaatkan bola tersebut melalui sentuhan tumit, tetapi bola masih dapat diblok. Martinez kemudian berada di posisi yang tepat untuk menyambar bola pantulan dari jarak dekat.
Bagi Martinez, gol tersebut menambah catatan penting pada malam kembalinya United ke Liga Champions. Bek asal Argentina itu menjadi pencetak gol keempat sekaligus memastikan United mencatat kemenangan 4-0.
Setelah unggul empat gol, United semakin leluasa mengatur tempo. Zirkzee masih sempat melepaskan tembakan keras kaki kiri yang diblok menjadi sepak pojok. Dari situasi berikutnya, Leny Yoro mendapatkan peluang melalui sundulan, tetapi bola melambung jauh dari sasaran.
Sabah tidak sepenuhnya menyerah. Mickels kembali menjadi sumber ancaman pada menit-menit akhir. Ia berhasil masuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang membuat Lammens harus bersiap, tetapi bola akhirnya melebar tipis.
Peluang lain kembali hadir melalui umpan silang Mickels yang disambut sundulan Orphe Mbina. Namun, bola masih melambung sehingga Sabah gagal mendapatkan gol hiburan.
Clean sheet menjadi bagian penting dari kemenangan United. Carrick menilai pertahanan timnya cukup solid meskipun pertandingan tidak selalu berlangsung mudah. Seusai laga, ia mengatakan, “Senang bisa mencatat clean sheet. Beberapa permainan menyerang kami sangat bagus, kami berbahaya saat melakukan transisi dan, pada sebagian besar pertandingan, bertahan dengan sangat baik.”
Carrick juga mengakui bahwa skor akhir tidak sepenuhnya menggambarkan seluruh dinamika pertandingan. “Hasilnya terlihat nyaman. Namun, pertandingan tidak selalu seperti itu. Saya pikir kami melakukan banyak hal dengan baik malam ini dan itu memberi kami hasil yang bagus,” ujarnya.
Baca Juga: Cesc Fabregas Usai Como Hajar Leipzig 4-1: Bahagia Hanya Lima Menit, Setelah Itu Fokus Serie A
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa United tetap melihat pertandingan secara lebih luas meski berhasil menang empat gol tanpa balas. Sabah sempat memperoleh sejumlah peluang dan pada awal laga mampu membuat tuan rumah bekerja keras sebelum kualitas United mulai terlihat.
Secara statistik, salah satu pembeda paling jelas adalah kemampuan United mengonversi peluang menjadi gol. Tiga gol tercipta sebelum turun minum, sementara satu gol tambahan lahir pada babak kedua. Sabah sendiri mempunyai kesempatan untuk memperkecil jarak, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah bagi tim tamu.
Kemenangan tersebut juga memiliki arti tersendiri bagi United karena klub kembali memainkan pertandingan Liga Champions setelah absen dalam dua musim terakhir. UEFA mencatat musim 2026/2027 sebagai kampanye ke-26 Manchester United di Liga Champions, sebuah rekor Inggris untuk jumlah keikutsertaan dalam kompetisi tersebut.
Terakhir kali United tampil di Liga Champions adalah musim 2023/2024. Ketika itu, mereka berada di grup yang juga dihuni Bayern Munich, Copenhagen dan Galatasaray. United mengakhiri fase tersebut di posisi terbawah dengan satu kemenangan, satu hasil imbang dan empat kekalahan.
Karena itu, kemenangan 4-0 atas Sabah memberikan awal yang berbeda bagi United pada kampanye kali ini. Selain mendapatkan tiga poin, mereka juga mengantongi selisih gol positif empat dan clean sheet.
Pertandingan ini juga mempertemukan dua klub dengan pengalaman Eropa yang sangat berbeda. United merupakan salah satu klub paling berpengalaman dalam sejarah Liga Champions, sementara Sabah baru untuk pertama kalinya tampil pada fase utama kompetisi. UEFA bahkan menyoroti perjalanan Sabah sebagai kisah luar biasa karena klub tersebut baru berdiri sembilan tahun sebelumnya.
Bagi Sabah, kekalahan empat gol tidak menghapus arti penting perjalanan mereka. Mereka harus melewati rangkaian kualifikasi sebelum mencapai fase liga. Salah satu momen krusial terjadi ketika Tellur Mutallimov mencetak gol pada menit ke-94 melawan Hapoel Beer-Sheva pada 25 Agustus untuk menjaga peluang Sabah tetap hidup.
Namun, menghadapi United di Old Trafford menjadi ujian dengan level berbeda. Sabah mampu memberikan perlawanan pada fase awal, tetapi setelah Cunha membuka skor, United semakin percaya diri. Dua gol tambahan sebelum jeda membuat ruang bagi Sabah untuk bangkit semakin kecil.
Bagi United, empat pencetak gol berbeda juga menjadi catatan menarik. Cunha, Bruno, Sesko dan Martinez masing-masing menyumbang satu gol. Pola tersebut menunjukkan bahwa ancaman United tidak hanya berasal dari satu pemain.
Bruno tetap memainkan peran sentral sebagai kapten sekaligus pencetak gol kedua. Sesko mendapat momentum setelah mencetak gol sebelum turun minum, sementara Cunha membuka jalan bagi kemenangan. Martinez kemudian melengkapi malam Eropa United dengan gol keempat.
Kemenangan ini juga memberi Carrick ruang untuk memberikan menit bermain kepada sejumlah pemain yang sebelumnya belum mendapatkan banyak kesempatan. Mason Mount, Andrey Santos, Harry Amass, Shea Lacey dan Joshua Zirkzee masuk pada babak kedua. Rotasi tersebut membantu United menjaga energi tim menjelang pertandingan berikutnya.
Namun, hasil ini baru menjadi langkah pertama dalam fase liga. Jadwal United berikutnya di Liga Champions mempertemukan mereka dengan Atlético Madrid pada 13 Oktober. Setelah itu, United akan menghadapi Como, Roma, Sporting CP, RB Leipzig, Bayern Munich dan Villarreal sesuai jadwal fase liga yang diumumkan UEFA.
Dengan kemenangan 4-0 tersebut, Manchester United mengawali perjalanan Liga Champions 2026/2027 dengan hasil maksimal. Pesta di Old Trafford dibangun melalui tiga gol pada babak pertama, satu gol tambahan setelah jeda, serta penampilan yang menghasilkan clean sheet.
Yang paling penting bagi United bukan hanya skor besar, tetapi cara mereka mengelola pertandingan setelah unggul. Sabah sempat menciptakan beberapa peluang, tetapi United tidak kehilangan kendali. Carrick pun menilai ada tanda-tanda positif dalam permainan timnya, terutama dari sisi serangan dan transisi.
Old Trafford akhirnya kembali menikmati malam Liga Champions dengan cara yang diharapkan pendukung tuan rumah: empat gol, empat pencetak berbeda dan tidak ada bola yang bersarang di gawang United. Setelah kemenangan atas Sabah, perhatian Setan Merah kini beralih ke tantangan berikutnya, sementara hasil 4-0 menjadi modal awal dalam perjalanan panjang mereka di kompetisi Eropa musim ini.
Editor : Mahendra Aditya