RADAR KUDUS - Martin Baturina menjadi pemain dengan rating tertinggi saat Como mengawali debutnya di Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan telak 4-1 atas RB Leipzig di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Kamis (10/9/2026).
Berdasarkan data statistik pertandingan, Baturina memperoleh rating 9,3, unggul atas Nico Paz yang berada di posisi kedua dengan nilai 8,8.
Rating tinggi tersebut sejalan dengan kontribusi langsung Baturina terhadap dua gol Como. Winger tersebut membuka keunggulan pada menit ke-15 sebelum berperan sebagai pemberi assist untuk gol Anastasios Douvikas pada menit ke-38. Dua kontribusi itu menjadi bagian penting dari performa Como yang mampu mengontrol pertandingan sejak babak pertama.
Como kemudian menambah dua gol setelah jeda melalui Assane Diao pada menit ke-54 dan Máximo Perrone pada menit ke-90. Leipzig hanya mampu membalas sekali melalui Andrija Maksimovic pada menit ke-58. Hasil 4-1 membuat Como memulai petualangan di Liga Champions dengan tiga poin, sekaligus mencatat debut bersejarah di kompetisi tersebut. UEFA mengonfirmasi pertandingan Como melawan Leipzig sebagai bagian dari matchday pertama fase liga Liga Champions 2026/2027.
Baturina menjadi pusat perhatian dari daftar rating pemain Como. Selain mencetak gol dan assist, ia menyelesaikan 25 dari 29 operan atau 86 persen, mencatat 44 sentuhan, dan berhasil melakukan tiga dribel dari empat percobaan. Ia juga menghasilkan satu tembakan dengan nilai expected goals (xG) 0,26.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa kontribusi Baturina tidak sebatas keterlibatan dalam papan skor. Ia juga terlibat dalam sirkulasi serangan dan mampu membawa bola melewati pemain Leipzig. Kombinasi produktivitas serta efektivitas permainan itulah yang membuat ratingnya mencapai 9,3, tertinggi dalam data pemain Como pada laga tersebut.
Di belakang Baturina terdapat Paz dengan rating 8,8. Gelandang serang tersebut tampil sebagai salah satu pengatur utama permainan Como. Paz mencatat 42 operan sukses dari 44 percobaan atau akurasi 95 persen, mengoleksi 70 sentuhan dan menghasilkan tiga tembakan.
Yang paling mencolok adalah catatan dribelnya. Paz mencoba empat kali melewati pemain lawan dan seluruhnya berhasil. Dengan kata lain, tingkat keberhasilannya mencapai 100 persen. Ia juga mencatat empat sentuhan di dalam kotak penalti Leipzig.
Paz memiliki peran langsung dalam dua gol terakhir Como. Ia terlibat dalam rangkaian serangan yang menghasilkan gol Diao pada menit ke-54 dan kemudian memberikan umpan untuk gol Perrone pada menit ke-90. Kontribusi tersebut membuat rating 8,8 miliknya cukup menggambarkan pengaruhnya terhadap permainan Como.
Jika Baturina menjadi pemain dengan rating tertinggi, Paz menunjukkan bagaimana seorang gelandang serang dapat memberikan dampak melalui distribusi bola dan progresi permainan. Empat dribel sukses dari empat percobaan juga menjadi salah satu statistik paling menonjol dalam daftar pemain Como.
Berikut data rating dan statistik pemain Como dalam kemenangan 4-1 atas RB Leipzig:
| Pemain | Posisi | Rating | Total shots | Expected goals (xG) | Accurate passes | Touches | Touches in opposition box | Successful dribbles |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Martin Baturina | Winger | 9,3 | 1 | 0,26 | 25/29 (86%) | 44 | 2 | 3/4 (75%) |
| Nico Paz | Attacking midfielder | 8,8 | 3 | 0,26 | 42/44 (95%) | 70 | 4 | 4/4 (100%) |
| Assane Diao | Winger | 8,2 | 2 | 0,17 | 23/29 (79%) | 52 | 8 | 6/10 (60%) |
| Máximo Perrone | Midfielder | 7,9 | 1 | 0,44 | 18/20 (90%) | 25 | 1 | - |
| Anastasios Douvikas | Striker | 7,8 | 1 | 0,47 | 9/11 (82%) | 23 | 5 | - |
| Jean Butez | Goalkeeper | 7,4 | - | - | 30/39 (77%) | 48 | - | - |
| Yan Couto | Fullback | 7,3 | - | - | 31/35 (89%) | 56 | - | 1/2 (50%) |
| Moise Kean | Forward | 7,2 | 1 | 0,04 | 4/6 (67%) | 13 | 1 | - |
| Jacobo Ramón | Centre back | 7,2 | - | - | 58/61 (95%) | 68 | - | - |
| Marc-Oliver Kempf | Defender | 6,5 | - | - | 19/21 (90%) | 21 | - | - |
| Ivan Smolčić | Defender | 6,4 | - | - | 6/8 (75%) | 12 | - | 0/1 (0%) |
| Lucas Da Cunha | Midfielder | 6,3 | 3 | 0,52 | 38/41 (93%) | 52 | 1 | - |
| Álex Valle | Fullback | 6,2 | - | - | 46/50 (92%) | 61 | - | 0/1 (0%) |
| Trevoh Chalobah | Centre back | 6,0 | 1 | 0,10 | 64/67 (96%) | 74 | 1 | - |
| Luis Milla | Midfielder | 5,6 | 1 | 0,03 | 51/54 (94%) | 72 | - | - |
| Samuele Ricci | Midfielder | - | - | - | 1/1 (100%) | 2 | - | - |
Setelah Baturina dan Paz, pemain dengan rating tertinggi berikutnya adalah Diao dengan 8,2. Winger tersebut mencatat dua tembakan, xG 0,17, 23 operan sukses dari 29 percobaan, serta 52 sentuhan.
Statistik Diao menjadi menarik karena ia mencatat delapan sentuhan di kotak penalti Leipzig, paling banyak di antara pemain Como dalam data tersebut. Ia juga enam kali berhasil melewati lawan dari 10 percobaan.
Aktivitas Diao di area berbahaya akhirnya menghasilkan gol. Pada menit ke-54, ia menyelesaikan serangan cepat Como untuk mengubah skor menjadi 3-0. Gol tersebut datang setelah Leipzig berusaha tampil lebih agresif pada awal babak kedua.
Perrone berada di urutan berikutnya dengan rating 7,9. Gelandang tersebut hanya mencatat 25 sentuhan, tetapi menghasilkan satu gol pada menit ke-90. Ia juga memiliki nilai xG 0,44 dari satu tembakan dan menyelesaikan 18 dari 20 operan.
Catatan xG Perrone sebenarnya bukan yang tertinggi di skuad Como. Lucas Da Cunha justru mencatat xG 0,52, tertinggi dari seluruh pemain Como dalam tabel tersebut. Da Cunha melepaskan tiga tembakan dan menyelesaikan 38 dari 41 operan atau 93 persen, tetapi tidak berhasil mencetak gol.
Douvikas juga memperlihatkan efisiensi tinggi. Striker Como itu hanya menghasilkan satu tembakan, tetapi memiliki xG 0,47 dan berhasil mengubah peluang tersebut menjadi gol. Ia mencetak gol kedua Como pada menit ke-38 setelah menerima umpan dari Baturina.
Dengan demikian, ada perbedaan menarik antara rating pemain dan statistik xG. Baturina memiliki rating tertinggi 9,3, tetapi xG-nya 0,26. Sementara itu, Da Cunha memiliki xG 0,52 tanpa mencetak gol. Douvikas berada di angka 0,47 dan sukses mencetak satu gol.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa rating pemain tidak hanya ditentukan oleh jumlah peluang atau gol. Kontribusi dalam menciptakan peluang, mengalirkan bola, melakukan dribel, dan keterlibatan dalam gol juga ikut tercermin dalam penilaian performa.
Di lini tengah, Paz menjadi pemain dengan kombinasi statistik yang paling lengkap. Ia memiliki akurasi umpan 95 persen, 70 sentuhan, tiga tembakan dan empat dribel sukses dari empat percobaan. Dua assist yang berkaitan dengan gol Diao dan Perrone juga memperkuat perannya dalam fase menyerang.
Sementara itu, Baturina memiliki statistik yang lebih sederhana dari sisi jumlah sentuhan, yakni 44 kali, tetapi dampaknya jauh lebih besar. Ia mencetak satu gol dan membuat satu assist dari dua keterlibatan langsung dalam gol.
Gol pembuka Baturina terjadi pada menit ke-15. Como memanfaatkan awal pertandingan dengan tekanan yang membuat Leipzig kesulitan mengembangkan permainan. Baturina kemudian membuka skor untuk membawa tuan rumah unggul.
Pada menit ke-38, Baturina kembali menjadi pusat perhatian. Kali ini ia tidak mencetak gol, melainkan mengirimkan bola yang diselesaikan Douvikas. Como menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Catatan pertandingan memperlihatkan Como dan Leipzig sama-sama menghasilkan 14 tembakan serta membagi penguasaan bola 50 persen. Namun, Como lebih unggul dalam penciptaan peluang besar, yakni tujuh berbanding tiga. Nilai xG mereka juga mencapai 2,29, sedangkan Leipzig berada di angka 1,42.
Artinya, perbedaan pertandingan tidak terletak pada dominasi penguasaan bola. Como lebih efektif mengubah fase menyerang menjadi peluang berbahaya. Dari 14 tembakan, enam mengarah ke gawang Leipzig. Sementara Leipzig hanya mencatat empat tembakan tepat sasaran.
Keunggulan tersebut juga terlihat dari jumlah sentuhan di kotak penalti. Como mencatat 23 sentuhan di area penalti Leipzig, sementara tim tamu memiliki 24. Namun, Como menghasilkan lebih banyak peluang besar dan mampu mencetak empat gol.
Di lini pertahanan, rating memang tidak setinggi Baturina atau Paz, tetapi sejumlah pemain Como menunjukkan statistik distribusi bola yang kuat. Trevoh Chalobah mencatat 64 operan sukses dari 67 percobaan atau 96 persen, sekaligus memiliki 74 sentuhan.
Jacobo Ramón menyelesaikan 58 dari 61 operan atau 95 persen dengan 68 sentuhan. Luis Milla mencatat 51 dari 54 operan atau 94 persen dan 72 sentuhan.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa Como memiliki distribusi bola yang cukup konsisten dari lini belakang hingga tengah. Bahkan ketika Leipzig mencoba meningkatkan tekanan setelah mencetak gol pada menit ke-58, Como tidak kehilangan struktur permainan.
Jean Butez juga mendapatkan rating 7,4. Kiper tersebut mencatat 48 sentuhan dan menyelesaikan 30 dari 39 operan. Ia menjadi salah satu pemain yang menjaga keunggulan Como ketika Leipzig berusaha mengejar setelah Maksimovic memperkecil skor menjadi 3-1.
Leipzig memang berhasil mencetak gol balasan melalui Maksimovic hanya empat menit setelah gol Diao. Namun, momentum tersebut tidak berlanjut menjadi kebangkitan. Como kembali mengontrol pertandingan dan justru mampu mencetak gol keempat pada penghujung laga.
Perrone menyelesaikan serangan pada menit ke-90 untuk mengubah skor menjadi 4-1. Umpan terakhir datang dari Paz, sehingga gelandang serang tersebut kembali terlibat dalam gol Como.
Performa Como juga mendapat pengakuan dari kubu Leipzig. Kapten RB Leipzig Willi Orbán mengakui bahwa timnya harus belajar dari cara Como bermain. Setelah pertandingan, Orbán mengatakan kepada media Jerman bahwa Como “setidaknya satu kelas lebih baik, terutama dalam permainan dengan bola.” Ia juga menilai Leipzig kehilangan intensitas, jarak antarpemain tidak ideal, dan kurang kuat dalam duel.
David Raum juga menggambarkan kekecewaan Leipzig setelah pertandingan. Kepada DAZN, ia mengatakan, “Rasanya benar-benar buruk sekarang. Hari ini kami benar-benar mendapat pukulan telak.”
Pernyataan kedua pemain Leipzig tersebut sekaligus memperkuat gambaran pertandingan dari sisi lawan. Como tidak hanya menang melalui penyelesaian akhir, tetapi juga mampu membuat Leipzig kesulitan menjalankan permainan yang mereka inginkan.
Dari perspektif rating, Baturina jelas menjadi figur paling menonjol. Nilai 9,3 miliknya terpaut 0,5 poin dari Paz dan 1,1 poin dari Diao. Tiga pemain tersebut membentuk tiga rating tertinggi Como dalam kemenangan atas Leipzig.
Namun, statistik juga menunjukkan adanya kontribusi berbeda di setiap lini. Baturina menjadi pencetak gol sekaligus pemberi assist. Paz tampil sebagai penghubung serangan dengan akurasi umpan 95 persen dan keberhasilan dribel 100 persen. Diao menjadi pemain paling aktif di kotak penalti lawan dengan delapan sentuhan.
Perrone memberikan efektivitas lewat satu gol dari satu tembakan. Douvikas mengubah satu tembakan menjadi gol. Da Cunha menciptakan peluang dengan xG tertinggi meski tidak mencetak gol. Sementara Chalobah dan Ramón menjadi bagian dari sirkulasi bola yang memiliki tingkat akurasi tinggi.
Karena itu, daftar rating pemain Como menunjukkan bahwa kemenangan 4-1 atas Leipzig tidak lahir dari satu sumber kontribusi saja. Baturina memang menjadi pemain dengan nilai tertinggi, tetapi permainan Como ditopang oleh sejumlah pemain dengan fungsi berbeda.
Bagi Como, kemenangan tersebut menjadi pembuka yang sangat penting dalam debut Liga Champions. UEFA mencatat laga Como kontra Leipzig sebagai salah satu pertandingan matchday pertama fase liga musim 2026/2027.
Dengan empat gol dari empat pemain berbeda, Como memperlihatkan distribusi kontribusi yang cukup merata. Baturina membuka pesta, Douvikas menggandakan keunggulan, Diao memperlebar jarak, lalu Perrone menutup pertandingan.
Di antara seluruh angka tersebut, rating 9,3 Baturina menjadi statistik yang paling mencolok. Gol dan assist membuat kontribusinya terlihat langsung, sementara akurasi umpan 86 persen dan tiga dribel sukses menunjukkan bahwa ia tetap aktif dalam permainan ketika tidak berada di posisi akhir serangan.
Paz berada tepat di belakangnya dengan rating 8,8 dan menjadi pemain dengan catatan dribel paling sempurna. Diao kemudian menyusul dengan rating 8,2, sekaligus mencatat delapan sentuhan di kotak penalti lawan.
Dengan demikian, kemenangan Como atas RB Leipzig bukan hanya menghasilkan skor besar pada debut Liga Champions. Data pemain menunjukkan bagaimana Baturina, Paz, Diao, Perrone, Douvikas dan pemain lainnya memberikan kontribusi melalui cara yang berbeda.
Dari daftar tersebut, Baturina keluar sebagai pemain dengan rating tertinggi dan menjadi wajah utama kemenangan 4-1 Como di Sinigaglia.
Editor : Mahendra Aditya