Cesc Fabregas Usai Como Hajar Leipzig 4-1: Bahagia Hanya Lima Menit, Setelah Itu Fokus Serie A

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 06:58 WIB
Cesc Fabregas 
Cesc Fabregas 

RADAR KUDUS - Como 1907 memang membuka Liga Champions 2026-2027 dengan kemenangan besar atas RB Leipzig. Namun, Cesc Fabregas tidak ingin hasil 4-1 tersebut membuat timnya terlena. Pelatih asal Spanyol itu meminta para pemain segera mengalihkan perhatian ke Serie A karena jadwal padat menuntut mereka mempertahankan energi dan konsentrasi.

Como mengalahkan Leipzig 4-1 pada matchday pertama fase liga Liga Champions di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Kamis (10/9/2026) malam waktu setempat. Martin Baturina, Anastasios Douvikas, Assane Diao, dan Maximo Perrone menjadi pencetak gol tuan rumah, sedangkan satu-satunya gol Leipzig disumbangkan Andrija Maksimovic.

Kemenangan tersebut menjadi awal yang istimewa bagi Como di panggung kompetisi antarklub elite Eropa. Akan tetapi, bagi Fabregas, hasil tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi fokus. Setelah menghadapi Leipzig, Como harus kembali memikirkan agenda domestik dan menjaga performa di tengah jadwal pertandingan yang padat.

Baca Juga: Como Hancurkan Leipzig 4-1, Martin Baturina dkk Tampil Meyakinkan di Liga Champions

"Saya senang, tetapi rasa bahagia ini hanya akan bertahan selama lima menit, karena setelah ini kami harus bersiap menghadapi Parma pada hari Senin. Kami membutuhkan energi yang sama persis seperti malam ini," kata Fabregas kepada Sky Sport Italia.

Pesan tersebut menunjukkan bagaimana Fabregas melihat kemenangan atas Leipzig. Ia menikmati hasil yang diraih timnya, tetapi tidak ingin keberhasilan pada laga debut Liga Champions mengubah konsentrasi skuad.

Como saat ini memang sedang berada dalam momentum positif. Kemenangan atas Leipzig menjadi kemenangan ketiga secara beruntun bagi tim berjuluk I Lariani tersebut setelah sebelumnya menaklukkan Napoli dan Genoa. Dalam pertandingan melawan Genoa, Como juga menang dengan skor 4-1. (Como 1907)

Namun, tantangan berikutnya berbeda. Serie A menuntut konsistensi sepanjang musim, sementara Como juga harus menjalani pertandingan Eropa. Karena itu, Fabregas menilai kemampuan menjaga intensitas dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya akan menjadi bagian penting dari perjalanan timnya.

Bagi Como, kemenangan atas Leipzig juga memiliki arti khusus karena menjadi pertandingan bersejarah dalam perjalanan klub di Liga Champions. Stadion Giuseppe Sinigaglia menjadi panggung bagi debut mereka di kompetisi tersebut. Situs resmi Como mencatat pertandingan melawan Leipzig sebagai laga pertama klub di Liga Champions.

Meski demikian, Fabregas tidak ingin keberhasilan tersebut menggeser target utama yang harus dijalankan Como di kompetisi domestik. Menurut dia, Serie A tetap menjadi bagian penting dari perjalanan klub karena konsistensi di liga domestik berkaitan dengan kesempatan untuk kembali tampil di kompetisi Eropa.

"Ini adalah hadiah yang pantas kami dapatkan atas kerja keras luar biasa musim lalu, tetapi Serie A tetap menjadi target terpenting. Bagaimanapun juga, Serie A-lah yang memungkinkan Anda untuk bisa kembali bermain di Liga Champions," ujar Fabregas.

Pelatih berusia 39 tahun itu juga mengingatkan bahwa Como masih memiliki skuad yang relatif muda. Energi dari pertandingan Liga Champions memang memberikan dorongan besar, tetapi para pemain tetap harus menunjukkan sikap rendah hati ketika kembali tampil di Serie A.

"Kami adalah tim muda, kami mendapat dorongan dari energi Liga Champions, tetapi saya akan sangat marah jika setelah ini kami tidak memberikan segalanya di Serie A. Kami harus rendah hati dan mampu tampil maksimal setiap tiga hari. Ini akan menjadi musim yang sangat berat," tegasnya.

Pernyataan Fabregas sekaligus menggambarkan tantangan Como sepanjang musim 2026-2027. Mereka tidak hanya dituntut mempertahankan performa di kompetisi domestik, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan tuntutan pertandingan Eropa.

Kemenangan atas Leipzig sendiri lahir dari permainan agresif Como sejak awal laga. Baturina membuka skor pada menit ke-15 setelah memanfaatkan situasi di area pertahanan Leipzig. Douvikas kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-38 melalui peluang yang berawal dari umpan Baturina.

Setelah turun minum, Como kembali mencetak gol melalui Diao pada menit ke-54. Leipzig sempat memperkecil ketertinggalan empat menit kemudian lewat Maksimovic. Namun, harapan tim tamu untuk mengejar hasil akhirnya pupus setelah Perrone mencetak gol keempat Como pada menit ke-90.

Salah satu pemain yang mencuri perhatian dalam kemenangan tersebut adalah Baturina. Selain mencetak gol pembuka, gelandang Como itu juga terlibat dalam terciptanya gol Douvikas. Perannya di lini tengah membuat Fabregas memberikan kepercayaan besar kepadanya.

Fabregas bahkan beberapa kali terlihat memberikan instruksi keras kepada Baturina dari pinggir lapangan. Bagi sang pelatih, teriakan tersebut bukan tanda ketidakpercayaan kepada pemainnya. Sebaliknya, ia menganggap Baturina memiliki kualitas yang memungkinkan dirinya diberi kebebasan untuk menemukan ruang dan mengembangkan permainan.

"Saya memercayai Martin dan memberinya kebebasan untuk menemukan ruang berkat bakatnya. Kapan pun saya berteriak dari pinggir lapangan kepada pemain saya, itu selalu karena mereka memiliki bakat dan saya hanya perlu memberi mereka dorongan energi ekstra," jelas Fabregas.

Cara Fabregas memperlakukan Baturina menunjukkan bahwa dirinya tidak semata-mata berusaha mengatur setiap gerakan pemain. Ia juga memberi ruang kepada pemain yang memiliki kemampuan teknis untuk mengambil keputusan di lapangan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan filosofi permainan yang selama ini ingin dikembangkan Fabregas di Como. Dalam penjelasan sebelumnya mengenai gaya bermain tim, Fabregas menyebut dirinya ingin Como bermain proaktif, menguasai bola, melakukan tekanan tinggi, serta mengelola transisi secara cerdas.

Namun, fleksibilitas tetap diperlukan ketika situasi pertandingan berubah. Hal itu terlihat dalam laga melawan Leipzig. Setelah Como unggul 3-0, tim tamu mengubah pendekatan dan memberikan tekanan lebih besar dari sisi sayap.

Fabregas kemudian mengambil keputusan untuk mengubah struktur pertahanan Como menjadi lebih defensif. Tujuannya bukan semata-mata bertahan, tetapi mengendalikan pertandingan agar keunggulan yang sudah diperoleh tidak berubah menjadi masalah.

"Anda ingin menjadi tim yang dominan, tetapi itu juga berarti harus bisa mengontrol situasi. Hari ini setelah unggul 3-0, Leipzig mengubah sistem mereka dengan menekan dari sayap dan bermain lebih mengandalkan fisik. Kami sedikit kelelahan, jadi saya lebih memilih untuk mengontrol situasi," ujar Fabregas.

Menurutnya, keputusan tersebut penting karena pertandingan berada di level Liga Champions. Keunggulan tiga gol tidak otomatis membuat pertandingan selesai apabila lawan berhasil mendapatkan momentum.

"Ini level Liga Champions, jika mereka mencetak gol jadi 3-1, laga belum usai," lanjutnya.

Ucapan tersebut terbukti relevan karena Leipzig memang berhasil memperkecil skor menjadi 3-1 melalui Maksimovic pada menit ke-58. Como kemudian harus menjaga konsentrasi sebelum akhirnya memastikan kemenangan dengan gol Perrone pada penghujung pertandingan.

Bagi Fabregas, kemampuan membaca perubahan pertandingan menjadi sama pentingnya dengan kemampuan menyerang. Como boleh bermain agresif dan dominan, tetapi mereka tetap harus mengetahui kapan waktunya mengubah pendekatan untuk menjaga hasil.

Hal itu menjadi salah satu pekerjaan yang masih harus dikembangkan Como. Fabregas mengakui timnya belum mencapai bentuk permainan terbaik karena proses pembentukan skuad masih berlangsung.

Sejumlah pemain baru masih membutuhkan waktu untuk memahami pola permainan yang diterapkan. Como mendatangkan beberapa pemain pada bursa transfer musim panas, sehingga proses adaptasi belum sepenuhnya selesai.

"Saya pikir kami masih dalam proses pengerjaan. Kami memiliki banyak pemain baru seperti Kaiki dan Moise Kean yang baru saja tiba, dan mereka masih sedikit kebingungan dalam beberapa pergerakan kami," kata Fabregas.

Menurutnya, Como memiliki sekitar sembilan pemain baru yang harus beradaptasi dengan sistem dan rekan-rekan setimnya. Karena itu, ia tidak ingin kemenangan besar atas Leipzig membuat seolah-olah semua persoalan tim telah selesai.

"Ada sekitar sembilan pemain baru, butuh waktu untuk membuat mereka semua berada dalam performa puncak," ujarnya.

Situasi tersebut membuat kemenangan 4-1 atas Leipzig memiliki dua sisi bagi Como. Di satu sisi, hasil tersebut menjadi modal kepercayaan diri sekaligus pembuka yang mengesankan di Liga Champions. Di sisi lain, pertandingan itu juga memperlihatkan bahwa Como masih harus terus berkembang untuk menghadapi tuntutan kompetisi di dua level.

Bagi Fabregas, tantangan terbesar bukan sekadar mengalahkan lawan besar dalam satu pertandingan. Ia harus memastikan Como mampu mempertahankan standar permainan ketika menghadapi pertandingan berikutnya, termasuk saat kembali berlaga di Serie A.

Hal tersebut menjadi semakin penting karena Como sedang menjalani rangkaian pertandingan dengan jarak yang relatif pendek. Situs resmi klub mencatat Como dijadwalkan menghadapi Parma setelah laga Liga Champions melawan Leipzig.

Karena itu, Fabregas memilih segera mengakhiri euforia setelah kemenangan atas Leipzig. Ia ingin para pemain menikmati hasil pertandingan secukupnya, kemudian kembali bekerja untuk pertandingan berikutnya.

Pendekatan tersebut juga konsisten dengan pandangannya mengenai perkembangan Como. Dalam wawancara di situs resmi klub, Fabregas sebelumnya menekankan bahwa perjalanan Como masih berada pada tahap awal dan masih tersedia ruang besar untuk berkembang.

Kemenangan atas Leipzig memang menjadi pencapaian penting. Empat gol yang dicetak Como menunjukkan efektivitas lini serang, sementara kemampuan mereka merespons gol balasan Leipzig memperlihatkan ketenangan untuk kembali mengendalikan pertandingan.

Namun, Fabregas tidak ingin hasil tersebut menjadi ukuran tunggal perkembangan tim. Baginya, pekerjaan berikutnya justru memastikan energi dan mentalitas yang sama bisa dibawa ke pertandingan berikutnya.

Como kini memasuki fase penting musim 2026-2027. Mereka harus membagi fokus antara persaingan Serie A dan pengalaman pertama di Liga Champions. Fabregas sudah memberikan pesan kepada skuadnya: kemenangan besar atas Leipzig layak dirayakan, tetapi pekerjaan belum selesai.

Editor : Mahendra Aditya
Como vs Leipzig Como 4-1 Leipzig Liga Champions 2026-2027 komentar Fabregas cesc fabregas