PAMEKASAN — Persijap Jepara harus mengakui keunggulan tuan rumah Madura United, setelah takluk 0-2 dalam laga BRI Super League 2026/2027 di Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada Minggu (6/9) malam.
Pertandingan dipimpin wasit Yoko Suprianto
Di hadapan 3.447 penonton Persijap Jepara tampil agresif. Namun masih gagal dalam melakukan akselerasi peluang menjadi gol.
Laskar Kalinyamat berinisiatif, ambil serangan sejak awal pertandingan.
Secara penguasaan bola menang, namun tak cukup untuk menggebrak gawang Laskar Sape Kerrab.
Persijap turun dengan Moch. Sendri Johansah di bawah mistar, dikawal Jose Luis Espinosa Arroyo sebagai kapten bersama Samuel Ofori dan Marcos Blasco Valera di lini belakang.
Rahmatzoda dan Tegar Infantrie Sukamto menjadi penghubung di lini tengah, sementara Yaya Sogodogo, Jose Antonio Ruiz Lopez, Abrizal Umanailo, Muhamad Buyung Ismu Lessy, dan Juan Douglas Teles da Silva mengisi sektor depan.
Sementara Madura United mengandalkan Angga Saputro sebagai penjaga gawang. Dengan Pedro Filipe Tinoco Monteiro sebagai kapten dan sejumlah pemain seperti Juan Danilo Santacruz Gonzalez, Hugo Gomes, Paulo Domingos Gali da Costa Freitas, serta Dimitar Georgiev Mitkov.
Juan Douglas dipasang sebagai ujung tombak. Mendapatkan peluang pertama pada menit ke-9 melalui Yaya Sogodogo. Namun, pergerakannya harus terhenti setelah dinyatakan offside.
Tiga menit berselang, tekanan Persijap kembali menghasilkan peluang. Abrizal Umanailo mendapatkan kesempatan melalui tandukan, tetapi bola masih mampu diamankan kiper Madura United, Angga.
Pirulo menjadi salah satu motor serangan Persijap. Pemain tersebut beberapa kali mendistribusikan bola ke lini depan untuk membuka ruang serangan.
Sementara Juan Douglas cukup sering menjadi sasaran pelanggaran pemain tuan rumah.
Memasuki menit ke-17, Madura United mulai memberikan ancaman. Mitkov melepaskan serangan ke arah gawang Persijap, tetapi refleks kaki Sendri Johansyah mampu membendung bola yang meluncur ke arah gawang.
Persijap kembali memperoleh peluang pada menit ke-19. Juan Douglas mendapat umpan matang dan mencoba menyelesaikannya melalui tandukan. Namun, bola lebih dulu ditepis kiper Madura United.
Di sisi lain, Sendri terus menunjukkan peran penting di bawah mistar Persijap.
Pada menit ke-22, penjaga gawang Laskar Kalinyamat itu melakukan penyelamatan gemilang dengan membendung sepakan keras Hugo Gomes.
Tiri juga tampil kokoh di lini belakang. Bek Persijap tersebut beberapa kali menjadi penghalang serangan Madura United.
Memasuki menit ke-30, Sendri kembali dipaksa bekerja keras. Ia mampu menepis tembakan keras Santacruz yang mengarah ke gawang Persijap.
Tekanan Madura United terus datang bertubi-tubi. Sendri kembali menggagalkan peluang melalui tandukan lawan pada menit ke-34 sehingga gawang Persijap tetap aman.
Hingga memasuki menit ke-38, pertandingan berjalan dalam tempo tinggi. Persijap masih berupaya membangun serangan, sementara Madura United terus mencari celah di pertahanan Laskar Kalinyamat.
Juan Douglas kemudian menerima kartu kuning pada menit ke-38 setelah melakukan sliding dari belakang. Tak berselang lama, Samuel Ofori juga diganjar kartu kuning karena melakukan pelanggaran terhadap Jaja.
Persijap masih harus menjaga konsentrasi hingga akhir babak pertama, terutama menghadapi tekanan tuan rumah.
Di bawah mistar, Sendri menjadi salah satu pemain yang paling sibuk dengan sejumlah penyelamatan penting untuk menjaga gawang Laskar Kalinyamat tetap tak kebobolan.
Babak pertama berlangsung tanpa gol. Babak kedua berniat improve tapi permainan masih tak berkembang. Malahan gawang Sendri Johansyah kebobolan.
Persijap sempat melakukan sejumlah pergantian setelah pertandingan berjalan, dengan Rahmatzoda dan Buyung Ismu keluar pada menit ke-60, digantikan Muhammad Adzikry Fadlillah dan Ahmad Wadil.
Tegar Infantrie Sukamto kemudian ditarik keluar pada menit ke-71 dan digantikan Sergio Chica.
Namun, Madura United lebih dulu memecah kebuntuan pada menit ke-54 melalui Dimitar Georgiev Mitkov. Dengan skill menawan kaki kirinya.
Penyerang ini kembali mencatatkan namanya di papan skor pada masa tambahan waktu babak kedua, tepatnya menit 90+1. Mengelabui Sendri dengan gaya cutikan bolanya.
Sebelumnya, Persijap merespons dengan memasukkan Jose Paulo Rodriguez Santamaria dan Rendi Saepul pada menit ke-85, tetapi tidak mampu memperkecil ketertinggalan hingga pertandingan berakhir.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-0 tetap bertahan untuk kemenangan Madura United.
Pelatih Kepala Persijap Jepara, Juan Cortes, mengakui Madura United menjadi lawan yang berat bagi timnya.
Menurutnya, kualitas pemain yang dimiliki Madura United, ditambah dengan kualitas pelatih, membuat laga tersebut menjadi ujian tersendiri bagi Persijap.
Namun, Cortes menegaskan timnya akan terus berkembang secara bertahap, step by step, mengingat kompetisi Liga 1 baru memasuki pekan-pekan awal.
Cortes menilai ada sejumlah hal positif yang bisa diambil dari pertandingan tersebut. Pada babak pertama, Persijap dinilai mampu menutup ruang dengan baik dan menunjukkan organisasi permainan yang cukup bagus.
Saat memasuki babak kedua terdapat celah dalam organisasi permainan yang kemudian mampu dimanfaatkan Madura United untuk menciptakan gol.
Hal tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Persijap untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
Pelatih asal Spanyol itu juga mengakui, masih membutuhkan waktu untuk mengenal dan menganalisis tim secara lebih mendalam.
Laga melawan Madura United menjadi kesempatan pertamanya menganalisis tim secara langsung dalam pertandingan kompetitif.
Karena itu, ia menilai masih banyak hal yang dapat dikembangkan. Termasuk membangun kerja sama tim agar semakin kompak dan organisasi permainan menjadi lebih baik.
"Kami akan mencoba step by step. Ini baru awal. Ada banyak hal yang bisa kami kembangkan dari permainan ini. Kami punya waktu untuk menganalisis tim lebih lanjut dan membuat kerja sama tim lebih kompak," katanya saat sesi press conference.
Ia berharap Persijap dapat segera memberikan penampilan terbaik dan kembali bersaing secara kompetitif di Liga 1.
Cortes juga menyadari pertandingan tandang memang tidak mudah. Setelah menghadapi Madura United di Pamekasan, Persijap akan berupaya memaksimalkan laga kandang berikutnya untuk meraih poin. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pertandingan melawan Borneo FC, Sabtu (12/9).
"Di laga away memang susah. Untuk laga home, kami akan usahakan mendapatkan poin, lawan Borneo nanti," pungkasnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa