RADAR KUDUS - Marcos Llorente mengambil keputusan mengejutkan setelah membantu Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Pada usia 31 tahun, pemain Atlético Madrid itu memilih mengakhiri perjalanan bersama La Roja meski baru mengoleksi 27 penampilan di level senior.
Pengumuman tersebut disampaikan Llorente melalui media sosial pada Kamis (3/9/2026). Ia mengakhiri karier internasional dengan catatan yang terbilang singkat dari sisi jumlah pertandingan, tetapi sangat berkesan karena berhasil mengangkat dua trofi bersama Spanyol.
Llorente menegaskan keputusan tersebut bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba setelah keberhasilan Spanyol di Piala Dunia. Ia mengaku sudah lama memikirkannya dan bahkan telah menentukan pilihan tersebut sebelum berangkat ke turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Baca Juga: Bukan karena Dicoret atau Kalah, Ini Alasan Marcos Llorente Pensiun dari Timnas Spanyol
"Setelah lama memikirkannya, saya memutuskan untuk mengakhiri perjalanan saya bersama tim nasional," tulis Llorente dalam pesan perpisahannya.
Keputusan itu terasa semakin mengejutkan karena Llorente sebenarnya masih berada dalam usia yang memungkinkan untuk melanjutkan kiprahnya di level internasional. Ia sendiri menyadari masih memiliki peluang untuk memperkuat Spanyol selama beberapa tahun apabila mampu mempertahankan performanya.
Namun, kesempatan tersebut tidak mengubah pendiriannya. Llorente menyebut pilihannya sebagai keputusan pribadi yang telah dipertimbangkan secara matang dan memiliki makna emosional baginya.
"Terlepas dari apakah saya pergi ke Piala Dunia atau tidak, atau apakah kami menang atau tidak, keputusan ini sudah saya buat," tulisnya.
Karier Llorente bersama tim nasional senior dimulai pada November 2020 ketika Spanyol menghadapi Belanda dalam laga persahabatan di Amsterdam. Sejak saat itu hingga memutuskan pensiun, ia mencatatkan 27 penampilan untuk La Roja.
Perjalanan tersebut berlangsung dalam dua era kepelatihan. Llorente mendapatkan kesempatan dari Luis Enrique dan kemudian tetap menjadi bagian dari rencana tim nasional ketika kursi pelatih beralih kepada Luis de la Fuente.
Bersama Luis Enrique, Llorente masuk dalam skuad Spanyol untuk Euro 2020 dan Piala Dunia 2022. Spanyol mencapai semifinal Euro 2020 sebelum tersingkir melalui adu penalti, sedangkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2022 berakhir di babak 16 besar.
Karier Llorente di tim nasional kemudian sempat mengalami penurunan. Ia masuk dalam daftar awal skuad Euro 2024, tetapi tidak termasuk dalam daftar final yang dibawa ke Jerman. Posisi bek kanan ketika itu lebih banyak menjadi milik Dani Carvajal dan Jesús Navas.
Kesempatan untuk kembali ke panggung besar datang pada Piala Dunia 2026. Llorente masuk skuad Spanyol dan menjadi bagian dari perjalanan tim hingga akhirnya merebut gelar juara dunia.
Di turnamen tersebut, Llorente tampil dalam tiga pertandingan. Ia juga menyumbangkan satu assist untuk gol Álex Baena ketika Spanyol menang 1-0 atas Uruguay pada pertandingan terakhir fase grup di Guadalajara, Meksiko.
Baca Juga: Marcos Llorente Pensiun dari La Roja di Usia 31 Tahun, Usai Angkat Trofi Piala Dunia
Meski kontribusinya tidak sebesar sejumlah pemain inti, Llorente tetap menjadi bagian dari skuad yang mengantarkan Spanyol menjadi juara dunia. Trofi tersebut sekaligus menjadi penutup yang istimewa untuk perjalanan internasionalnya.
Jika ditarik lebih jauh, pencapaian Llorente bersama Spanyol menjadi cukup unik. Dalam hanya 27 pertandingan bersama tim senior, ia berhasil merasakan dua gelar bersama La Roja. Ia juga tercatat tampil di dua Piala Dunia serta satu edisi Euro.
Llorente tidak memiliki catatan gol untuk tim senior Spanyol dan menyumbangkan empat assist sepanjang karier internasionalnya. Namun, kontribusinya tidak semata-mata diukur dari statistik tersebut karena ia beberapa kali menjalankan peran berbeda sesuai kebutuhan tim.
Sebelum mencapai tim senior, Llorente juga pernah memperkuat Spanyol di kelompok usia. Ia mencatatkan total 13 pertandingan resmi di level junior dan menjadi bagian dari proses panjang menuju tim utama.
Setelah keputusan pensiun diumumkan, Atlético Madrid turut memberikan penghormatan kepada pemainnya. Klub tersebut menyatakan kebanggaan atas komitmen Llorente dalam membela tim nasional dan menyebutnya sebagai bagian dari sejarah sepak bola Spanyol.
Bagi Llorente, akhir perjalanan bersama La Roja bukanlah akibat kegagalan, minimnya kesempatan, atau hasil buruk di sebuah turnamen. Justru sebaliknya, ia memilih pergi setelah mencapai puncak dengan mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
Ia menutup pesannya dengan rasa terima kasih kepada orang-orang yang telah menemani perjalanan internasionalnya. Llorente juga secara khusus mengenang 52 hari bersama skuad Spanyol selama Piala Dunia sebagai pengalaman yang akan selalu dikenangnya.
Dengan 27 caps, dua gelar, dua Piala Dunia, dan satu Euro, Llorente akhirnya memilih menutup babak internasionalnya lebih cepat dari yang mungkin diperkirakan banyak orang. Ia pergi dari La Roja bukan ketika kariernya berada di titik terendah, melainkan setelah ikut mencatatkan salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola negaranya.
Editor : Mahendra Aditya