RADAR KUDUS - Mykhailo Mudryk mendapatkan kesempatan baru untuk menghidupkan kembali kariernya setelah Tottenham Hotspur mencapai kesepakatan dengan Chelsea untuk meminjam winger asal Ukraina tersebut selama musim 2026/2027. Kesepakatan itu dilengkapi opsi pembelian permanen senilai £75 juta yang tidak bersifat wajib.
Transfer ini menjadi langkah penting bagi Mudryk setelah perjalanan kariernya di Chelsea berjalan jauh dari ekspektasi. Lebih menarik lagi, pemain berusia 25 tahun tersebut akan kembali bekerja bersama Roberto De Zerbi, pelatih yang sudah mengenalnya sejak keduanya berada di Shakhtar Donetsk.
Fabrizio Romano melaporkan kesepakatan kedua klub telah tercapai, termasuk persyaratan pribadi Mudryk. Tottenham mendapatkan sang pemain melalui skema pinjaman berbayar, sedangkan klausul pembelian £75 juta memberikan Spurs kesempatan untuk menentukan masa depannya setelah melihat performanya sepanjang musim.
Artinya, Tottenham tidak harus langsung mengambil keputusan permanen terhadap Mudryk. Klub London Utara itu dapat terlebih dahulu menilai apakah sang winger mampu kembali ke level permainan yang membuat Chelsea rela mengeluarkan investasi besar untuk merekrutnya dari Shakhtar.
Baca Juga: Arsenal Masih Kejar Julian Alvarez di Deadline Day, Syarat Keluarga dan Klausul Barcelona Jadi Kunci
Kepindahan tersebut datang setelah periode panjang yang sangat sulit bagi Mudryk. Ia tidak bermain dalam pertandingan kompetitif sejak November 2024 akibat kasus anti-doping. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menyatakan pada 31 Juli 2026 bahwa proses disipliner telah diselesaikan bersama Badan Antidoping Dunia (WADA), sehingga Mudryk tidak lagi berstatus tidak memenuhi syarat dan dapat kembali bermain.
Dalam pernyataannya setelah kasus tersebut berakhir, Mudryk menggambarkan masa 20 bulan tanpa pertandingan kompetitif sebagai periode yang sangat berat dalam kariernya.
"Ini adalah periode tersulit dalam karier saya."
Mudryk juga menegaskan bahwa fokusnya setelah mendapatkan izin kembali bermain adalah melanjutkan karier sepak bolanya.
Setelah bisa kembali beraktivitas di lapangan, Mudryk mengikuti persiapan pramusim Chelsea. Namun, persaingan untuk mendapatkan tempat di tim utama membuat peluangnya bermain secara reguler di Stamford Bridge tetap terbatas. Kondisi itu membuat kepindahan dengan status pinjaman menjadi jalan yang masuk akal bagi pemain maupun klub.
Mudryk datang ke Chelsea dari Shakhtar Donetsk pada Januari 2023 dengan nilai awal transfer yang dilaporkan £62 juta, yang dapat meningkat hingga £100 juta jika berbagai bonus terpenuhi. Namun, performanya di London belum mampu menyamai ekspektasi yang muncul dari nilai transfer tersebut. Ia mencatat 10 gol dan 11 assist dalam 73 penampilan bersama Chelsea di seluruh kompetisi.
Di Tottenham, salah satu faktor yang bisa menentukan perjalanan Mudryk adalah hubungan lamanya dengan De Zerbi. Keduanya pernah bekerja bersama di Shakhtar dan sang pelatih sudah mengetahui karakter serta kemampuan pemain tersebut sejak masih berada di Ukraina.
De Zerbi bahkan pernah memberikan penilaian sangat tinggi terhadap Mudryk ketika masih menjadi pelatih Brighton. Pada Desember 2022, ia menyebut Mudryk sebagai pemain fantastis dan meyakini sang winger memiliki kemampuan untuk mencapai level tertinggi.
"Saya pikir Mudryk bisa memenangkan Ballon d'Or di masa depan. Saya tahu kualitasnya, dia memiliki potensi untuk menjadi pemain terbaik dunia," kata De Zerbi.
Pernyataan tersebut kini kembali relevan setelah De Zerbi mendapat kesempatan menangani Mudryk untuk kedua kalinya. Tantangannya tentu berbeda. Jika dahulu De Zerbi berperan dalam perkembangan Mudryk ketika masih menjadi pemain muda di Shakhtar, kini ia harus membantu pemain tersebut menemukan kembali konsistensi setelah mengalami masa panjang tanpa sepak bola kompetitif.
Dari perspektif Tottenham, risiko transfer ini juga relatif lebih terukur karena klausul £75 juta bukan kewajiban pembelian. Spurs memiliki satu musim penuh untuk melihat apakah kecepatan, kemampuan membawa bola, dan potensi ofensif Mudryk benar-benar dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata.
Kehadiran Mudryk juga memperkuat pilihan Tottenham di lini serang setelah klub mendatangkan Omar Marmoush dari Manchester City dengan status pinjaman. Marmoush dapat bermain sebagai penyerang tengah maupun di sisi kiri, sehingga De Zerbi kini memiliki lebih banyak opsi untuk mengatur komposisi lini depan.
Bagi Chelsea, peminjaman ini memberikan kesempatan bagi Mudryk untuk mendapatkan menit bermain yang lebih konsisten tanpa harus melepasnya secara permanen. Sang pemain sendiri masih terikat kontrak dengan Chelsea hingga 2031.
Sementara itu, Tottenham memiliki waktu sepanjang musim 2026/2027 untuk menjawab pertanyaan terbesar dari transfer ini: apakah Mudryk masih bisa menjadi pemain yang dulu membuat De Zerbi begitu yakin terhadap potensinya?
Jika berhasil menemukan kembali performanya, opsi pembelian £75 juta dapat menjadi pintu menuju kebangkitan karier sekaligus awal hubungan permanen Mudryk dengan Tottenham. Jika tidak, Spurs tetap memiliki pilihan untuk mengakhiri masa peminjaman tanpa kewajiban mengeluarkan biaya tersebut. Untuk sementara, yang paling penting bagi Mudryk adalah kembali bermain secara rutin dan membuktikan bahwa masa sulit selama 20 bulan bukan akhir dari kariernya.
Editor : Mahendra AdityaSumber : pontianak post, the times, Reuters