Pemain Persiku Masih Pertimbangkan Gaji, Kontrak Belum Ditandatangani

Ali Mustofa • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 15:17 WIB
Logo Persiku Kudus (Ist)
Logo Persiku Kudus (Ist)

 

KUDUS – Persiku Kudus masih menghadapi pekerjaan rumah menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2.

Hingga saat ini, sejumlah pemain yang telah mengikuti sesi latihan bersama tim berjuluk Macan Muria tersebut belum resmi terikat kontrak.

Beberapa pemain memang sudah bergabung dan rutin menjalani latihan di bawah arahan pelatih Kahudi Wahyu.

Namun, kesepakatan mengenai nilai kontrak masih menjadi pertimbangan bagi sejumlah pemain yang diproyeksikan menjadi bagian penting skuad Persiku musim ini.

Salah satu pemain yang terlihat bergabung adalah mantan pemain Persijap Jepara, Rizky Kiyun.

Ia bahkan sudah mendapat kesempatan tampil dalam pertandingan uji coba menghadapi PSS Sleman pada Sabtu (29/8/2026).

Kahudi Wahyu mengatakan, sebagian pemain utama masih mempertimbangkan tawaran nilai kontrak yang diberikan manajemen Persiku.

Karena belum mencapai kesepakatan, pemain-pemain tersebut belum membubuhkan tanda tangan kontrak.

“Pemain inti kami belum semuanya deal dengan nilai kontrak yang ditawarkan,” kata Kahudi.

Baru Dua Pekan Jalani Latihan

Kahudi menjelaskan, skuad Persiku secara rutin menjalani latihan selama kurang lebih dua pekan.

Waktu persiapan tersebut terbilang cukup singkat mengingat kompetisi Liga 2 dijadwalkan mulai bergulir pada 12 September 2026.

Pada pertandingan perdana, Persiku akan menghadapi Adhyaksa FC Bekasi. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Dalam masa persiapan yang masih terbatas, Kahudi mengaku timnya lebih banyak berfokus meningkatkan kemampuan fisik pemain.

Sementara penerapan strategi dan taktik secara mendalam masih dalam tahap awal.

“Kami konsentrasi lebih pada aspek physical ability. Untuk aspek taktikal masih mengatur jarak bertahan dan menyerang, belum ada latihan drill defend maupun attack,” jelasnya.

Meski baru sekitar dua pekan berlatih bersama, Kahudi memberikan penilaian positif terhadap perkembangan anak asuhnya.

Salah satu hal yang membuatnya optimistis adalah kemampuan fisik pemain yang dinilai cukup baik.

Menurutnya, pemain Persiku mampu menjalani pertandingan dengan durasi 2x45 menit ditambah 30 menit tanpa mengalami kelelahan yang berarti.

Evaluasi Uji Coba Lawan PSS

Kahudi juga memberikan evaluasi terhadap pertandingan uji coba menghadapi PSS Sleman.

Ia menilai sebagian besar gol yang tercipta dalam laga tersebut bukan berasal dari skema permainan terbuka (open play).

Gol lebih banyak lahir melalui situasi bola mati maupun umpan silang dari sisi lapangan. Tidak banyak peluang yang bermula dari permainan melalui area tengah.

“Gol terjadi dari set piece sepak pojok. Serta ada penalti di laga uji coba tersebut,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Persiku. Terlebih, PSS Sleman memiliki persiapan yang jauh lebih matang.

Tim berjuluk Elang Jawa itu diketahui sudah menjalani latihan sekitar 1,5 bulan dan memiliki tujuh pemain asing dalam skuadnya.

Selain itu, PSS juga memiliki sejumlah pemain dengan postur tubuh tinggi. Salah satu penyerangnya bahkan memiliki tinggi sekitar dua meter.

Dengan waktu persiapan yang masih tersisa, Kahudi tetap optimistis Persiku dapat bersaing dengan kontestan Liga 2 lainnya.

Ia berharap persoalan kontrak sejumlah pemain dapat segera menemukan titik temu sehingga seluruh pemain bisa lebih fokus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.

“Harapannya masalah kontrak bisa segera terselesaikan agar pemain lebih fokus menatap laga ke depan,” pungkasnya. (gal)

Editor : Ali Mustofa
skuad persiku macan muria kompetisi liga 2 persiku kudus Kahudi Wahyu