MADRID – Masa depan Julián Álvarez di Atlético Madrid masih menjadi salah satu saga transfer paling panas menjelang penutupan bursa transfer musim panas 2026.
Di tengah tarik-menarik kepentingan dengan Barcelona dan munculnya minat dari Arsenal, penyerang asal Argentina itu kembali menjalani aktivitas bersama Atlético Madrid.
Situasi tersebut menjadi sinyal bahwa pintu keluar belum benar-benar tertutup, tetapi pada saat yang sama Atlético Madrid masih menunjukkan keinginan kuat untuk mempertahankan pemain berusia 26 tahun tersebut.
Julián sebelumnya sempat absen dari sejumlah sesi latihan Atlético karena mengalami gangguan kesehatan. Setelah menjalani pemulihan, ia kembali ke fasilitas latihan klub di Majadahonda dan melakukan sesi individual bersama staf kebugaran. Atlético mengonfirmasi bahwa kondisi sang pemain mulai membaik setelah sebelumnya absen dari beberapa sesi latihan.
Namun, kondisi fisik bukan satu-satunya alasan yang membuat nama Julián terus menjadi sorotan. Masa depannya masih berada di tengah pusaran rumor transfer.
Simeone pilih melindungi Julián Álvarez
Diego Simeone sejauh ini mengambil sikap berbeda dari panasnya pemberitaan mengenai masa depan anak asuhnya. Pelatih asal Argentina tersebut memilih memberikan dukungan kepada Julián dan berusaha menjaga kondisi psikologis maupun sepak bolanya.
Simeone sebelumnya menegaskan bahwa Atlético secara institusional telah mengambil keputusan untuk tidak menjual Julián. Dari sisi olahraga, ia menyatakan akan membantu sang striker agar kembali berkembang dan memberikan kontribusi terbaik untuk tim.
"Saya pikir situasinya sangat jelas. Klub telah mengambil keputusan," kata Simeone mengenai masa depan Julián.
Sikap Simeone kembali terlihat ketika ia menyebut Julián sebagai pemain ofensif terbaik yang dimiliki Atlético. Bahkan, sang pelatih mengungkapkan rencana untuk membangun tim di sekitar mantan pemain Manchester City tersebut.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa dari sudut pandang pelatih, Julián masih merupakan bagian penting dari proyek Atlético Madrid musim ini.
Dengan demikian, jika keputusan hanya berada di tangan Simeone, peluang Julián bertahan di Madrid masih sangat besar.
Atlético Madrid sudah menutup pintu untuk Barcelona
Masalahnya, keinginan pemain dan keputusan klub belum sepenuhnya berada di jalur yang sama.
Julián sebelumnya telah menyampaikan keinginannya untuk meninggalkan Atlético Madrid demi mengejar apa yang disebutnya sebagai sebuah "mimpi". Barcelona kemudian muncul sebagai tujuan utama yang dikaitkan dengan sang pemain.
Namun Atlético mengambil sikap keras.
Dewan direksi klub pada 27 Agustus secara resmi menegaskan tidak akan menjual Julián kepada Barcelona. Atlético bahkan mengecam pendekatan Barcelona dan menyatakan tidak ada ruang untuk negosiasi dengan klub Catalunya tersebut.
Posisi Atlético juga diperkuat oleh fakta bahwa Julián masih memiliki kontrak hingga 2030 dengan klausul pelepasan senilai 500 juta euro. Sejak bergabung dari Manchester City pada 2024, ia telah menjadi salah satu pemain terpenting dalam skuad Simeone.
CEO Atlético, Miguel Ángel Gil Marín, sebelumnya bahkan mengatakan klub tidak akan menerima tawaran 100 juta euro, 150 juta euro, bahkan 200 juta euro untuk sang striker.
Artinya, Barcelona menghadapi tembok yang sangat tebal apabila ingin membawa Julián ke Camp Nou sebelum bursa transfer ditutup.
Arsenal muncul sebagai jalan keluar?
Ketika pintu Barcelona semakin sulit dibuka, Arsenal kemudian muncul sebagai alternatif.
Laporan terbaru menyebut Atlético memberikan batas waktu kepada Julián untuk menentukan sikap mengenai kemungkinan transfer, sementara Arsenal disebut masih memantau situasi. Sky Sports melaporkan Atlético ingin sang pemain menentukan apakah akan bertahan atau membuka kemungkinan pindah.
Namun, kabar mengenai Arsenal masih berada dalam wilayah transfer yang dinamis. Belum ada konfirmasi resmi bahwa kesepakatan antara Atlético dan Arsenal telah tercapai.
Sejumlah laporan bahkan menyebut Arsenal masih berhati-hati dan membutuhkan kepastian dari sang pemain sebelum melakukan langkah lebih jauh.
Karena itu, skenario Julián pindah ke Inggris tidak bisa dianggap sebagai transfer yang sudah dekat dengan kepastian.
Drama semakin rumit setelah Julián mendapat sorotan suporter
Ketegangan mengenai masa depan Julián juga sempat terbawa ke lapangan.
Ketika tampil untuk Atlético pada awal musim, Julián mendapat sambutan negatif dari sebagian suporter. Ia bahkan mendapat cemoohan ketika masuk sebagai pemain pengganti dalam pertandingan melawan Villarreal.
Situasi tersebut memperlihatkan betapa sensitifnya saga transfer ini.
Di satu sisi, Julián merupakan salah satu pemain paling penting dalam skuad Atlético. Di sisi lain, sebagian pendukung merasa kecewa karena munculnya keinginan sang pemain untuk meninggalkan klub.
Simeone kemudian memilih tidak memperkeruh keadaan. Ia justru berusaha memastikan Julián tetap mendapatkan dukungan dari lingkungan tim.
Apakah Julián Álvarez akan stay atau leave?
Dengan kondisi terbaru, bertahan di Atlético Madrid masih menjadi skenario yang paling realistis, terutama karena klub secara terbuka menolak penjualan ke Barcelona dan Simeone masih memasukkan Julián dalam rencana olahraga tim.
Atlético juga tidak berada dalam posisi harus menjual. Kontrak sang pemain masih panjang hingga 2030 dan klausul pelepasannya sangat tinggi.
Namun, bukan berarti kemungkinan kepergian Julián sudah sepenuhnya tertutup.
Keinginan sang pemain untuk mencari tantangan baru, ketertarikan Barcelona, munculnya Arsenal sebagai opsi lain, serta waktu bursa transfer yang semakin sempit membuat situasi masih bisa berubah dalam hitungan hari.
Yang sudah jelas, Atlético tidak ingin kehilangan Julián dengan mudah.
Simeone bahkan secara terbuka menyatakan bahwa ia ingin membangun tim di sekitar sang penyerang. Dalam konteks olahraga, pesan itu sangat kuat: pelatih masih menginginkan Julián sebagai pusat proyek Atlético Madrid.
Kini pertanyaannya tinggal apakah keinginan tersebut cukup untuk membuat sang striker bertahan.
Jika tidak ada tawaran yang mampu mengubah sikap Atlético dan Julián tidak menemukan jalan keluar yang konkret, kemungkinan besar La Araña akan tetap mengenakan seragam merah-putih pada musim 2026/2027.
Bursa transfer memang belum ditutup. Tetapi waktu semakin sedikit, sementara Atlético sudah menunjukkan sikap yang sangat jelas.
Stay atau leave? Untuk saat ini, Julián Álvarez masih lebih dekat dengan status stay di Atlético Madrid—meski saga transfernya belum benar-benar selesai.
Editor : Mahendra Aditya