JEPARA — Manajemen Persijap Jepara akhirnya buka suara. Usai melakukan reposisi strategis di jajaran tim pelatih.
Usai Persijap Jepara bertahan di Liga 1, berkat aksi gemilangnya di musim 2025/2026, semula Mario Lemos dipertahankan sebagai Pelatih Kepala.
Namun keadaan berubah. Saat hendak dimulai musim 2026/2027, manajemen malah mendatangkan Juan Cortes. Ia ditempatkan dan menggeser posisi Mario Lemos.
Presiden Persijap, M. Iqbal Hidayat, membeberkan alasan di balik keputusan menggeser posisi Mario Lemos yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik (Dirtek).
Sementara kursi Pelatih Kepala (Head Coach) kini sepenuhnya dipegang oleh Juan Cortes.
Langkah tersebut diambil bukan tanpa alasan. Selain untuk memenuhi regulasi ketat dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan operator liga terkait pengisian jabatan resmi di klub, formula ini terbukti ampuh pada musim lalu.
"Coach Mario pernah di posisi Dirtek juga waktu musim lalu dan terbukti berhasil. Musim ini, kami melihat posisinya di direktur teknik sementara waktu untuk selalu bekerja sama dengan Coach Juan," bebernya.
Manajemen Laskar Kalinyamat menegaskan bahwa perubahan posisi ini justru akan memperkuat kolaborasi tim.
Melalui pembagian porsi kerja yang lebih spesifik dan profesional.
Mario Lemos bergerak di balik layar. Fokus utamanya ialah kebijakan makro klub, termasuk memimpin sistem rekrutmen pemain potensial dari luar.
Sedangkan Juan Cortes, memiliki kekuasaan penuh di dalam locker room, mengarsiteki tim, menyusun taktik, memilih susunan pemain hingga memotivasi penuh pemain untuk menang.
Kejar tayang, tersisa dua pekan. Laga pertama Persijap Jepara akan berlangsung pada Minggu (6/9) bertandang melawan Madura United.
Dengan sisa waktu yang ada, Persijap tancap gas memanfaatkan jeda waktu yang ada untuk mematangkan persiapan tim.
Seluruh porsi latihan akan dimaksimalkan di Training Ground Welahan, termasuk di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara.
Meski waktu persiapan tergolong mepet, tim pelatih memastikan tidak akan memberikan porsi latihan yang berlebihan secara membabi buta.
Tensi latihan akan disesuaikan secara presisi, demi mencegah para pemain mengalami kelelahan mental dan fisik sebelum kompetisi dimulai.
"Kami memaksimalkan waktu yang tersisa, tim pelatih bekerja semaksimal mungkin. Porsi (latihan, red) disesuaikan dengan apa yang ada. Kami juga tidak mau mendorong pemain terlalu jauh, karena jika terlalu berat, mereka bisa burn out saat pertandingan nanti," pungkasnya.(fik)
Editor : Admin